Sunday, May 19, 2024
Depan > Kemasyarakatan > BPBD Bersama Relawan Kerja Bakti Bersihkan Kali Kertosono

BPBD Bersama Relawan Kerja Bakti Bersihkan Kali Kertosono

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Dalam rangka menghadapi musim hujan di wilayah Kabupaten Probolinggo, khususnya di Kota Kraksaan yang berpotensi menyebabkan bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo bersama instansi terkait dan relawan mengadakan mitigasi pencegahan bencana banjir dengan melakukan normalisasi sungai dengan kerja bakti bersihkan Kali Kertosono, Jum’at (22/12/2023) pagi.

Kegiatan yang digelar di Jalan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di Kelurahan Sidomukti Kecamatan Kraksaan ini diikuti sekitar 200 orang yang terdiri dari unsur BPBD, DPU SDA Provinsi Jawa Timur, DPUPR, Satpol PP, Dinas Perhubungan, TNI, Polri, Banser GP Ansor serta Pemerintah Kelurahan Sidomukti dan masyarakat sekitar.

Kerja bakti berupa bersih-bersih di aliran Kali Kertosono ini diawali dengan apel bersama yang dipimpin oleh Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo Heri Sulistyanto didampingi Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarief serta Forkopimka Kraksaan.

Kegiatan kerja bakti ini dilakukan di sepanjang aliran Kali Kertosono mulai dari utara jembatan dibawah ruas jalan nasional hingga ke pertigaan Kelurahan Sidomukti. Mereka menyebar dan berbagi peran membersihkan rumput-rumput liar dan pohon-pohon yang tumbuh di aliran sungai.

Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo Heri Sulistyanto mengatakan kerja bakti ini dilakukan dalam rangka untuk membersihkan Kali Kertosono sebagai upaya mempersiapkan diri ketika tidak terduga ada bencana hidrometeorologi.

“Menurut prediksi kita sudah semakin dekat dengan musim hujan. Sebetulnya kalau melihat pengalaman dari tahun-tahun sebelumnya bulan-bulan ini tinggi-tingginya air hujan, tetapi tampaknya ini belum terjadi. Mudah-mudahan kita masih diberi kesempatan dalam rangka untuk menghadapinya sehingga apabila terjadi kita bisa meringankan apa yang menjadi beban dari masyarakat,” katanya.

Lebih lanjut Pj Sekda Heri mengharapkan dengan kegiatan ini tidak menjadi sumber penyebab terjadinya banjir yang ada di sekitar Kraksaan. “Disamping itu dalam rangka untuk mendukung pelaksanaan penilaian Adipura yang waktunya juga sudah dekat dan pelaksanaannya tidak pernah kita tahu jadwalnya kapan. Tetapi paling tidak kita mempersiapkan diri,” jelasnya.

Menurut Pj Sekda Heri, kegiatan ini dilakukan dalam rangka untuk awal edukasi kepada masyarakat agar mereka mempunyai tanggung jawab untuk ikut juga memelihara sungai yang ada di sekitarnya.

“Sungai tidak lagi dijadikan sebagai tempat pembuangan sampah. Tapi mudah-mudahan ke depan sungai ini betul-betul bisa dimanfaatkan seperti daerah-daerah lain, sungai dijadikan tempat rekreasi dan budidaya perikanan dan sebagainya. Mudah-mudahan ke depan Kali Kertosono ini betul-betul bisa memberikan manfaat lebih kepada masyarakat yang ada di sekitar Kraksaan,” terangnya.

Pj Sekda Heri menambahkan untuk mengajak masyarakat maka harus diciptakan edukasi. Karena kalau tidak menyampaikan dan tidak mengkondisikan maka kesadaran masyarakat terkait lingkungan tidak maksimal karena rata-rata masih belum muncul dan masih rendah.

“Tadi saya sudah koordinasi dengan Bapak Camat, mari melalui Lurah, RW dan RT, kita edukasi masyarakat untuk paling tidak peduli ke sungai dengan tidak membuang sampah ke dalam sungai,” tegasnya.

Sementara Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarief menyampaikan kerja bakti ini dilakukan dalam rangka melakukan mitigasi untuk pencegahan potensi terjadinya banjir luapan air karena adanya hambatan-hambatan dari enceng gondok atau pohon di aerah aliran sungai.

“Selain itu, untuk mengurangi terjadinya sedimentasi yang akan mengurangi ke aliran sungai sehingga kalau pohon-pohon ataupun sampah-sampah tidak dibuang, nanti pada saat musim hujan disertai banjir-banjir kecil, maka itu akan terjadi potensi adanya sedimentasi yang akan mengurangi atau menaikkan tinggi dasar sungai,” ujarnya.

Oemar menerangkan hal itu akan menyebabkan potensi terjadinya banjir karena volume air bisa saja bertambah tetapi kapasitas sungainya berkurang. Itu akan terjadi potensi banjir yang lebih tinggi.

“Mungkin di tahun-tahun kemarin tidak sampai naik atau naik levelnya sama dengan adanya sedimentasi berupa pengurangan kapasitas sungai, maka itu akan meluber nantinya,” tegasnya.

Lebih lanjut Oemar berharap kepada semua yang terlibat, terutama masyarakat sekitar untuk tidak membuang sampah di aliran sungai. Jangan jadikan sungai itu tempat sampah terpanjang.

“Secara berkala masyarakat bekerja sama dengan OPD teknik terkait untuk melakukan pembersihan maupun normalisasi sungai sehingga Kali Kertosono yang lokasinya ada di tengah Kota Kraksaan bisa kelihatan indah,” pungkasnya. (wan)