Wednesday, December 1, 2021
Depan > Kemasyarakatan > DPKH Sosialisasikan Pengendalian Pemotongan Ternak Ruminansia Betina Produktif

DPKH Sosialisasikan Pengendalian Pemotongan Ternak Ruminansia Betina Produktif

Reporter : Syamsul Akbar
LECES – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Probolinggo memberikan sosialisasi pengendalian pemotongan ternak ruminansia betina produktif dalam masa pandemi Covid-19 di Pendopo Kecamatan Leces, Selasa (19/10/2021).

Dasar hukum kegiatan ini adalah Undang-undang (UU) Nomor 18 Tahun 2009 Tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan juncto UU Nomor 41 tahun 2014 Tentang Perubahan Atas UU Nomor 18 tahun 2009 Tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan.

Peraturan Pemerintah Nomor 95 tahun 2012 Tentang Kesehatan Masyarakat Veteriner dan Kesejahteraan Hewan serta Permentan Nomor 48 tahun 2016 Tentang Upaya Khusus Percepatan Peningkatan Populasi Sapi dan Kerbau Bunting.

Kegiatan ini diikuti oleh 20 orang pelaku usaha produk hewan, kios daging dan Tim Penggerak PKK di Kecamatan Leces, Kapolsek Leces AKP Akhmad Gandi, Petugas Teknis Peternakan dan RPH Kecamatan Leces serta Koordinator Wilayah Leces. Sebagai narasumber berasal dari Kasat Binmas Polres Probolinggo IPTU R. Ifo Nila Krisna dan Sekretaris Kecamatan Leces Andrea Parsaulian.

Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Kecamatan Leces Andrea Parsaulian mengatakan selama ini jagal RPH Leces secara kontinue telah memotong sapi jantan dan perlu dicontoh oleh para jagal di kecamatan yang lain.

“Pengendalian pemotongan ternak ruminansia betina produktif ini akan mendukung proram pemerintah dalam meningkatkan populasi. Saya mengharapkan agar masyarakat tetap menjaga protokol kesehatan Covid-19 demi keselamatan bersama,” katanya.

Sementara Kasat Binmas Polres Probolinggo IPTU R. Ifo Nila Krisna mengingatkan agar masyarakat mematuhi peraturan yang berlaku dengan tetap memotong dan membeli daging dari Rumah Potong Hewan (RPH). “Betina produktif boleh dipotong dengan syarat sakit yang tidak bisa disembuhkan dan mengalami cacat serta untuk kepentingan penelitian,” ujarnya.

Kapolsek Leces AKP Akhmad Gandi menegaskan setiap ternak harus dilengkapi dengan surat administrasi kesehatan hewan saat akan melintas antar kabupaten/kota. Hal ini untuk menjaga agar asal usul ternak itu jelas.

Sedangkan Kepala DPKH Kabupaten Probolinggo Yahyadi melalui Kasi Kesehatan Masyarakat Veteriner drh. Nikolas Nuryulianto meminta agar semua yang diperoleh selama sosialisasi pengendalian pemotongan ternak ruminansia betina produktif dalam masa pandemi Covid-19 ini bisa disampaikan kepada para tetangga maupun keluarga tentang pentingnya menjaga ruminansia betina produktif untuk menuju swasembada pangan tahun 2045. (wan)