Wednesday, October 27, 2021
Depan > Kemasyarakatan > Bertambah Tiga PDP, Satu PDP Selesai Diawasi

Bertambah Tiga PDP, Satu PDP Selesai Diawasi

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Probolinggo mencatat hingga Senin (15/6/2020) malam terdapat tambahan 3 (dua) orang PDP (Pasien Dalam Pengawasan) dan 1 (satu) orang PDP yang selesai diawasi.

“Tambahan tiga PDP baru saat ini masih diobservasi di rumah sakit untuk diobati keluhan-keluhannya serta dilakukan pemeriksaan swab untuk mengetahui penyakit yang sebenarnya apakah karena dugaan COVID-19 atau karena penyakit infeksi lainnya. Harapan kami yang bersangkutan bisa segera pulih dan bukan sakit karena dugaan COVID-19,” kata Juru Bicara Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Probolinggo dr. Anang Budi Yoelijanto.

Pertama perempuan berusia 71 tahun dari Desa Brabe Kecamatan Maron. Yang bersangkutan merupakan pasien rujukan dari RSUD Waluyo Jati Kraksaan dengan keluhan sesak napas, kelainan jantung dan pneumoli. Saat ini sedang menjalani perawatan di RSUD Tongas.

Kedua perempuan berusia 58 tahun dari Desa Sumberkedawung Kecamatan Leces. Yang bersangkutan berasal dari karantina di wilayah Kecamatan Sumberasih. Tiba-tiba mengalami mimisan dan batuk akhirnya dikamarkan di RSUD dr. Mohamad Saleh Probolinggo. Karena dia itu guru-gurunya katanya pengajarnya dokter yang ada di RSUD dr. Mohamad Saleh Probolinggo, maka ditarik kesana.

Ketiga laki-laki berusia 52 tahun dari Desa Sukokerto Kecamatan Pajarakan. Yang bersangkutan datang dengan keluhan batuk dan rontgen. Saat ini yang bersangkutan sedang menjalani perawatan di RSU Wonolangan Dringu.

“Ketiganya sudah ada yang dilakukan pemeriksaan swab, tetapi hasilnya masih belum ada karena memang dikirimkan ke BBTKL Surabaya. Sehingga harus menunggu beberapa hari untuk mengetahui hasil swabnya,” jelasnya.

Sementara tambahan 1 orang PDP yang selesai diawasi ini adalah laki-laki berusia 55 tahun berasal dari Desa Sogaan Kecamatan Pakuniran. Yang bersangkutan dinyatakan selesai diawasi karena hasil swabnya dua kali negatif. Penyakit yang sebenarnya adalah pneumoli.

“Hasil swabnya berasal dari TCM (Tes Cepat Molekuler) di RSUD Waluyo Jati Kraksaan. Kondisinya sudah sehat dan hasil swabnya negatif. Kemudian mereka dipulangkan karena keluhannya sudah sembuh,” tegasnya.

Meskipun sudah selesai diawasi dan dipulangkan, tetapi yang bersangkutan tetap harus melakukan isolasi mandiri di rumahnya masing-masing selama 14 hari, membatasi kegiatan supaya tetap pulih dengan baik dan tidak tertular lagi.

“Yang paling penting lagi terus menerapkan protokol kesehatan seperti selalu memakai masker, sering cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir atau hand sanitizer, physical distancing dan tidak bersentuhan fisik,” pungkasnya. (wan)