KRAKSAAN – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Probolinggo kembali menggulirkan program pemberdayaan ekonomi umat melalui skema Qardhul Hasan. Program tersebut menyasar pelaku usaha mikro yang membutuhkan tambahan modal sekaligus diarahkan agar terbebas dari jeratan pinjaman online (pinjol) maupun rentenir.
Dalam rangka menyalurkan program tersebut, jajaran Komisioner Baznas Kabupaten Probolinggo melakukan kunjungan ke Desa Gili Ketapang Kecamatan Sumberasih, Senin (14/9/2026). Program tersebut diserahkan langsung kepada Ketua UPZ Desa Gili Ketapang Ahmad Khoiron.
Ketua Baznas Kabupaten Probolinggo H. Ahmad Muzammil mengatakan program tersebut menjadi salah satu prioritas pentasyarufan dana zakat setelah sebelumnya Baznas melakukan sejumlah kegiatan penyaluran.
Menurutnya, Qardhul Hasan merupakan bantuan permodalan yang diberikan dalam bentuk pinjaman kebajikan tanpa bunga dan tanpa biaya imbalan. Dana yang dikembalikan oleh penerima manfaat nantinya akan kembali digulirkan kepada mustahik lainnya di wilayah yang sama.
“Konsep zakatnya adalah Qardhul Hasan, yaitu bantuan sosial yang menjadi modal usaha bergulir dan mandiri. Sifat akadnya pinjaman tanpa bunga, nol persen dan tanpa biaya imbalan,” katanya.
Pada tahap tahun ini jelas Muzammil, Baznas Kabupaten Probolinggo memprioritaskan lima titik untuk pengembangan program tersebut. Tiga di antaranya merupakan titik baru meliputi Desa Gili Ketapang Kecamatan Sumberasih, Desa Sumberduren Kecamatan Krucil dan Desa Clarak Kecamatan Leces. Masing-masing mendapatkan alokasi awal sekitar Rp10 juta.
Sementara dua titik lainnya merupakan pengembangan program yang sebelumnya telah berjalan dan dinilai berhasil, yakni kelompok berbasis masjid di wilayah Desa Karanganyar Kecamatan Paiton dan Desa Sidopekso Kecamatan Kraksaan. Program tersebut akan kembali diperkuat dan diperluas setelah pelaksanaan sebelumnya menunjukkan hasil positif.
“Yang baru ini Desa Gili Ketapang, Desa Sumberduren dan Desa Clarak. Masing-masing mendapatkan Rp10 juta. Kalau yang masjid-masjid sudah berjalan satu tahun yang lalu, jadi sekarang tahap kedua. Yang pertama sudah berhasil, nanti kita akan luncurkan lagi dan diperluas,” jelasnya.
Muzammil menjelaskan, dana tersebut nantinya diserahkan melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) yang telah dibentuk di masing-masing wilayah. “UPZ bersama kelompok penerima manfaat akan memiliki tanggung jawab dalam mengelola serta mengembalikan dana pokok agar dapat terus digulirkan,” lanjutnya.
Sasaran program meliputi pedagang pasar, pedagang kaki lima (PKL) serta pelaku usaha mikro. Jenis usaha yang dijalankan masyarakat juga beragam, mulai dari perdagangan ikan, petis, kerupuk hingga komoditas pertanian seperti kopi dan bawang. “Tujuannya membantu para pengusaha mikro yang kecil-kecilan yang membutuhkan modal usaha Rp500 ribu sampai Rp1 juta, supaya tidak terkena rentenir atau pinjol,” terangnya.
Selain memberikan akses modal, Baznas juga menyiapkan pendampingan agar program tersebut tidak berhenti pada pemberian pembiayaan. “Para penerima manfaat akan mendapatkan pelatihan, pembinaan usaha serta pendampingan spiritual,” tegasnya.
Muzammil menerangkan pendekatan tersebut penting agar penerima manfaat mampu menjaga keberlangsungan usaha sekaligus membangun kebiasaan berbagi melalui infak dan sedekah. Penerima juga diarahkan menyisihkan sebagian penghasilannya secara sukarela melalui wadah yang telah disiapkan kelompok.
“Di samping itu, para penerima manfaat nanti disarankan menyisihkan dana semampunya untuk bersedekah melalui wadah yang ada. Kemudian dihimpun di lingkungan oleh kelompoknya,” ujarnya.
Ia berharap program Qardhul Hasan dapat berjalan istiqomah dan meningkatkan kemandirian ekonomi para mustahik. Dana yang dikembalikan tidak akan berhenti, melainkan diputar kembali untuk membantu kelompok penerima manfaat berikutnya. “Harapan kami mudah-mudahan ini sukses dalam pelaksanaannya, sehingga para mustahik penerima bisa mengembangkan usahanya,” pungkasnya. ***
Penulis : Syamsul Akbar
Editor : Tim Bromo Info
