Reporter : Syamsul Akbar
PAKUNIRAN – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Probolinggo menggelar tasyakuran rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan santunan 30 kaum dhuafa fakir/miskin di Dusun Bayur 2 Desa Pakuniran Kecamatan Pakuniran, Jum’at (24/12/2021) pagi.
Tasyakuran ini dilakukan sebagai ungkapan rasa syukur atas selesainya program rehabilitasi RTLH yang ada di 5 (lima) desa se-Kecamatan Pakuniran yang masuk ke dalam program percepatan pengentasan kemiskinan ekstrem.
Selain menyerahkan sembako kepada para kaum dhuafa fakir/miskin, Baznas juga menyerahkan santunan insidental bagi kaum dhuafa fakir yang berasal dari Desa Pakuniran, Glagah, Gunggungan Kidul, Kedungsumur dan Gondosuli Kecamatan Pakuniran.
Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Baznas Kabupaten Probolinggo H Ahmad Muzamil, Camat Pakuniran Imron Rosyadi, pengurus MWCNU Kecamatan Pakuniran dan Ranting NU Desa Pakuniran, para tokoh agama dan tokoh masyarakat serta kaum dhuafa fakir/miskin di Desa Pakuniran Kecamatan Pakuniran.
Camat Pakuniran Imron Rosyadi menyampaikan dengan adanya bantuan program RTLH oleh Basnaz Kabupaten Probolinggo kepada masyarakat di Kecamatan Pakuniran, pihaknya menyampaikan ucapan terima kasih terhadap Baznas yang telah turut berperan aktif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program RTLH.
“Harapan saya ke depan bahwa kerja sama dengan lembaga Baznas, NU maupun lembaga lain bisa terus ditingkatkan agar kesenjangan sosial yang terjadi di masyarakat bisa lebih diminimalisir,” harapnya.
Sementara Ketua Baznas Kabupaten Probolinggo H Ahmad Muzamil mengatakan tasyakuran dan santunan kepada kaum dhuafa ini akan dilakukan di masing-masing kecamatan secara bergantian.
“Jadi nantinya tiap kecamatan akan diadakan tasyakuran dan santunan. Untuk lima desa di masing-masing kecamatan, tasyakurannya dijadikan satu tempat. Mulai dari Kecamatan Pakuniran, Maron, Gading, Krucil dan Tongas. Untuk santunan insidentalnya tiap lokasi ada 12 orang, sehingga totalnya sebanyak 60 orang masing-masing sebesar Rp 300 ribu,” katanya.
Menurut Muzamil, kemiskinan itu bukan hanya dilihat dari sisi ekonominya saja, tetapi rumah yang tidak layak huni juga menjadi satu kesatuan dan masuk penilaian bahwa itu masuk dalam kategori miskin dan fakir.
“Program rehabilitasi RTLH ini setidaknya akan mengangkat derajat kaum dhuafa dan fakir. Dengan demikian, yang tadi rumahnya tidak layak huni, dengan program rehabilitasi RTLH ini bisa layak huni serta menjadi rumah yang sehat,” jelasnya.
Muzamil mengharapkan agar ke depan program rehabilitasi RTLH ini bisa lebih banyak lagi diberikan kepada kaum dhuafa fakir dan miskin yang ada di Kabupaten Probolinggo.
“Oleh karena itu kepada para muzakki yang ada di Kabupaten Probolinggo bisa semakin tergugah untuk menunaikan kewajibannya di Baznas. Sebab program rehabilitasi RTLH ini manfaatnya sangat besar kepada kaum dhuafa fakir dan miskin di Kabupaten Probolinggo, sehingga diharapkan tahun depan lebih banyak lagi program RTLH,” pungkasnya. (wan)
