Depan > Kemasyarakatan > Diperta Sampaikan KIE Daging Sapi Aman Dikonsumsi Bagi Pengunjung Pasar Semampir

Diperta Sampaikan KIE Daging Sapi Aman Dikonsumsi Bagi Pengunjung Pasar Semampir

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Jelang Hari Raya Idul Adha 1443 Hijriyah, Dinas Pertanian (Diperta) Kabupaten Probolinggo menyampaikan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) daging sapi, kambing dan domba aman dikonsumsi asalkan dimasak dengan benar kepada para pedagang dan pengunjung Pasar Semampir Kecamatan Kraksaan, Senin (27/6/2022) pagi.

KIE dalam bentuk sosialisasi berupa woro-woro dan penyerahan leaflet terkait konsumsi daging sapi aman saat PMK (Penyakit Mulut dan Kuku) ini dipimpin oleh Medik Veteriner Muda Diperta Kabupaten Probolinggo drh. Nikolas Nuryulianto didampingi staf Pasar Semampir Misyanto.

Dalam kesempatan tersebut, Niko berkeliling ke semua sudut Pasar Semampir dengan menyapa setiap pengunjung dan pedagang pasar. Dengan gaya bahasa yang khas diselingi guyonan, informasi yang disampaikan bisa mudah diterima oleh dan pengunjung dan pedagang.

Medik Veteriner Muda Diperta Kabupaten Probolinggo drh. Nikolas Nuryulianto mengatakan kegiatan ini merupakan sosialiasi kepada para pengunjung dan pedagang Pasar Semampir Kecamatan Kraksaan dengan menyampaikan bahwa daging sapi, kambing dan domba masih aman dikonsumsi asalkan dimasak dengan benar.

“Daging sapi, kambing dan domba masih aman dikonsumsi asalkan dimasak dengan benar. Harapannya supaya masyarakat tetap membeli pentol bakso daging sapi untuk kebutuhan sehari-hari tanpa perlu was-was ataupun ragu walaupun ada PMK. Dengan catatan supaya dimasak dengan benar di air mendidih selama 30 menit dan selalu menjaga hygiene sanitasi dimanapun berada,” katanya.

Menurut Niko, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan KIE kepada masyarakat khususnya pedagang dan pengunjung yang ada di Pasar Semampir jika daging sapi, domba dan kambing masih aman dikonsumsi asalkan dimasak dengan benar walaupun ada virus PMK.

“Dari hasil keliling tadi, ada juga ibu-ibu yang masih takut makan daging sapi karena khawatir terkena virus PMK. Perlu disampaikan juga bahwa virus PMK ini tidak menular kepada manusia. Virus ini hanya menular kepada ternak sapi, kambing, domba dan babi,” jelasnya.

Melalui kegiatan ini Niko mengharapkan supaya masyarakat ke depannya memasak produk hewan khususnya daging sapi dengan baik dan benar walaupun ada virusnya, tidak perlu mencuci terlebih dahulu. Apalagi sebentar lagi menjelang Hari Raya Idul Adha 1443 Hijriyah.

“Jadi daging yang diperoleh dari takmir masjid harus segera direbus. Kalau tidak direbus dimasukkan ke dalam lemari es 1×24 jam. Jadi tidak perlu dicuci. Kalau misalkan untuk bakso, boleh dicuci tetapi air cuciannya ditaruh didalam satu lubang besar baru disemprot disinfektan dan diberi air panas. Sebab virus PMK takutnya sama air panas, disinfektan dan air sabun,” pungkasnya. (wan)