KRAKSAAN – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Probolinggo menggelar sosialisasi perekrutan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat Kabupaten Probolinggo tahun 2026 selama tiga hari, mulai Senin hingga Rabu (23-25/2/2026).
Berbeda dengan tahun 2025 yang dilaksanakan di satu lokasi dan hanya satu kali pertemuan, pada tahun 2026 sosialisasi dibagi menjadi tiga wilayah. Langkah ini dilakukan untuk mendekatkan layanan informasi sekaligus meningkatkan partisipasi lembaga pendidikan dan jumlah pendaftar.
Kegiatan ini diikuti oleh satu guru kesiswaan dan Ketua OSIS SMA/SMK/MA se-Kabupaten Probolinggo. Pada Senin (23/2/2026), sosialisasi digelar di SMKN 1 Sumberasih dengan peserta dari 37 lembaga. Selasa (24/2/2026) berlangsung di Cafe Dam 8 Kecamatan Maron dengan 44 lembaga dan Rabu (25/2/2026) di SMAN 1 Kraksaan dengan 55 lembaga peserta.
Kepala Bakesbangpol Kabupaten Probolinggo Hari Kriswanto melalui Kepala Bidang Hubungan Antar Lembaga Dany Indra Rudianto menegaskan komitmen penyelenggara dalam proses seleksi.

“Kami dari awal sudah berkomitmen untuk tidak membeda-bedakan lembaga pendidikan antara negeri dan swasta, antara unggulan dan non unggulan. Semua perlakuannya sama yang penting lulus persyaratan administrasi, CAT (TIU dan TWK) sampai seleksi terakhir meliputi kesehatan, parade, PBB, kesamaptaan dan kepribadian. Seluruh tahapan seleksi tidak dipungut biaya,” ujarnya.
Menurut Dany, sosialisasi ini bertujuan memberikan informasi menyeluruh mengenai tata cara seleksi, kriteria serta pembinaan karakter bagi calon anggota Paskibraka. Materi yang disampaikan mencakup tata cara pendaftaran, tahapan seleksi di tingkat kabupaten, provinsi hingga nasional serta penjelasan regulasi terbaru yang merujuk pada Peraturan Presiden Nomor 51 Tahun 2022 dan ketentuan terbaru dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila.
“Selain itu, peserta juga diperkenalkan sistem pendaftaran berbasis digital melalui laman resmi paskibraka.bpip.go.id,” lanjutnya.
Melalui kegiatan ini, Dany berharap dapat menjaring bibit-bibit unggul yang tidak hanya kuat secara fisik, tetapi juga memiliki kualitas mental dan intelektual yang baik. Sosialisasi ini juga menjadi bagian dari upaya menanamkan nilai nasionalisme, membentuk karakter disiplin, tanggung jawab dan jiwa kepemimpinan di kalangan generasi muda.

“Paskibraka bukan hanya tentang pengibaran bendera saat Hari Kemerdekaan, tetapi juga pembinaan karakter dan kaderisasi calon pemimpin masa depan yang berjiwa Pancasila,” pungkasnya. ***
Penulis : Syamsul Akbar
Editor : Tim Bromo Info
