KRAKSAAN – Kwartir Ranting (Kwarran) Gerakan Pramuka Kraksaan menetapkan Ahmadi sebagai Ketua Kwarran Gerakan Pramuka Kraksaan masa bhakti 2026-2029 melalui Musyawarah Ranting (Musran) yang digelar di Aula Ki Hajar Dewantara Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya) Kabupaten Probolinggo, Senin (5/10/2026).
Ahmadi terpilih secara aklamasi dalam forum musyawarah yang diikuti unsur pembina dan pengurus Gerakan Pramuka dari berbagai satuan pendidikan di wilayah Kecamatan Kraksaan.
Musran tersebut dihadiri Camat Kraksaan Puja Kurniawan selaku Ketua Majelis Pembimbing Ranting (Kamabiran) Gerakan Pramuka Kraksaan, Sekretaris Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Probolinggo Bahrul Ulum serta Ketua Kwarran Gerakan Pramuka Kraksaan periode sebelumnya Sofiah Hartuti.
Peserta musyawarah terdiri atas Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S), Ketua PGRI Kecamatan Kraksaan Sholehuddin, Ketua KKMI, Kamabigus serta Ketua Gugus Depan (Gudep) SD/MI, SMP/MTs dan SMA/SMK/MA se-wilayah Kwarran Gerakan Pramuka Kraksaan.
Usai terpilih, Ahmadi menyampaikan harapan agar kepengurusan baru dapat menjalankan amanah secara bersama-sama dengan melibatkan seluruh unsur Gerakan Pramuka di wilayah Kecamatan Kraksaan.
“Saya menekankan pentingnya membangun sinergi dengan gugus depan yang berada di bawah naungan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Probolinggo. Sebab Kwarran merupakan rumah bersama bagi seluruh anggota Gerakan Pramuka di tingkat kecamatan,” katanya.

Ahmadi berharap kepengurusan masa bhakti 2026-2029 tidak hanya berjalan secara administratif, tetapi benar-benar aktif dalam menjalankan berbagai program dan kegiatan kepramukaan. “Kepengurusan baru diharapkan mampu membawa Kwarran Gerakan Pramuka Kraksaan kembali meraih predikat sebagai Kwarran tergiat di Kabupaten Probolinggo,” terangnya.
Sebelumnya jelas Ahmadi, Kwarran Gerakan Pramuka Kraksaan pernah meraih prestasi tersebut. Pada tahun 2025, Kwarran Kraksaan menjadi tergiat pertama dan pada tahun 2026 berada di posisi tergiat kedua. “Target berikutnya adalah merebut kembali posisi tergiat pertama sekaligus mempertahankan prestasi tersebut secara konsisten,” harapnya.
Sementara Sekretaris Kwarcab Gerakan Pramuka Probolinggo Bahrul Ulum menekankan bahwa Musran harus menjadi momentum untuk menghadirkan perubahan nyata dalam Gerakan Pramuka.
Menurut Bahrul, Pramuka tidak sekadar dipahami sebagai organisasi, tetapi sebagai sebuah gerakan yang harus membawa perubahan dari kondisi sebelumnya menuju keadaan yang lebih baik. “Gerakan itu berpindah. Artinya berpindah dari yang kecil ke lebih besar, dari yang belum baik menjadi lebih baik. Jadi harus ada perubahan, makanya itu gerakan,” ujarnya.
Karena itu, ia berharap Musran tidak berhenti sebagai kegiatan formalitas atau sekadar memenuhi agenda organisasi. Setiap keputusan dan program yang dihasilkan harus memiliki langkah nyata serta memberikan dampak terhadap perkembangan Gerakan Pramuka.
“Harapannya, musyawarah ini dilaksanakan yang jelas tidak hanya sebagai simbolis atau formalitas, melainkan ada perubahan-perubahan, ada langkah-langkah yang nantinya akan membawa dampak perubahan,” tegasnya.

Bahrul Ulum menjelaskan, keberhasilan sebuah kegiatan kepramukaan dapat dilihat dari hasil yang dihasilkan. Untuk itu, setiap program perlu memiliki keluaran yang jelas serta dampak yang dapat dirasakan setelah kegiatan dilaksanakan. “Perubahan itu intinya harus ada yang namanya hasil. Hasil itu ada yang jelas, dalam kegiatan itu ada output, ada outcome. Jadi outcome itu hasilnya nanti seperti apa,” jelasnya.
Ia juga berharap seluruh pihak yang mendapatkan amanah melalui Musran dapat menjalankan tanggung jawab dengan sungguh-sungguh. Keputusan musyawarah diharapkan menjadi pijakan untuk meningkatkan kualitas pembinaan Gerakan Pramuka, khususnya dalam membentuk kepribadian peserta didik.
“Apapun yang menjadi keputusan di musran itu, harapannya menjadi amanah dan menjadi langkah baru dan langkah awal sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas, tentunya untuk kepribadian peserta didik utamanya dalam Gerakan Pramuka,” ungkapnya.
Lebih lanjut Bahrul Ulum mengingatkan aktivitas Gerakan Pramuka tidak hanya berorientasi pada pembinaan anggota. Berbagai kegiatan yang dilakukan juga harus mampu memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.
“Banyak kegiatan yang dilakukan di dalam kegiatan kepramukaan tentunya itu untuk berdampak kepada masyarakat, berbakti kepada masyarakat. Intinya harus dilakukan salah satunya untuk berbakti di masyarakat, bermanfaat untuk masyarakat pada akhirnya,” tambahnya.
Dengan terpilihnya kepengurusan baru, Musran Kwarran Gerakan Pramuka Kraksaan diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi seluruh gugus depan sekaligus meningkatkan kualitas kegiatan kepramukaan di Kecamatan Kraksaan. ***
Penulis : Syamsul Akbar
Editor : Tim Bromo Info
