Thursday, October 8, 2026
Depan > Kemasyarakatan > Nobar Timnas Indonesia di Alun-alun Kraksaan Jadi Wujud SAE Sosial Pemkab Probolinggo

Nobar Timnas Indonesia di Alun-alun Kraksaan Jadi Wujud SAE Sosial Pemkab Probolinggo

KRAKSAAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo menghadirkan suasana kebersamaan masyarakat melalui nonton bareng (nobar) final FIFA ASEAN Cup 2026 di Alun-alun Kraksaan, Senin (5/10/2026) malam.

Ribuan masyarakat dari Kecamatan Kraksaan dan sekitarnya memadati Alun-alun Kraksaan untuk memberikan dukungan kepada Timnas Indonesia yang menghadapi Thailand. Nobar tersebut menjadi bagian dari kebijakan Bupati Probolinggo dalam mewujudkan SAE Sosial, dengan menghadirkan pemerintah di tengah masyarakat melalui kegiatan yang membangun kebersamaan dan rasa kebangsaan.

Nobar tersebut dihadiri oleh Asisten Administrasi Umum Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo dr. Anang Budi Yoelijanto didampingi perwakilan Forkopimda, Kepala Diskominfo Hudan Syarifuddin, Inspektur Imron Rosyadi, Kepala DP3AP2KB A’at Kardono, Kepala Disnaker Saniwar serta sejumlah Kepala Perangkat Daerah di lingkungan Pemkab Probolinggo.

Asisten Administrasi Umum Sekda Kabupaten Probolinggo dr. Anang Budi Yoelijanto mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk implementasi kebijakan Bupati Probolinggo untuk mewujudkan SAE Sosial.

“Ini lahir dari kebijakan Bapak Bupati Probolinggo untuk mewujudkan SAE Sosial. Pemerintah daerah ingin hadir berada di tengah-tengah masyarakat, memperkuat rasa kebangsaan dengan kegiatan nobar,” katanya.

Menurut Anang, kehadiran pemerintah di tengah masyarakat tidak selalu diwujudkan melalui pembangunan fisik. Ruang kebersamaan dan interaksi masyarakat juga menjadi bagian penting dalam membangun daerah. “Membangun bukan hanya bicara fisik, namun membangun rasa dan membangun kebersamaan adalah bagian untuk wujudkan Probolinggo SAE,” tegasnya.

Sejumlah Kepala Perangkat Daerah berbaur bersama masyarakat dalam kegiatan nobar final FIFA ASEAN Cup 2026 di Alun-alun Kraksaan. (Foto : Ist)

Karena itu, nobar Timnas Indonesia tidak hanya dipandang sebagai kegiatan untuk menyaksikan pertandingan sepak bola bersama. Ribuan warga yang berkumpul dalam satu ruang menunjukkan adanya semangat kebersamaan yang tumbuh di tengah masyarakat.

“Dukungan terhadap Timnas Indonesia menjadi sarana untuk memperkuat rasa kebangsaan. Masyarakat dari berbagai latar belakang berkumpul, memberikan dukungan yang sama dan merayakan pertandingan sebagai sebuah momentum bersama,” terangnya.

Suasana semakin meriah dengan berbagai hiburan, kuis berhadiah dan doorprize yang disiapkan dalam kegiatan tersebut. Masyarakat tidak hanya menyaksikan pertandingan, tetapi juga mendapatkan ruang untuk berinteraksi dan menikmati kebersamaan.

Ketika pertandingan berlangsung, antusiasme warga semakin tinggi. Dukungan terhadap Timnas Indonesia terus terdengar dari Alun-alun Kraksaan, terlebih saat pertandingan memasuki momen-momen penting.

Indonesia sempat unggul 1-0, sebelum Thailand menyamakan kedudukan. Pertandingan kemudian berlanjut hingga babak tambahan waktu dan berakhir dengan skor 2-2 setelah 120 menit.

Penentuan juara akhirnya dilakukan melalui adu penalti. Indonesia berhasil memenangkan drama tersebut setelah empat eksekutornya sukses menjalankan tugas, sementara Thailand hanya mampu mencetak dua gol dari empat kesempatan.

Masyarakat Kecamatan Kraksaan dan sekitarnya melakukan nobar final FIFA ASEAN Cup 2026 di Alun-alun Kraksaan. (Foto : Kominfo/SW Wirawan)

Kemenangan Indonesia langsung disambut sorak-sorai ribuan warga yang memenuhi Alun-alun Kraksaan. Kegembiraan tersebut menjadi penutup rangkaian nobar yang sejak awal dibangun sebagai ruang kebersamaan masyarakat.

Bagi Pemkab Probolinggo, momentum tersebut memperlihatkan bahwa pembangunan daerah juga membutuhkan pendekatan sosial. Pemerintah tidak hanya hadir melalui program pembangunan dan pelayanan, tetapi juga melalui ruang interaksi yang mampu mempererat hubungan dengan masyarakat.

Konsep SAE Sosial yang dihadirkan melalui nobar tersebut sekaligus menempatkan kebersamaan sebagai bagian dari pembangunan Kabupaten Probolinggo. Dengan masyarakat dapat berkumpul, berinteraksi dan menunjukkan semangat kebangsaan bersama, kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk kehadiran pemerintah dalam membangun rasa memiliki terhadap daerah dan memperkuat solidaritas sosial masyarakat. ***

Penulis : Syamsul Akbar
Editor : Tim Bromo Info