Thursday, October 8, 2026
Depan > Pendidikan > IGABA Kabupaten Probolinggo Tingkatkan Kompetensi Guru Hadapi Era Digital

IGABA Kabupaten Probolinggo Tingkatkan Kompetensi Guru Hadapi Era Digital

KRAKSAAN – Ikatan Guru ‘Aisyiyah Bustanul Athfal (IGABA) Kabupaten Probolinggo memperkuat kompetensi guru Kelompok Bermain (KB) dan TK ‘Aisyiyah melalui kegiatan upgrading dengan mengangkat isu pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran anak usia dini.

Kegiatan bertema “Memanfaatkan Teknologi Menguatkan Pembelajaran yang Berpusat pada Anak” tersebut digelar di ruang pertemuan Tengger Kantor Bupati Probolinggo, Rabu (9/9/2026). Kegiatan diikuti guru KB dan TK ‘Aisyiyah se-Kabupaten Probolinggo.

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua PD ‘Aisyiyah Kabupaten Probolinggo Lasminingsih serta narasumber Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan PNF Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya) Kabupaten Probolinggo Amik Mutammimah.

Upgrading tersebut menjadi bagian dari upaya IGABA meningkatkan kualitas guru agar mampu mengikuti perubahan lingkungan belajar anak yang semakin dekat dengan teknologi digital. Penguatan kapasitas guru tidak hanya diarahkan pada kemampuan menggunakan teknologi, tetapi juga bagaimana memanfaatkannya secara tepat dan tetap menempatkan anak sebagai pusat pembelajaran.

Ketua PD ‘Aisyiyah Kabupaten Probolinggo Lasminingsih mengatakan pendidikan anak usia dini memiliki posisi strategis dalam membangun fondasi perkembangan anak. Karena itu, guru tidak hanya memiliki tugas mengembangkan kemampuan akademik, tetapi juga membentuk karakter, akhlak mulia, kemandirian dan kreativitas anak.

“Pendidikan Anak Usia Dini merupakan jenjang pendidikan yang sangat strategis dalam membentuk fondasi perkembangan anak. Perkembangan teknologi menuntut pendidik untuk terus meningkatkan kemampuan. Guru diharapkan mampu menciptakan pembelajaran yang kreatif, efektif dan menarik sekaligus tetap sesuai dengan kebutuhan anak,” ujarnya.

Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan PNF Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Amik Mutammimah memberikan materi dalam upgrading guru oleh IGABA Kabupaten Probolinggo. (Foto : Disdikdaya)

Ia menilai penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi bagian penting dalam mendorong perempuan berkemajuan. Karena itu, kegiatan upgrading menjadi ruang untuk mengingatkan sekaligus memperkuat kembali kompetensi para pendidik. “Dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas guru. Harapan kami setelah selesai upgrading ini ada perubahan ke arah yang lebih baik,” tambahnya.

Sementara Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan PNF Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Amik Mutammimah menjelaskan anak-anak PAUD saat ini tumbuh dalam lingkungan yang sangat dekat dengan teknologi digital.

“Kondisi ini membuat guru perlu memiliki kemampuan adaptasi yang lebih baik agar tidak tertinggal. Anak-anak PAUD generasi saat ini cenderung merupakan generasi kreatif digital. Mereka sejak kecil sudah akrab dengan teknologi, internet, handphone dan media sosial,” katanya.

Menurut Amik, anak-anak tersebut dapat dikategorikan sebagai native digital, sementara orang tua dan sebagian besar guru merupakan digital immigrant yang mengenal teknologi setelah memasuki usia dewasa.

Karena itu, guru dituntut meningkatkan literasi digital sekaligus memahami risiko penggunaan teknologi bagi anak. Teknologi tidak selalu memberikan dampak positif apabila penggunaannya tidak disertai pendampingan. “Anaknya sudah native digital, gurunya harus adaptive digital dan kebijakannya harus smart digital,” tegasnya.

Amik mengatakan pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran PAUD harus tetap berpusat pada anak. “Teknologi tidak boleh hanya menjadi pengganti metode pembelajaran lama, tetapi harus mampu mendorong anak lebih aktif, kreatif dan kritis,” lanjutnya.

Disdikdaya Kabupaten Probolinggo dan IGABA Kabupaten Probolinggo kolaborasi tingkatkan kompetensi guru. (Foto : Disdikdaya)

Lebih lanjut Amik menambahkan guru dapat memanfaatkan aplikasi edukatif, video, permainan interaktif hingga alat permainan edukatif berbasis teknologi. Salah satunya melalui penggunaan barcode pada alat permainan yang dapat menghadirkan suara atau informasi tertentu ketika dipindai.

“Ceramah guru bisa berubah menjadi belajar melalui bermain dan teknologi. Misalnya menggunakan barcode pada APE, ketika dipindai bisa muncul suara binatang. Jadi anak belajar sambil bermain,” jelasnya.

Namun, Amik mengingatkan teknologi tidak boleh menggantikan peran guru dan orang tua. Keduanya tetap menjadi pendamping sekaligus jembatan bagi anak dalam memahami informasi yang diperoleh dari dunia digital. “Orang tua atau guru menjadi pemantik dan penjembatan. Ketika menggunakan teknologi, anak diajak berpikir kritis dan tetap dalam pendampingan,” tuturnya.

Melalui kegiatan upgrading ini, IGABA Kabupaten Probolinggo diharapkan semakin siap meningkatkan kualitas guru KB dan TK ‘Aisyiyah. Kemampuan memanfaatkan teknologi secara bijak diharapkan dapat berjalan beriringan dengan penguatan karakter dan akhlak anak sejak usia dini. ***

Penulis : Syamsul Akbar
Editor : Tim Bromo Info