Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Sebagai persiapan akhir pelaksanaan Kraksaan Pawai Budaya 2022, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya) Kabupaten Probolinggo bersama sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait menggelar rapat koordinasi (rakor) di aula KH Agus Salim Disdikdaya Kabupaten Probolinggo, Kamis (18/8/2022) sore.
Kegiatan yang dipimpin oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Ahmad Hasyim Ashari ini juga melibatkan Polres Probolinggo, Polsek Kraksaan, Koramil Kraksaan dan CSR PT PJB UP Paiton.
“Kita berkumpul ini terkait dengan rencana pelaksanaan kegiatan Kraksaan Pawai Budaya yang akan dilaksanakan pada tanggal 20 Agustus 2022. Harapannya kegiatan ini tidak terlalu mengganggu pengguna jalan umum, khususnya di ruas jalan nasional,” kata Hasyim.
Kraksaan Pawai Budaya 2022 ini akan diikuti oleh 48 peserta dengan start di depan eks Kantor PMI Kabupaten Probolinggo di Jalan Wahidin Sudirohusodo. Peserta Kraksaan Pawai Budaya 2022 ini akan menempuh rute sejauh 2,5 km.
Setelah dilepas, peserta akan unjuk kebolehan selama 2 menit di depan tenda kehormatan. Selanjutnya peserta akan menyusuri Jalan Wahidin Sudirohusodo hingga Jalan Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Kemudian belok ke Jalan Imam Bonjol dan finish di pertigaan jalan depan Gereja Jawi Wetan Kelurahan Sidomukti.
“Untuk titik kumpul peserta dari jalan timurnya RS Graha Sehat hingga perempatan lampu merah SL Park. Nantinya jalan ini akan ditutup total. Tetapi untuk Jl. Dr Sutomo tetap akan dibuka karena disitu ada fasilitas umum Samsat dan rumah sakit, sehingga tidak mengganggu pelayanan kepada masyarakat,” jelas Hasyim.
Kraksaan Pawai Budaya yang mengambil tema “Pelangi Budaya Nusantara” ini akan dikawal oleh petugas keamanan gabungan sekitar 100 orang personil terdiri dari Polres Probolinggo, Polsek Kraksaan, Koramil Kraksaan, Dinas Perhubungan dan Satpol PP.
“Untuk petugas keamanan ini nantinya akan ditempatkan di titik-titik simpul rawan kemacetan menuju rute Kraksaan Pawai Budaya. Mulai dari pertigaan jalan timur RS Graha Sehat, pertigaan Stadion Gelora Merdeka, perempatan jalan selatan Samsat Kraksaan, Jalan Abdurrahman Wahid, Jalan Mayjen Panjaitan, pertigaan Sasana Krida Kraksaan hingga pertigaan garis finish,” terang Hasyim.
Menurut Hasyim, selama pelaksanaan Kraksaan Pawai Budaya berlangsung rute yang dilalui akan dibuat satu arah. Kendaraan roda empat dilarang untuk melewati jalur tersebut. “Intinya jalur yang dilalui Kraksaan Pawai Budaya ini akan dibuat satu arah agar tidak terjadi kemacetan,” ujar Hasyim.
Untuk mengurai kemacetan Hasyim mengharapkan peserta datang sesuai dengan nomor urut dan jadwal yang telah disusun. Untuk OPD nomor urut 2 hingga 11 akan diberangkatkan mulai pukul 08.00 dengan asumsi selesai pukul 10.00 WIB. Selanjutnya nomor 12 hingga 31 adalah peserta dari jajaran pendidikan diharapkan hadir mulai pukul 10.00 WIB dengan asumsi selesai pukul 14.00 WIB. Oleh karena itu, peserta umum dari desa dan kelurahan di Kecamatan Kraksaan dari nomor 32 hingga 48 diharapkan hadir mulai pukul 14.00 WIB.
“Itu asumsi waktu yang dibutuhkan supaya yang jadwalnya diberangkatkan pukul 14.00 WIB tidak datang pukul 07.00 WIB. Supaya tidak terlalu lama menunggu dan tidak menambah kemacetan. Nanti akan dibuatkan grup WA (WhattApp) panitia dan peserta untuk mempermudah komunikasi dan koordinasi,” tegas Hasyim.
Hasyim juga meminta kepada Camat Kraksan agar menghadirkan pelaku UMKM di sekitar titik kumpul agar bisa menggerakkan ekonomi masyarakat. Sebab sambil menunggu tentunya butuh makanan dan minuman.
“Harapannya Kraksaan Pawai Budaya ini tidak hanya bisa memberikan edukasi dan hiburan kepada masyarakat, tetapi juga mampu menggerakkan perekonomian masyarakat,” pungkasnya. (wan)
