Thursday, October 8, 2026
Depan > Pendidikan > Plt Bupati Timbul Buka Konkab PGRI

Plt Bupati Timbul Buka Konkab PGRI

Reporter : Syamsul Akbar
PROBOLINGGO – Plt Bupati Probolinggo Drs. HA. Timbul Prihanjoko secara resmi membuka pelaksanaan Konferensi Kabupaten (Konkab) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Probolinggo tahun 2021 di Gedung Joyolelono Kabupaten Probolinggo, Jum’at (5/11/2021).

Konkab PGRI yang mengambil tema “Mewujudkan PGRI Sebagai Organisasi Profesi dan Perannya Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Abad ke-21” ini akan dilaksanakan pada Jum’at dan Sabtu (5-6/11/2021) dengan agenda persidangan-persidangan serta pemilihan pengurus baru PGRI Kabupaten Probolinggo periode 2020-2025.

Pembukaan yang diikuti oleh pengurus dan anggota PGRI ini dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Probolinggo Fathur Rozi, Ketua PGRI Provinsi Jawa Timur Teguh Sumarsono serta perwakilan Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur wilayah Kabupaten/Kota Probolinggo.

Ketua PGRI Kabupaten Probolinggo Purnomo menyampaikan ucapan terima kasih atas perhatian yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Probolinggo dalam hal ini Dinas Pendidikan Kabupaten Probolinggo. Sebab selama ini sudah banyak kegiatan yang disinergikan oleh Dinas Pendidikan.

“Dengan adanya sinergi dan kolaborasi ini bagi PGRI sangat dinantikan. Mulai dari dialog pendidikan dan GTT (Guru Tidak Tetap) mendapatkan SK Bupati Probolinggo. Ini menjadi kado terbaik bagi PGRI. Termasuk juga perjuangan PGRI dalam membantu guru menjadi PPPK,” ujarnya.

Purnomo mengharapkan agar ke depan PGRI bisa semakin solid dan terus melakukan sinergi dengan semua pihak. Sebab sangat penting PGRI itu melakukan sinergi. Apalagi dengan banyaknya berdiri organsasi profesi.

“Ke depan mari berkompetisi untuk menuju PGRI yang lebih baik. Pengurus PGRI harus selalu menyajikan hal-hal yang diinginkan dan menyediakan apa yang menjadi kebutuhan guru. Guru tidak hanya diam begitu saja, tetapi hadir di tengah-tengah masyarakat,” tegasnya.

Sementara Ketua PGRI Provinsi Jawa Timur Teguh Sumarsono menyampaikan PGRI secara teritorial tidak mempunyai kewenangan dalam eksekusi anggaran, tetapi PGRI mempunyai moral dan dedikasi dalam memperjuangan guru.

“Saya titip dalam konferensi ini semua adalah guru. Hal ini harus dipertahankan karena ini adalah organisasi perjuangan karena kita memperjuangkan hak-hak guru dan martabat guru itu sendiri,” ungkapnya.

Teguh menyampaikan bahwa memimpin sebuah organisasi itu berat. Kadang masih salah apa yang sudah dituangkan dengan prosedur yang bagus masih menjadi suatu persoalan, bahkan ada yang menjadi persoalan hukum.

“Ini menjadi sebuah tantangan agar PGRI ke depan bisa lebih baik. Ke depan transparansinya harus dibangun dan kolaborasinya diletakkan untuk kepentingan bersama. Menjadi pengurus PGRI hanya diletakkan pada etika kita. Mari kita jadikan organisasi PGRI ini menjadi kekuatan yang utuh,” terangnya.

Sedangkan Plt Bupati Probolinggo Drs. HA. Timbul Prihanjoko mengatakan semua orang bisa sukses meraih cita-citanya karena peran penting seorang guru. PGRI sebagai wadah profesi guru mempunyai kewajiban moral dalam rangka meningkatkan sumber daya manusia, terutama yang berkaitan dengan indeks pendidikan di Kabupaten Probolinggo.

“PGRI harus maju secara professional. Misi seorang guru bukan hanya meningkatkan kualitas pendidikan saja, tetapi bagaimana indeks pendidikan di Kabupaten Probolinggo juga harus meningkat,” katanya.

Menurut Plt Bupati Timbul, selama ini perhatian dari Pemerintah Daerah terhadap guru sesuai dengan kemampuannya sudah maksimal. Tetapi bagaimana peran guru ini bisa lebih ditingkatkan lagi dalam hal meningkatkan indeks pendidikan,

“Ayo ke depannya kurangi retorika-retorika. Harapan dari Pemerintah Daerah, apa yang kita lakukan harus berbanding lurus dengan pengembangan pendidikan di Kabupaten Probolinggo. Kabupaten Probolinggo tidak kurang orang-orang cerdas yang bisa berbuat bagaimana meningkatkan indeks pendidikan di Kabupaten Probolinggo,” jelasnya.

Plt Bupati Timbul meminta kepada guru jangan hanya terpaku pada kegiatan rutin belajar mengajar saja. Namun bagaimana terus berinovasi mengangkat indeks pendidikan yang masih rendah. Sebab ini menjadi tanggung jawab bersama, termasuk PGRI. Sekarang sudah mulai bergeser paradigma dan tingkah laku para pelajar. Permasalahan murid saat ini berkaitan dengan akhlak.

“Semua orang yang ada ini adalah produk dari guru. Wajah anak kita ke depan sebenarnya menjadi tanggung jawab kita bersama. Namun saat ini sedikit-sedikit guru dilaporkan dan akhirnya guru menjadi terbelenggu. Ini harus diperjuangkan bersama,” terangnya.

Lebih lanjut Plt Bupati Timbul menegaskan sekarang ada pergeseran bagaimana pintar saja tidak cukup tapi akhlaknya tidak dilakukan. Pembangunan manusia itu tidak hanya kepintaran saja tetapi akhlaknya.

“Mari kembalikan perjuangan kepada ruh pendidikan yang memiliki kearifan lokal. Ini harus dilakukan bersama-sama antara pemerintah dan PGRI untuk mengurai permasalahan pendidikan di Kabupaten Probolinggo,” pungkasnya. (wan)