Reporter : Syamsul Akbar
PAJARAKAN – Sebanyak 28 Calon Guru Penggerak (CGP) dan 6 Pengajar Praktik (PP) di Kabupaten Probolinggo mengikuti lokakarya 3 Pendidikan Guru Penggerak angkatan 8 yang digelar oleh Balai Besar Guru Penggerak (BBGP) Provinsi Jawa Timur di SMPN 1 Pajarakan, Sabtu (19/8/2023).
Kegiatan yang mengambil tema “Peran Pemimpin Dalam Pembelajaran” ini terbagi dalam 2 kelas.Yakni, Kelas Probolinggo 1 dan Kelas Probolinggo 2. Lokakarya 3 ini dihadiri oleh Ketua Tim BBGP Jawa Timur Ahmadi serta Analis Kebijakan Muda pada Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan (Disdikdaya) Kabupaten Probolinggo Massajo selaku ketua panitia pelaksana.
Lokakarya kali ini merupakan proses belajar bagi CGP tentang penerapan pembelajaran berdiferensiasi dan sosial emosional yang memungkinkan guru untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran.
Dalam refleksi awal sebelum pembelajaran para PP, Ketua Tim BBGP Jawa Timur Ahmadi menyampaikan adanya hasil refleksi dari simulasi dan penerapan pembelajaran berdiferensiasi. Hasil refleksi dari praktik mindfulness dan integrasi 5 kompetensi sosial emosional dalam praktik mengajar. “Strategi berbagi pengalaman belajar dengan rekan sejawat mengenai pembelajaran,”ujarnya.
Sementara Analis Kebijakan Muda Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Massajo mengungkapkan tujuan dan indikator keberhasilan lokakrya 3 CGP Angkatan 8 diantaranya melalui pendampingan pembelajaran dalam kelas masing-masing yang dipandu oleh 3 PP diharapkan Calon Guru Penggerak mampu mendemonstrasikan pemahamannya tentang pembelajaran berdiferensiasi.
“Calon Guru Penggerak mampu mendemonstrasikan pemahaman mereka mengenai mindfulness dan integrasi 5 kompetensi sosial emosional dalam praktik mengajar serta Calon Guru Penggerak mampu merencanakan strategi berbagi dengan rekan sejawat mengenai pembelajaran berdiferensiasi dan kompetensi sosial emosional,” katanya.
Sementara pada sisi lain sebagai indikator keberhasilan lokakarya ini dapat digambarkan dengan kemampuan dan keyakinan para Calon Guru Penggerak tentang pembelajaran berdiferensiasi dan sosial emosional memungkinkan guru untuk bisa meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran, Calon Guru Penggerak mampu menghadirkan strategi penerapan pembelajaran berdiferensiasi dan kompetensi sosial emosional.
“Calon Guru Penggerak mampu mengimplementasikan strategi berbagi pengalaman belajar dengan rekan sejawat mengenai pembelajaran berdiferensiasi dan kompetensi sosial emosional. Diharapkan hasil belajar saat ini dapat berbagi ilmu dan pengalamannya dengan guru lain,” harapnya.
Lokakarya 3 saat ini tampak sekali semangat dan nuansa HUT ke-78 Kemerdekaan RI tercermin dari atribut yang dipakai mulai dari kontum Merdeka Belajar merah putih, logo bendera Merah Putih di Jasket/rompi PP dan CGP bahkan menggunakan asesoris di kepalanya merah putih. (wan)
