Sunday, May 19, 2024
Depan > Kesehatan > Plt Bupati Timbul Audiensi Bersama Dewan Pengawas RSUD Waluyo Jati Kraksaan

Plt Bupati Timbul Audiensi Bersama Dewan Pengawas RSUD Waluyo Jati Kraksaan

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Plt Bupati Probolinggo Drs. HA. Timbul Prihanjoko melakukan audiensi bersama dengan Dewan Pengawas dan manajemen RSUD Waluyo Jati Kraksaan, Rabu (6/10/2021) siang.

Kegiatan yang dilaksanakan di ruang pertemuan RSUD Waluyo Jati Kraksaan ini dihadiri oleh Ketua Dewan Pengawas dr. Widodo JP bersama dengan segenap jajaran Dewan Pengawas, Direktur RSUD Waluyo Jati Kraksaan dr. Hariawan Dwi Tamtama bersama segenap manajemen serta perwakilan dari Badan Keuangan Daerah dan Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Probolinggo.

Plt Bupati Probolinggo Drs.HA. Timbul Prihanjoko mengatakan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat maka harus dilakukan peningkatan SDM agar pengelolaan rumah sakit betul-betul professional. Selain tugas pelayanan sosial, professional sangat diperlukan baik oleh pihak rumah sakit maupun seluruh karyawan di dalamnya.

“Saya menyambu baik rencana pembukaan Poli Eksekutif yang sangat diperlukan untuk memenuhi keinginan dan tuntutan masyarakat. Sebab karakter masyarakat ada yang ingin pelayanan lebih dan adapula yang biasa-biasa saja. Jika semuanya sudah siap, maka tinggal menunggu eksen dari Poli Eksekutif,” katanya.

Menurut Plt Bupati Timbul, Poli Eksekutif ini merupakan sebuah etalase dari RSUD Waluyo Jati Kraksaan. Etalase ini harus dibuat semenarik mungkin dan memberikan kesan yang baik bagi masyarakat.

“Kalau etalasenya jelek, jangankan mau masuk, melihat saja sudah tidak mau. Namun jika etalasenya dikelola dengan sedemikian rupa, apa yang dikeluhkan oleh masyarakat akan terjawab dan semua pelayanan akan berjalan dengan baik, mulai dari pemasukan rumah sakit maupun peningkatan kesejahteraan SDM,” jelasnya.

Demi mewujudkan hal tersebut terang Plt Bupati Timbul, diperlukan adanya tim promosi yang kuat. Termasuk suasana rumah sakit harus dibuat semenarik mungkin dan ditata dengan baik supaya masyarakat bisa senang, tidak hanya pasien tetapi juga pendampingnya.

“Peningkatan SDM dan manajemen pelayanan perlu untuk terus dilakukan. Evaluasi secara berkala bagaimana cara melayani pasien dengan melihat langsung pasiennya. Hal ini tentunya akan memberikan kesan kepada masyatakat. Selain itu performanya harus selalu dijaga dengan baik. Untuk ruangan buatlah skala prioritas, apakah itu sebuah keinginan atau kebutuhan. Manfaatkan ruangan yang sudah ada dengan sebaik-baiknya,” tegasnya.

Sementara Ketua Dewan Pengawas RSUD Waluyo Jati Kraksaan dr. Widodo JP menyampaikan salah satu kriteria keberhasilan rumah sakit adalah tingkat kemandirian. Harapannya bisa terus menyertai staf rumah sakit menuju kemandirian.

“Capaian kita ini adalah berkat kerja keras dan semangat teman-teman yang ada di rumah sakit untuk selalu memajukan dan memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat Kabupaten Probolinggo,” ujarnya.

Menurutnya, Dewan Pengawas memberikan rekomendasi kepada manajemen untuk mempunyai program meningkatkan kembali kepercayaan terhadap pelayanan rumah sakit. Sebab selama ini ada kecemasan dan kekhawatiran dari masyarakat terhadap rumah sakit.

“Mohon dibuat program khusus supaya masyarakat tidak cemas dan tidak khawatir lagi datang ke rumah sakit. Sesegera mungkin menyelesaikan penataan zona rumah sakit. Harus jelas penataan zona baik zona merah untuk penyakit menular maupun hijau area aman bagi petugas dan masyarakat,” terangnya.

Sedangkan Direktur RSUD Waluyo Jati Kraksaan dr. Hariawan Dwi Tamtama mengungkapkan RSUD Waluyo Jati Kraksaan merupakan Unit Organisasi Bersifat Khusus (UOBK) pada Dinas Kesehatan berdasarkan Perbup Nomor 19 Tahun 2021 pada tanggal 15 Maret 2021.

“RSUD Waluyo Jati Kraksaan merupakan rumah sakit kelas B berdasarkan Surat Keputusan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Jawa Timur pada tanggal 25 Juni 2021,” ungkapnya.

Hariawan menerangkan SDM yang ada di RSUD Waluyo Jati Kraksaan berjumlah 678 orang terdiri dari dokter umum, dokter gigi, dokter spesialis, perawat, perawat gigi, bidan, apoteker, struktural, tenaga kesehatan lainnya dan administrasi. “Komposisi SDM RSUD Waluyo Jati Kraksaan terbanyak adalah PNS sebesar 323 orang atau 47,64%,” jelasnya.

Menurut Hariawan, jumlah tempat tidur yang ada di RSUD Waluyo Jati Kraksaan mencapai 258 tempat tidur. Jumlah kunjungan pada semester 1 tahun 2021 mencapai 32.448 orang. Kunjungan ini terbagi dalam kunjungan pasien Covid-19 dan pasien non Covid-19. Pemanfaatan tempat tidur untuk bulan September 2021 untuk ruang non Covid-19 mencapai 21,89% dan non Covid-19 mencapai 21,50%.

“Untuk komplain dari masyarakat tahun 2021 terkait pelayanan mencapai 10 buah, fasilitas 2 buah dan tidak ada komplain terkait sistem/kebijakan. Number of complain masih memenuhi standar (< 0,18%) dan semua pengaduan telah dilakukan tindak lanjut oleh rumah sakit,” tegasnya.

Hariawan menambahkan bahwa RSUD Waluyo Jati Kraksaan akan membuka Poli Eksekutif yang rencana operasional pada semester 1 tahun 2022. “Poli ini merupakan pengembangan telemedicine untuk peningkatan kesejahteraan karyawan rumah sakit. Selain itu memberikan alternatif pelayanan pada pasien serta pengembangan layanan home care,” pungkasnya. (wan)