Thursday, October 8, 2026
Depan > Pendidikan > Bimtek Guru PAUD, Kader Posyandu dan PKK se-Kecamatan Besuk Perkuat PAUD HI dan Pencegahan Stunting

Bimtek Guru PAUD, Kader Posyandu dan PKK se-Kecamatan Besuk Perkuat PAUD HI dan Pencegahan Stunting

BESUK – Penguatan layanan anak usia dini dan pencegahan stunting di Kecamatan Besuk Kabupaten Probolinggo didorong melalui kolaborasi guru PAUD, kader Posyandu dan kader PKK. Kolaborasi tersebut diperkuat melalui bimbingan teknis (bimtek) penyelenggaraan Pendidikan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUD HI) dan pencegahan stunting.

Kegiatan yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya) Kabupaten Probolinggo itu berlangsung di gedung KPRI Sejahtera Kecamatan Besuk, Selasa (22/9/2026).

Bimtek dibuka Camat Besuk Handik Hariyanto dan menghadirkan Kepala Puskesmas Bago sebagai narasumber utama. Sekitar 100 peserta mengikuti kegiatan tersebut. Mereka terdiri dari guru PAUD, kader Posyandu dan kader PKK dari seluruh desa di Kecamatan Besuk.

Bimtek diarahkan tidak hanya pada peningkatan kapasitas peserta, tetapi juga memperkuat sinergi antar unsur yang memiliki peran dalam mendukung tumbuh kembang anak. Edukasi, pola asuh, kesehatan, perlindungan serta pemenuhan kebutuhan gizi menjadi bagian yang saling berkaitan dalam pelaksanaan PAUD HI.

Analis Kebijakan Ahli Muda Disdikdaya Kabupaten Probolinggo sekaligus PIC teknis bimtek Massajo menekankan pentingnya sinergi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Menurutnya, Disdikdaya, Dinas Kesehatan, DP3AP2KB dan TP PKK Kabupaten Probolinggo perlu bergerak bersama agar program PAUD HI dan pencegahan stunting dapat memberikan dampak nyata.

Analis Kebijakan Muda Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Massajo memberikan materi dalam bimtek penyelenggaraan Pendidikan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUD HI) dan pencegahan stunting. (Foto : Disdikdaya)

“Ketika OPD bergerak bersama, hasilnya lebih baik, terarah dan bisa dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama dalam memastikan anak usia dini dapat terpenuhi kebutuhan esensial meliputi pendidikan, pola asuh, perlindungan, tumbuh kembang, sehat, cerdas dan bebas stunting,” ujarnya.

Selain penguatan PAUD HI, peserta mendapatkan materi mengenai pemanfaatan pangan lokal sebagai bagian dari upaya memenuhi kebutuhan gizi keluarga. Kepala Puskesmas Bago drg. Kimawaty Any Marsudi memperkenalkan konsep “Kebun Gizi” yang dapat diterapkan dengan memanfaatkan lahan di sekitar masyarakat.

“Kebun Gizi merupakan pemanfaatan lahan atau pekarangan untuk menanam tanaman pangan yang dapat mendukung kebutuhan gizi keluarga. Pengembangannya tidak harus menggunakan lahan luas karena dapat dilakukan di pekarangan rumah, sekolah, lingkungan RT/RW, lahan desa maupun menggunakan pot dan polybag,” ungkapnya.

Sejumlah tanaman yang dapat dikembangkan antara lain bayam, kangkung, kelor, tomat, cabai, terong, kacang panjang, pisang, pepaya dan kacang-kacangan. Pemilihan tanaman dapat disesuaikan dengan kondisi tanah, iklim, luas lahan serta kebiasaan konsumsi keluarga.

“Dengan memanfaatkan pangan yang tersedia di lingkungan sekitar, kebutuhan bahan pangan bergizi diharapkan dapat lebih mudah dipenuhi. Pangan bergizi tidak selalu harus mahal,” pesannya.

Guru PAUD, kader Posyandu dan kader PKK dari seluruh desa di Kecamatan Besuk mengikuti bimtek PAUD HI dan pencegahan stunting. (Foto : Disdikdaya)

Sementara Camat Besuk Handik Hariyanto menegaskan dukungan kecamatan terhadap pelaksanaan PAUD HI dan percepatan penurunan stunting. Upaya tersebut membutuhkan keterlibatan berbagai pihak mulai dari sekolah, Posyandu, PKK, puskesmas hingga pemerintah desa.

“Dengan gerakan bersama ini, kita ingin memastikan setiap anak di Kecamatan Besuk mendapat gizi yang cukup, stimulasi yang baik dan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang optimal,” tuturnya.

Bimtek tersebut kemudian diarahkan pada langkah tindak lanjut di tingkat desa. Peserta berkomitmen mengintegrasikan materi gizi dan Kebun Gizi dalam kegiatan rutin PAUD dan Posyandu.

Pendampingan pembuatan Kebun Gizi di masing-masing desa juga menjadi rencana lanjutan. Melalui langkah tersebut, edukasi mengenai gizi diharapkan tidak berhenti di ruang bimtek, tetapi dapat diterapkan secara langsung oleh guru, kader dan keluarga dalam mendukung tumbuh kembang anak serta pencegahan stunting di Kecamatan Besuk. ***

Penulis : Syamsul Akbar
Editor : Tim Bromo Info