Monday, September 27, 2021
Depan > Kesehatan > Vaksinasi Dosis 2 Bagi Pelayan Publik Capai 12.375 Orang

Vaksinasi Dosis 2 Bagi Pelayan Publik Capai 12.375 Orang

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 tahap 2 dosis 2 bagi pelayan publik di Kabupaten Probolinggo hingga Jum’at, 19 Maret 2021 pukul 17.00 WIB sudah mencapai 12.375 orang atau 66,9% dari total sasaran berdasarkan vaksin 18.500 orang.

“Pelayan publik yang sudah divaksin Covid-19 tahap 2 dosis 2 ini adalah mereka yang sudah lulus dari skrining di meja 2. Jumlahnya mencapai 12.375 orang atau 66,9%,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo Mujoko.

Dari hasil skrining di meja 2 tersebut jelas Mujoko, pelayan publik yang ditunda vaksin 111 orang atau 0,6% dan batal vaksin 8 orang atau 0,0%. “Mereka ditunda bisa saja karena ada beberapa penyakit ringan seperti flu, batuk dan lain sebagainya. Tetapi kalau keluhannya sudah sembuh, maka vaksin dosis 2 akan diberikan. Bagi yang batal diberikan karena adanya kontra indikasi penyakit,” jelasnya.

Vaksinasi Covid-19 tahap 2 dosis 2 bagi pelayan publik ini dilakukan di 33 puskesmas dan 6 rumah sakit (RSUD Waluyo Jati Kraksaan, RSUD Tongas, RS Graha Sehat, RSIA Fatimah, RS Wonolangan dan RS Rizani) di Kabupaten Probolinggo.

“Capaian vaksinasi Covid-19 tahap 2 dosis 2 berada di Puskesmas Sukapura sebesar 160 orang atau 94,1% dari total sasaran berdasarkan vaksin 170 orang dan RSUD Waluyo Jati Kraksaan sebesar 612 orang atau 94,2% dari total sasaran berdasarkan vaksin 650 orang,” jelasnya.

Menurut Mujoko, capaian penyuntikan vaksinasi dosis ke-2 pada tahap dua bagi pelayan publik sampai saat ini masih sesuai dengan harapan. Karena capaian penyuntikan dosis ke-2 ini tidak bisa lepas dengan jadwal dan interval yang telah ditentukan saat penyuntikan dosis pertama.

“Jadi pada prinsipnya, target penyuntikan dosis ke-2 akan seiring dengan capaian dosis pertama, karena sasaran orangnya sama, kecuali saat skrining ada kontra indikasi penyakit yang mengharuskan dosis ke-2 tidak diberikan,” pungkasnya. (wan)