Thursday, October 8, 2026
Depan > Kemasyarakatan > Tinjau Perbaikan Pintu Sentrifugal Dam, Bupati Haris Tekankan Edukasi Pengelolaan Sampah

Tinjau Perbaikan Pintu Sentrifugal Dam, Bupati Haris Tekankan Edukasi Pengelolaan Sampah

KRAKSAAN – Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris meninjau langsung progres perbaikan pintu sentrifugal dam pasca bencana di Desa Alassumur Kulon Kecamatan Kraksaan, Rabu (1/4/2026). Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan percepatan penanganan infrastruktur yang terdampak sekaligus mendorong peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah.

Kunjungan tersebut didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Abdul Ghafur, Kepala Dinas PUPR Hengki Cahjo Saputra, Kepala Pelaksana BPBD Oemar Sjarief, Kepala Dinas Perkim Agus Budianto, Kepala Dishub Edy Suryanto, Kepala Dinas Sosial Rachmad Hidayanto, Kepala Satpol PP Taufik Alami serta Kepala Dinas Kominfo Hudan Syarifuddin.

Kehadirannya di lokasi perbaikan pintu sentrifugal dam disambut oleh Camat Kraksaan Puja Kurniawan, Kepala Desa Alassumur Kulon Suhud bersama Perangkat Desa bersama sejumlah petugas Dinas PUPR dan BPBD Kabupaten Probolinggo serta masyarakat terdampak jebolnya Dam tersebut.

Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris melihat dari dekat tumpukan sampah di pintu sentrifugal dam di Desa Alassumur Kulon Kecamatan Kraksaan. (Foto : Kominfo/ Syamsul Akbar)

Di lokasi, Bupati Haris melihat langsung kondisi pintu air sentrifugal yang jebol serta saluran air yang terputus akibat tanahnya tergerus arus. Sekaligus menyerahkan bantuan sosial (bansos) dari Baznas Kabupaten Probolinggo, BPBD Kabupaten Probolinggo dan Dinsos Kabupaten Probolinggo kepada masyarakat terdampak.

Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris mengatakan kerusakan dam tidak hanya disebabkan faktor usia bangunan yang sudah tua, tetapi juga karena persoalan sampah yang menyumbat aliran air. Oleh karena itu pentingnya edukasi kepada masyarakat agar lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan.

“Dam ini memang sudah cukup tua, bahkan sejak zaman Belanda. Namun salah satu penyebab kerusakan juga karena sampah yang menyumbat hingga akhirnya pintu dam jebol. Ini yang harus menjadi perhatian bersama,” ujarnya.

Bupati Haris menyebut dampak kerusakan dam tersebut cukup luas, termasuk terhadap lahan pertanian yang terdampak hingga sekitar 172 hektare. “Percepatan perbaikan menjadi prioritas agar aktivitas masyarakat dapat segera kembali normal,” jelasnya.

Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris melihat kondisi saluran irigasi yang terputus karena tergerus banjir. (Foto : Kominfo/Haryo Rusdianto Susilo)

Menurut Bupati Haris, Pemerintah Daerah akan mempercepat proses asesmen dan penyaluran bantuan kepada masyarakat terdampak bencana. Ke depan, diharapkan penanganan dapat dilakukan lebih cepat, bahkan dalam waktu kurang dari tiga hari setelah kejadian.

“Kita ingin sistem penanganan bencana ini lebih cepat. Ketika ada kerusakan, bantuan bisa segera disalurkan dalam waktu singkat. Namun tetap harus melalui prosedur yang sesuai dengan aturan,” jelasnya.

Selain perbaikan fisik, Bupati Haris juga mendorong Pemerintah Desa untuk aktif memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya pengelolaan sampah. Harapannya kesadaran kolektif ini dapat mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang.

“Peran desa sangat penting dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat. Jangan anggap remeh masalah sampah, karena dampaknya bisa besar seperti yang terjadi saat ini,” tegasnya.

Petugas Dinas PUPR Kabupaten Probolinggo membersihkan tumpukan sampah di pintu sentrifugal dam di Desa Alassumur Kulon Kecamatan Kraksaan. (Foto : Kominfo/Syamsul Akbar)

Melalui peninjauan ini, Pemerintah Kabupaten Probolinggo berkomitmen mempercepat pemulihan infrastruktur sekaligus memperkuat edukasi lingkungan sebagai langkah pencegahan bencana di masa depan. ***

Penulis : Syamsul Akbar
Editor : Tim Bromo Info