Saturday, April 13, 2024
Depan > Pemerintahan > Tim Kemendagri Tinjau Musdes dan Pembagian BLT-DD Kemiskinan Ekstrem

Tim Kemendagri Tinjau Musdes dan Pembagian BLT-DD Kemiskinan Ekstrem

Reporter : Mujiono
TONGAS – Sebanyak 25 desa yang berada di 5 (lima) kecamatan di Kabupaten Probolinggo menjadi sasaran program percepatan pengentasan kemiskinan ekstrem dari pemerintah pusat. Bahkan masyarakat yang ada desa-desa tersebut menjadi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) kemiskinan ekstrem untuk menerima Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD).

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI melalui Staf Khusus Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Bidang Politik dan Media Kastorius Sinaga didampingi Direktur Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan Ditjen Dukcapil Kemendagri Erikson P. Manihuruk berkunjung ke Kabupaten Probolinggo untuk melihat Musyawarah Desa (Musdes) penetapan KPM BLT DD di Desa Curah Dringu dan pembagian BLT DD di Desa Tongas Kulon Kecamatan Tongas, Jum’at (3/12/2021).

Sebelum menuju ke lokasi, rombongan tim monitoring Kemendagri ini terlebih dahulu melakukan koordinasi di Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Probolinggo.

Kedatangan rombongan tim monitoring Kemendagri ini disambut oleh Kepala Dispendukcapil Kabupaten Probolinggo Munaris serta Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Probolinggo Edy Suryanto.

Untuk anggaran tahun 2021 ini, KPM yang tergolong kemiskinan ekstrem berada di 25 desa di 5 (lima) kecamatan. Yakni, Kecamatan Tongas, Krucil, Maron, Tongas, Pakuniran dan Gading. Bantuan BLT-DD dengan anggaran tahun 2021 disalurkan untuk bulan Oktober, Nopember dan Desember sejumlah Rp 900.000,00 per KPM yang diberikan pada bulan Desember 2021.

Usai diterima di Kantor Dispendukcapil Kabupaten Probolinggo, rombongan tim monitoring Kemendagri RI langsung menuju ke Balai Desa Curah Dringu untuk melihat musdes penetapan KPM penerima BLT DD dan Desa Tongas Kulon Kecamatan Tongas untuk melihat pembagian BLT DD program percepatan pengentasan kemiskinan ekstrem.

Berdasarkan data yang ada di Desa Curah Dringu dan Tongas Kulon, KPM di Desa Curah Dringu yang dinyatakan benar-benar miskin ekstrem dan disetujui berjumlah 8 (delapan) KPM. Sementara di Desa Tongas Kulon sebanyak 15 KPM.

Staf Khusus Mendagri Bidang Politik dan Media Kastorius Sinaga menjelaskan dalam melakukan monitoring dan evaluasi data KPM kemiskinan ekstrem di Dispendukcapil Kabupaten Probolinggo telah terselesaikan pendataannya dengan baik dan tepat sasaran. Ini hanya tinggal penyaluran dana BLT-DD kepada tiap-tiap penerima.

“Bantuan Langsung Tunai Dana Desa ini diberikan kepada keluarga miskin yang berada pada kelompok 10% penduduk miskin terbawah atau paling miskin dan paling kurang sejahtera dalam data penerima BLT Dana Desa atas Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 162 Tahun 2021. Proses penyaluran BLT-DD dari bulan Oktober hingga Desember dicairkan sekaligus pada bulan Desember,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, tim dari Kemendagri RI bersama sejumlah pejabat OPD terkait di lingkungan Pemkab Probolinggo mengunjungi tempat tinggal Muniah sekaligus menyerahkan BLT-DD di Dusun Klumprit Desa Tongas Kulon Kecamatan Tongas Kabupaten Probolinggo. Muniah sendiri merupakan salah satu KPM yang tergolong miskin ektrem. (y0n)