Thursday, September 23, 2021
Depan > Kemasyarakatan > Target Ekspor Sendiri, Fasilitasi Penerbitan Sertifikat HACCP Bawang Hunay

Target Ekspor Sendiri, Fasilitasi Penerbitan Sertifikat HACCP Bawang Hunay

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Produk olahan bawang merah merk “Hunay” saat ini telah merambah pasar ekspor dengan tujuan Negara Jepang. Akan tetapi kapasitas ekspor yang dilakukan masih sangat terbatas. Sebab produk dari UD Dua Putri Solehah dari Desa Tegalrejo Kecamatan Dringu ini masih menggunakan pihak ketiga untuk melakukan ekspornya.

“Ibaratkan sebuah rumah, produk bawang Hunay ini hanya sebuah kamar kecil, sehingga tidak mampu berbuat lebih banyak lagi. Jika nanti sudah memiliki rumahnya, maka Hunay bisa melebarkan sayapnya untuk melakukan ekspor sendiri dengan kapasitas besar,” kata Plt Kepala Disperindag (Dinas Perindustrian dan Perdagangan) Kabupaten Probolinggo Moch. Natsir.

Salah satu upaya yang dilakukan oleh Disperindag adalah dengan memfasilitasi penerbitan dokumen dan sertifikasi Hazard Anaysis Critical Control Point (HACCP) yang menjadi syarat utama perdagangan ekspor.

“Jika sudah memiliki sertifikat HACCP, produk bawang Hunay sudah bisa untuk ekspor sendiri. Tetapi untuk mendapatkan sertifikat HACCP tersebut, tentunya ada sejumlah tahapan yang harus dilalui,” jelasnya.

Sebagai langkah awal, Disperindag telah menjembatani komunikasi antara Disperindag Provinsi Jawa Timur dan Sucofindo selaku konsultan yang menerbitkan dokumen HACCP tersebut.

“Alhamdulillah, kami sudah mendatangi Sucofindo. Tim Sucofindo juga datang ke gerai UD Dua Putri Solehah untuk melihat dari dekat proses produksi yang dilakukan. Seperti produk harus bersih, bersentuhan dengan tangan apa tidak serta jaminan produk itu layak. Paling cepat 2 bulan sertifikat itu sudah bisa diterbitkan, tetapi kami meminta satu bulan selesai,” terangnya.

Apabila sertifikat HACCP itu telah keluar terag Natsir, maka pihaknya akan ke Surabaya dan Jakarta untuk melakukan koneksi dengan Direktur Perdagangan Luar Negeri sehingga ke depannya ekspor tidak melalui pihak ketiga lagi.

“Dengan adanya sertifikat HACCP ini maka produk bawang Hunay bisa ekspor ke pasar internasional. Jadi tujuan ekspornya tidak hanya ke Jepang saja. Targetnya pada bulan Nopember 2021, produk bawang Hunay sudah bisa ekspor sendiri,” ujarnya.

Natsir menyebutkan produksi bawang merah di Kabupaten Probolinggo mencapai 84,54 ribu ton. Tentunya potensi yang melimpah ini sangat disayangkan kalau tidak dimanfaatkan sebagai bahan baku untuk pasar ekspor.

“Kalau sudah bisa ekspor sendiri, rencananya produk yang ditawarkan bukan lagi bawang goreng, tetapi berupa bawang merah original. Dimana bawang merah ini diiris-iris dan dioven. Setelah itu diekspor dalam bentuk bawang merah original. Sebab permintaan akan bawang merah original ini sangat tinggi sekali di pasar internasional,” tegasnya.

Kedepannya apabila semua dokumen dan sertifikat HACCP ini telah terbit, maka Natsir mengaku akan langsung menghubungi para ITPC (Indonesian Trade Promotion Center) yang mengurusi ekspor di berbagai negara. Dimana Kemendag RI memiliki data base yang bisa kita akses melalui ITPC terkait negara mana saja yang sedang membutuhkan produk bawang merah.

“Kami berharap agar bawang merah Hunay ini bisa segera memiliki sertifikat HACCP sehingga produknya bisa diekspor ke seluruh dunia. Dengan terbitnya sertifikat HACCP ini tentu akan menjadi pintu bagi produk-produk lain di Kabupaten Probolinggo supaya bisa ekspor ke pasar internasional,” tambahnya.

Tidak hanya itu, pihaknya juga akan mendaftarkan produk bawang merah Hunay untuk mendapatkan Sertifikat CHSE (Cleanliness, Health, Safety & Environment Sustainability) atau kebersihan, kesehatan, keselamatan dan kelestarian lingkungan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI.

“Sertifikat CHSE ini merupakan proses pemberian sertifikat kepada usaha pariwisata, usaha/fasilitas lain terkait, lingkungan masyarakat dan destinasi pariwisata secara gratis. Setidaknya nanti produk bawang Hunay bisa masuk dalam daftar database Kemenparekraf RI,” pungkasnya. (wan)