Reporter : Syamsul Akbar
PAITON – Dalam rangka mengenalkan sekolah ke wilayah zonasi, SMP Negeri 1 Paiton Kecamatan Paiton menggelar “Math & Science Competition dan Puncak Tema P5”, Kamis (23/2/2023).
“Intinya hari ini ada 2 kegiatan yaitu Puncak Tema P5 pelaksanaan dari implementasi Kurikulum Merdeka untuk kelas VII. Kedua kompetisi untuk anak-anak SD/MI se-Kecamatan Paiton serta SD/MI dari Kecamatan Kotaanyar dan Pakuniran dalam rangka untuk menjaring calon siswa baru pelaksanaaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun yang akan datang,” kata Kepala SMPN 1 Paiton Sugito.
Menurut Sugito, kegiatan ini dipilih karena anak-anak SD ini menjadi sasaran dan berasa di wilayah zonasi SMPN 1 Paiton. Tentu ada 2 (dua) cara yang dilakukan untuk melaksanakan PPDB. Yakni sosialisasi oleh panitia dalam hal ini guru-guru dengan turun ke SD dan MI dengan meminta waktu kepada para wali kelsa 6.
“Kemudian setelah kami berkunjung ke SD dan MI, gentian hari ini SD dan MI kami undang kesini bersama-sama dalam rangka untuk sosialisasi mengenalkan SMPN 1 Paiton ke wilayah zonasi kita,” jelasnya.
Sugito menjelaskan kegiatan olimpiade ini dipilih agar bisa menjaring siswa baru dari sisi akademik. Yang non akademik tentu bisa dilakukan tetapi salah satu alasannya adalah kendala waktu.
“Ini saja mengatur sedemikian rupa supaya sebelum puasa sudah selesai sehingga yang dipilih sifatnya akademik karena praktis dan nilainya langsung jadi dalam satu kesatuan waktu,” terangnya.
Lebih lanjut Sugito menerangkan kegiatan ini untuk mengenalkan dan menjaring siswa yang mempunyai prestasi akademik untuk bisa direkrut sebagai calon siswa baru. “Kita nantinya memberikan reward berupa sertifikat, piagam penghargaan hingga uang pembinaan dan voucher bagi juara 1, 2, 3, harapan 1, harapan 2 dan harapan 3. Voucher bisa ditukarkan dalam bentuk seragam. Satu-satunya biaya yang ada di SMPN 1 Paiton ini hanya seragam. Itupun kalau wali murid sepakat,” tegasnya.
Sugito menegaskan total pagu di SMPN 1 Paiton sebanyak 6 kelas. Jika penuh maka totalnya mencapai 192 siswa. Sementara ini hasil kunjungan guru-guru ke SD/MI itu tercatat 154 siswa dan masih kurang dari total pagu.
“Memang kami akui bahwasanya kompetisi untuk memperoleh sekolah di Kecamatan Paiton banyak. Belajar tahun sebelumnya pagunya berkurang, kemarin 6 kelas mestinya 192 siswa bisa terpenuhi. Namun pagu 6 itu jumlahnya sedikit,” ujarnya.
Titik poin dari kegiatan tersebut terang Sugito adalah menjaring siswa dari sisi akademik. Dengan datang sendiri ke SMPN 1 Paiton, peserta baik siswa maupun guru-guru yang mendampingi siswa bisa melihat apa yang dimiliki termasuk peralatan untuk digitalisasi yang menjadi salah satu tujuan di SMPN 1 Paiton.
“Harapannya, kami bisa lebih melayani dari keberadaan anak-anak yang ada disini, tentu tidak hanya akademik tetapi juga non akademik. Sebagai contoh voli di sekolah kami dalam berbagai kejuaraan laki-laki maupun perempuan bisa juara 1. Termasuk kegiatan religi berupa ekstra wajib tahfidz bekerja sama dengan mahasiswa Unzah Kraksaan,” tambahnya.
Terkait dengan Puncak Tema P5 Sugito menerangkan banyak kreasi-kreasi dari anak-anak dibawah bimbingan semua guru yang menggambarkan kebhinnekaan Indonesia sebagai bagian dari profil Pelajar Pancasila. Dari awal ada tampilan-tampilan mewakili budaya-budaya seluruh Indonesia. Dimensinya salah satunya berkebhinnekaan.
“Untuk Kurikulum Merdeka memang agak baru. Dalam satu tahun kita ada 3 tema. Tema 2 ini kita akhiri pekan ini. Nanti ke depan sudah ganti tema satunya lagi. Ini tema Bhinneka Tunggal Ika,” pungkasnya. (wan)
