Thursday, October 8, 2026
Depan > Kemasyarakatan > Sholawat Kebangsaan dan Tabheg Molod Satukan Semangat Religius dan Nasionalisme di Kecamatan Krejengan

Sholawat Kebangsaan dan Tabheg Molod Satukan Semangat Religius dan Nasionalisme di Kecamatan Krejengan

KREJENGAN – Semangat religius dan nasionalisme berpadu dalam kegiatan Sholawat Kebangsaan dan Tabheg Molod yang digelar Kecamatan Krejengan untuk memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dan Maulid Nabi Muhammad SAW, Rabu (26/8/2026) malam.

Mengusung tema “Meneladani Akhlak Rasul, Mengisi Kemerdekaan Indonesia”, kegiatan tersebut berlangsung khidmat sekaligus penuh kebersamaan. Momentum ini menjadi ruang bagi masyarakat untuk memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus memaknai kemerdekaan melalui semangat persatuan dan kerukunan.

Kegiatan dihadiri Camat Krejengan Andi Wiroso beserta jajaran Pemerintahan Kecamatan Krejengan, Kapolsek Krejengan, Danramil Krejengan, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Probolinggo Syamsul Huda yang mewakili Bupati Probolinggo serta para kepala desa dan perangkat desa se-Kecamatan Krejengan.

Camat Krejengan Andi Wiroso menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung dan menghadiri kegiatan tersebut. Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW hendaknya tidak berhenti pada seremonial, tetapi menjadi momentum untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW.

“Kami ucapkan terima kasih kepada para hadirin sekalian yang sudah berkenan hadir. Di bulan yang penuh keberkahan ini, semoga kita bukan hanya memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW, tetapi juga dapat meneladani akhlak dan perilaku Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Andi menilai perpaduan kegiatan keagamaan dengan peringatan kemerdekaan memiliki pesan penting bagi kehidupan masyarakat. Semangat kebangsaan dapat diperkuat melalui nilai-nilai persaudaraan, kepedulian dan keteladanan yang diajarkan Rasulullah SAW. “Kami harap kegiatan seperti ini dapat kita laksanakan dengan istiqomah di setiap tahunnya,” tambahnya.

Sementara Kepala Bagian Kesra Setda Kabupaten Probolinggo Syamsul Huda mengajak masyarakat menjadikan Maulid Nabi Muhammad SAW dan HUT Kemerdekaan sebagai momentum memperkuat kecintaan terhadap agama dan negara.

“Mencintai Rasulullah berarti mencintai akhlaknya. Mencintai negara berarti menjaga persatuan dan mengisi kemerdekaan dengan penuh kegembiraan dan kerukunan,” ungkapnya.

Menurut Syamsul, keteladanan Rasulullah SAW dapat menjadi pijakan dalam membangun kehidupan masyarakat yang amanah, saling menghormati dan memiliki kepedulian terhadap sesama. Harapannya nilai-nilai tersebut tidak hanya diterapkan dalam kehidupan pribadi, tetapi juga menjadi semangat bersama dalam membangun daerah.

“Semoga dengan meneladani Rasulullah SAW, kita mampu menjadi pribadi yang semakin amanah dan bermanfaat serta menjadi bagian dari masyarakat yang terus berkontribusi untuk kemajuan Kabupaten Probolinggo,” harapnya.

Kegiatan Sholawat Kebangsaan dan Tabheg Molod tersebut menjadi gambaran bahwa semangat religius dan nasionalisme dapat berjalan beriringan. Keteladanan Rasulullah SAW diharapkan mampu memperkuat persaudaraan dan kerukunan, sementara semangat kemerdekaan menjadi dorongan bagi masyarakat untuk terus memberikan kontribusi positif bagi pembangunan daerah. ***

Penulis : S. W. Wirawan
Editor : Tim Bromo Info