Depan > Kemasyarakatan > Sertifikat ISO 9001:2000 Pengelola SRG Alassumur Kulon Segera Terbit

Sertifikat ISO 9001:2000 Pengelola SRG Alassumur Kulon Segera Terbit

Reporter : Syamsul Akbar
JAKARTA – Gudang Sistem Resi Gudang (SRG) Alassumur Kulon Kecamatan Kraksaan sudah resmi dikelola oleh PT Cipta Usaha Agro Niaga (CUAN). Hanya saja, pengelola gudang yang dapat menerbitkan resi gudang pada SRG hanyalah pengelola gudang yang telah memperoleh persetujuan dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan (Kemendag) Republik Indonesia.

Hanya saja, penerbitan persetujuan untuk pengelola gudang dilakukan melalui tahapan kelengkapan dokumen-dokumen yang dimiliki, termasuk Sertifikat Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2000. Saat ini pun, PT CUAN selaku Pengelola Gudang SRG Alassumur Kulon sedang melakukan proses penerbitan Sertifikat Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2000 tersebut di Sucofindo selaku lembaga sertifikasi.

Sebagai upaya untuk memfasilitasi dan mempercepat proses penerbitan Sertifikat Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2000 ini, Tim Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Probolinggo melakukan kunjungan ke Kantor Bappebti Kemendag RI di Jakarta, Jum’at (21/1/2022).

Tim yang dipimpin oleh Plt Kepala Disperindag Kabupaten Probolinggo Moh. Natsir ini diterima oleh Kepala Biro Pembinaan dan Pengawasan Sistem Resi Gudang (SRG) dan. Pasar Lelang Komoditas (PLK) Bappebti Widiastuti.

“Ijin pengelolaan SRG Alassumur Kulon oleh PT CUAN sudah turun. Sekarang masih menunggu persyaratannya yang kurang satu berupa Sertifikat Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2000. Tetapi dua minggu lagi sertifikat itu sudah bisa terbit,” kata Plt Kepala Disperindag Kabupaten Probolinggo Moh. Natsir.

Menurut Nasir, kedatangannya ke Bappebti dimaksudkan memberikan fasilitasi agar proses perijinannya bisa segera selesai dan pengelola mendapatkan sertifikat Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2000 sehingga pengelola bisa menerbitkan resi gudang yang bisa dijaminkan ke bank penjamin.

“Sekarang jaminan dari resi gudang maksimal per orang naik dari Rp 75 juta menjadi Rp 500 juta. Kalau dulu maksimal itu Rp 75 juta. Sekarang jika punya beras misalnya Rp 600 juta, maka ia bisa mendapatkan 70 persennya dari Rp 600 juta itu,” terangnya.

Natsir menerangkan yang bisa mengeluarkan resi gudang adalah PT CUAN selaku Pengelola SRG Alassumur Kulon. Namun sekarang masih belum bisa mengeluarkan karena proses perijinannya masih belum selesai.

“Pengelola SRG Alassumur Kulon masih menunggu sertifikat Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2000. Insya Allah 2 minggu sudah selesai. Jadi disini kita koordinasi dalam rangka tentang sistem dan mekanisme proses perijinannya,” tegasnya.

Lebih lanjut Natsir menegaskan kunjungan ke Bappebti ini dilakukan agar proses perijinannya bisa cepat selesai. Kalau koperasi tidak memakai sertifikat Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2000. Namun kalau PT memang harus memakai sertifikat tersebut.

“Pengelola kami pilih PT supaya bisa lebih profesional dan terpercaya. Semua bank penjamin sudah siap membiayai termasuk Bank Jatim. Kesimpulannya kalau sertifikat Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2000 sudah terbit, maka pengelola sudah bisa menerbitkan resi gudang,” jelasnya.

Natsir mencontohkan jika memiliki 3000 ton gabah atau beras broken bisa dijaminkan dulu. Sebab kalau musim panen itu, beras broken itu harga murah. Nanti diproses baru bisa dijual pada waktu harga beras naik. Jadi nanti kalau beras itu sudah tidak musim, beras brokennya dikeluarkan.

“Kita berharap supaya sertifikat Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2000 ini bisa segera selesai. Sehingga saat musim panen pada akhir Pebruari dan awal Maret 2022, PT CUAN sudah bisa mengeluarkan resi gudang yang bisa dijadikan jaminan pada bank penjamin,” pungkasnya. (wan)