Thursday, October 8, 2026
Depan > Kemasyarakatan > RSUD Waluyo Jati dan Baznas Kabupaten Probolinggo Tangani Jenazah Tanpa Identitas

RSUD Waluyo Jati dan Baznas Kabupaten Probolinggo Tangani Jenazah Tanpa Identitas

KRAKSAAN – Komitmen terhadap nilai-nilai kemanusiaan kembali ditunjukkan oleh RSUD Waluyo Jati melalui kolaborasi bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Probolinggo dalam penanganan seorang pasien perempuan tanpa identitas yang meninggal dunia setelah menjalani perawatan di rumah sakit.

Sebelumnya, warga menemukan perempuan tanpa identitas tersebut dalam kondisi sakit dan membutuhkan pertolongan. Atas dasar kepedulian, warga membawa pasien itu ke RSUD Waluyo Jati untuk mendapatkan penanganan medis. Selama menjalani perawatan di Ruang Mawar Merah, tim medis dan tenaga kesehatan memberikan pelayanan secara maksimal sesuai standar yang berlaku.

Namun kondisi pasien terus menurun hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia. Karena tidak ditemukan identitas maupun keluarga yang dapat dihubungi, pihak rumah sakit segera berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait guna memastikan jenazah mendapatkan penanganan yang layak dan bermartabat.

Proses pemulasaran jenazah dilakukan oleh petugas RSUD Waluyo Jati sesuai prosedur yang berlaku. Selain itu, rumah sakit juga memfasilitasi ambulans untuk mengantarkan jenazah menuju lokasi pemakaman.

Bantuan Baznas Kabupaten Probolinggo diterima oleh petugas yang menangani pemakaman jenazah tanpa identitas. (Foto : RSUD Waluyo Jati)

Pelaksanaan pemakaman kemudian dapat terlaksana berkat dukungan Baznas Kabupaten Probolinggo yang memberikan bantuan melalui program pemulasaraan jenazah. Bantuan tersebut digunakan untuk kebutuhan pemakaman, mulai dari biaya penggalian makam, pembelian peti jenazah, kain kafan hingga batu nisan.

Direktur RSUD Waluyo Jati dr. Yessi Rahmawati mengatakan penanganan pasien tanpa identitas hingga proses pemulasaraan jenazah merupakan bagian dari komitmen rumah sakit dalam memberikan pelayanan yang humanis dan berorientasi pada nilai-nilai kemanusiaan.

“Sejak pertama kali pasien ini datang ke RSUD Waluyo Jati, kami berupaya memberikan pelayanan medis yang maksimal sebagaimana pasien lainnya tanpa membedakan latar belakang maupun identitasnya. Bagi kami, setiap orang yang membutuhkan pertolongan berhak mendapatkan pelayanan kesehatan yang terbaik,” katanya.

Yessi menyampaikan apresiasi kepada Baznas Kabupaten Probolinggo yang telah memberikan dukungan dalam proses pemakaman sehingga persoalan sosial tersebut dapat terselesaikan dengan baik.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Baznas Kabupaten Probolinggo yang telah membantu melalui program pemulasaraan jenazah. Sinergi seperti ini sangat penting karena menunjukkan bahwa kepedulian terhadap sesama merupakan tanggung jawab bersama. Semoga kolaborasi ini dapat terus terjalin untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, khususnya dalam kondisi darurat dan kemanusiaan,” harapnya.

Masyarakat bahu membawa membantu proses pemakaman jenazah tanpa identitas yang meninggal di RSUD Waluyo Jati. (Foto : RSUD Waluyo Jati)

Sementara Ketua Baznas Kabupaten Probolinggo H. Ahmad Muzammil mengatakan pihaknya memberikan bantuan sebesar Rp1 juta sesuai permintaan dari RSUD Waluyo Jati sebagai bagian dari program pemulasaraan jenazah.

“Bantuan ini kami berikan untuk biaya gali kubur, pembelian peti jenazah, kain kafan dan batu nisan. Ini merupakan bagian dari kewajiban sosial dan kemanusiaan yang harus kita jalankan. Bagaimana jika ada jenazah yang tidak terurus. Karena tidak memiliki identitas dan tidak ada keluarga yang mengurus, maka kami masukkan dalam program pemulasaraan jenazah yang memang telah disiapkan Baznas,” ungkapnya.

Menurut Muzammil, kondisi tersebut merupakan keadaan darurat mengingat jenazah telah berada di ruang pendingin rumah sakit selama sekitar 10 hari sambil menunggu kemungkinan adanya keluarga yang datang atau memberikan pengakuan.

“Selama 10 hari kami menunggu apakah ada keluarga yang mengaku atau mencari. Karena tidak ada, maka jenazah harus segera dimakamkan. Rumah sakit tidak memiliki anggaran untuk biaya pemakaman, demikian juga instansi lain. Karena Baznas memiliki program pemulasaraan jenazah, maka kami hadir untuk membantu menyelesaikan persoalan ini,” jelasnya.

Muzammil berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban rumah sakit sekaligus menjadi bentuk pelaksanaan kewajiban sosial dan keagamaan dalam mengurus jenazah yang tidak memiliki keluarga.

Proses pemakaman jenazah tanpa identitas yang dibantu oleh Baznas Kabupaten Probolinggo berjalan dengan lancar. (Foto : RSUD Waluyo Jati)

“Harapan kami, dengan adanya bantuan ini tidak lagi menjadi persoalan bagi rumah sakit ketika menghadapi kasus serupa. Selain meringankan beban rumah sakit, ini juga menjadi bagian dari kewajiban kita sebagai umat untuk memastikan setiap jenazah mendapatkan haknya untuk dimakamkan secara layak dan bermartabat,” tambahnya.

Kolaborasi antara RSUD Waluyo Jati dan Baznas Kabupaten Probolinggo tersebut menjadi wujud nyata kepedulian sosial terhadap masyarakat rentan sekaligus memastikan bahwa setiap individu mendapatkan penghormatan yang layak hingga akhir hayatnya. ***

Penulis : Syamsul Akbar
Editor : Tim Bromo Info