Thursday, October 8, 2026
Depan > Kemasyarakatan > Rehabilitasi Jembatan Matikan II, Dishub Kabupaten Probolinggo Imbau Pengguna Jalan Patuhi Rekayasa Lalu Lintas

Rehabilitasi Jembatan Matikan II, Dishub Kabupaten Probolinggo Imbau Pengguna Jalan Patuhi Rekayasa Lalu Lintas

PAITON – Rehabilitasi Jembatan Matikan II di Desa Sumberanyar Kecamatan Paiton akan dilaksanakan oleh PPK 1.1 Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur-Bali mulai 21 Juni hingga 22 Juli 2026. Selama pelaksanaan pekerjaan, akan diterapkan rekayasa lalu lintas berupa sistem buka tutup jalur pada satu sisi jembatan guna menjaga kelancaran arus kendaraan.

Sebelum pekerjaan dimulai, telah dilakukan sosialisasi kepada masyarakat serta pemasangan sejumlah banner informasi di beberapa titik strategis untuk memberikan pemberitahuan kepada pengguna jalan terkait pelaksanaan rehabilitasi jembatan tersebut.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Probolinggo Edy Suryanto mengatakan rehabilitasi Jembatan Matikan II merupakan pekerjaan penting untuk menjaga keselamatan dan kelayakan infrastruktur jalan nasional yang menjadi jalur utama penghubung antar wilayah.

“Kami menghimbau seluruh pengguna jalan untuk mematuhi rambu-rambu lalu lintas, mengikuti arahan petugas di lapangan serta mengatur waktu perjalanan dengan baik selama masa pekerjaan berlangsung. Mohon maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin terjadi selama proses rehabilitasi jembatan ini,” katanya.

Menurut Edy, Dishub Kabupaten Probolinggo telah memberikan sejumlah masukan kepada PPK 1.1 BBPJN Jawa Timur-Bali dan pelaksana pekerjaan agar pelaksanaan rehabilitasi berjalan aman dan terkendali. Di antaranya penyediaan rambu-rambu lalu lintas yang memadai, sosialisasi melalui media sosial, koordinasi dengan Satlantas Polres Probolinggo, pemasangan banner informasi jalur alternatif, penyediaan petugas pengatur lalu lintas (flagman) yang terlatih serta pemasangan penerangan pada area pekerjaan.

“Kami juga meminta agar kendaraan prioritas seperti ambulans, mobil pemadam kebakaran dan kendaraan pengawalan mendapatkan prioritas saat melintas. Selain itu, kami mendorong adanya koordinasi dengan pengelola Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi apabila memungkinkan untuk difungsikan sebagai jalur alternatif guna mengurangi kepadatan lalu lintas,” jelasnya.

Edy berharap seluruh pihak dapat bekerja sama mendukung kelancaran pelaksanaan rehabilitasi Jembatan Matikan II sehingga pekerjaan dapat selesai tepat waktu tanpa mengganggu mobilitas masyarakat secara signifikan.

“Dengan dukungan semua pihak dan kepatuhan masyarakat terhadap pengaturan lalu lintas yang telah disiapkan, kami optimistis pelaksanaan rehabilitasi jembatan ini dapat berjalan aman, lancar dan terkendali hingga selesai,” pungkasnya. ***

Penulis : Syamsul Akbar
Editor : Tim Bromo Info