Saturday, April 13, 2024
Depan > Kemasyarakatan > Realisasi PAD Tera Ulang Capai Rp 98 Juta

Realisasi PAD Tera Ulang Capai Rp 98 Juta

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari retribusi pelayanan tera dan tera ulang di Kabupaten Probolinggo hingga 9 Agustus 2023 mencapai Rp 98.964.000 atau 54,45 persen dari target sebesar Rp 181.783.500.

“Alhamdulillah sampai tanggal 9 Agustus 2023 capaian realisasi PAD dari pelayaan tera ulang mencapai Rp 98.964.000. Ini sudah menginjak triwulan III,” kata Kepala UPT Metrologi Legal pada Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) Kabupaten Probolinggo Diyah Setyo Rini.

Dengan capaian tersebut, Rini mengaku sangat optimis diakhir Desember 2023 nanti target PAD yang dibebankan kepada metrologi akan tercapai. “Jika angkanya di Agustus ini sudah mencapai 54,45 persen dan masih ada beberapa potensi yang belum kita garap, maka kami optimis bahwa akhir tahun nanti target PAD pelayanan tera ulang bisa tercapai,” jelasnya.

Menurut Rini, potensi besar tentu saja di Ukur, Timbang, Takar dan Perlengkapannya (UTTP) di tempat pakai. Antara lain timbangan jembatan. “Untuk tahun ini timbangan jembatan ada penambahan potensi UTTP terutama dari tempat-tempat usaha penyedia bahan material untuk pekerjaan jalan tol yang memberikan tambahan untuk PAD,” terangnya.

Rini menjelaskan kunci untuk meraih target tersebut diimbangi dengan pengawasan tempat-tempat usaha terutama usaha yang menggunakan UTTP yang besar-besar ntuk PAD. Selain itu juga UTTP yang ada di pasar tetap akan dikerjakan melalui sidang tera ulang.

“Sementara ini untuk tera ulang di pasar tradisional ini masih ada 5 kecamatan yang belum kita kerjakan. Nanti kita jadwalkan kembali di bulan September. Insya Allah di bulan Setember lima kecamatan ini tuntas,” tegasnya.

Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya tera ulang, Rini mengaku tidak berhenti untuk terus memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya untuk melakukan tera ulang.

“Tera ulang ini tidak hanya bermanfaat untuk konsumen tapi juga pedagang. Jadi untuk memberikan perlindungan masyarakat terutama dalam hal kebenaran ukuran. Konsumen dan pedagang atau penjual yang menggunakan UTTP,” tegasnya.

Rini menambahkan bahwa saat ini pihaknya masih terus dibantu dalam melakukan sosialisasi dan edukasi ini oleh para juru timbang yang ada di pasar. “Harapan kami capaian ini bisa terus bertambah dan meningkat sampai dengan terpenuinya target PAD atau bisa melebihi target yang ditetapkan,” pungkasnya. (wan)