Depan > Kemasyarakatan > Realisasi PAD Retribusi Pelayanan Tera dan Tera Ulang Capai Rp 56 Juta

Realisasi PAD Retribusi Pelayanan Tera dan Tera Ulang Capai Rp 56 Juta

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari retribusi pelayanan tera dan tera ulang di Kabupaten Probolinggo hingga 30 Juni 2022 mencapai Rp 65.561.500 atau 36,42 persen dari target Rp 180.000.000.

“Sebetulnya kalau dari target triwulan II kita masih belum memenuhi. Targetnya sebesar Rp 50 juta, tetapi perolehannya hanya Rp 36 juta atau sekitar 70 persen,” kata Kepala UPT Metrologi Legal Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) Kabupaten Probolinggo Diyah Setyo Rini.

Menurut Rini, kendalanya kebanyakan memang tahun kemarin berada di triwulan II hampir Rp 50 juta. Namun tahun ini ada alat Ukur, Timbang, Takar dan Peralatannya (UTTP) yang pengajuan tera ulangnya terlambat atau mundur.

“Jadi seperti SPBU atau PUBBM seperti Indomobil, harusnya pengajuan tera ulang di triwulan II tapi sekarang mundur. Namun tetap kita komunikasi dengan Indomobil apa bisa ditera ulang,” jelasnya.

Kendala lain jelas Rini, ada beberapa perusahaan yang juga belum mengajukan tera ulang. Harusnya di triwulan II ini sudah turun. Tetapi karena terkendala masalah internal, salah satunya pengurangan produksi, maka pengajuan tera ulangnya belum turun. Yang jelas potensi UTTP berkurang dari target sebelumnya.

“Solusi yang ditawarkan, kami tetap melakukan pengawasan ke UTTP tersebut dan mencari potensi baru, baik itu potensi UTTP yang di perusahaan, PUBBM dan SPBU,” terangnya.

Rini menerangkan kalau perusahaan rata-rata sudah bagus dan sadar atas kewajibannya dalam melakukan tera ulang. Hanya saja di pasar pihaknya akan terus meningkatkan sosialisasi supaya bisa lebih meningkatkan kesadaran dan tertib ukur.

“Kalau sosialisasi kita selama ini ada keterbatasan SDM. Sosialisasi tahun ini kita melakukan perekrutan juru timbang yang nantinya diharapkan bisa membantu sosialisasi dan memberikan informasi seputar kemetrologian kepada wajib tera ulang yang ada di pasar,” ujarnya.

Dalam sosialisasi tersebut jelas Rini, pihaknya menyampaikan tentang penggunaan UTTP dan dampakya jika menggunakan UTTP yang tidak ditera ulang kepada pedagang pasar. Harapannya pedagang menjadi pedagang yang amanah bahwa ukuran timbangannya harus sesuai.

“Harapannya memang apa yang ditargetkan oleh Pemerintah Daerah bisa kita capai, bahkan bisa melampaui dari target yang kita tetapkan. Kita tetap optimis meskipun banyak penurunan. Mudah-mudahan sampai akhir tahun nanti kita masih bisa mencapai target PAD yang sudah ditetapkan,” pungkasnya. (wan)

https://probolinggokab.go.id/wp-content/uploads/2019/01/slotmaxwin/ https://bali.bawaslu.go.id/assets/artikel/slotgacormaxwin/ https://slot.papuabaratprov.go.id slot