JEMBER – Dua wakil Kabupaten Probolinggo berhasil melaju ke babak 16 besar Piala Soeratin U-13 dan U-15 Jawa Timur 2026. PS Karya Muda Probolinggo U-13 dan Probolinggo Football Academy (PFA) U-15 memastikan tiket fase gugur setelah tampil positif pada babak penyisihan grup di Stadion Notohadinegoro Jember.
PS Karya Muda Probolinggo U-13 mengakhiri fase penyisihan dengan menempati posisi kedua Grup G di bawah Persebaya Surabaya U-13. Dari tiga pertandingan, PS Karya Muda mengoleksi empat poin melalui satu kemenangan, satu hasil imbang dan satu kekalahan.
Sementara PFA Probolinggo U-15 juga finish sebagai runner-up Grup E di bawah Persebaya Surabaya. PFA mengumpulkan enam poin dari tiga pertandingan dengan catatan dua kemenangan dan satu kekalahan.
Pelatih PS Karya Muda Probolinggo Dedi Suward bersyukur atas keberhasilan anak asuhnya menembus babak 16 besar. Namun, ia mengingatkan pemain bahwa kelolosan tersebut bukan akhir dari perjuangan tim. “Setelah lolos, kita bersyukur dulu. Alhamdulillah, kerja keras anak-anak akhirnya terbayar. Lolos 16 besar bukan akhir, tetapi menjadi langkah awal,” ujarnya.
Menurutnya, setelah memastikan tiket ke fase gugur, tim langsung mengarahkan perhatian pada pemulihan kondisi fisik pemain. Recovery menjadi penting karena pertandingan berikutnya dipastikan menghadirkan tantangan yang lebih berat. “Untuk target selanjutnya, kita fokus ke recovery dulu. Target kita di 16 besar adalah lolos ke 8 besar,” tegasnya.
Dedi meminta para pemain tidak cepat puas dengan pencapaian yang sudah diraih. Posisi 16 besar menunjukkan PS Karya Muda telah menjadi salah satu tim yang masih bertahan dalam kompetisi, tetapi perjalanan menuju gelar juara masih panjang.

“16 besar artinya kita sudah masuk 16 tim terbaik. Tetapi kalau mau juara, lawan kita dari sekarang semakin berat. Capek boleh, puas jangan. Ingat alasan kita mulai dari awal,” tegasnya.
Ia menegaskan, sejak awal PS Karya Muda membawa ambisi untuk menorehkan sejarah bagi klub dan sepakbola Kabupaten Probolinggo. “Alasan kita mulai dari awal adalah ingin menulis sejarah klub di Kabupaten Probolinggo,” tambahnya.
Selain pemulihan fisik, tim pelatih juga melakukan evaluasi terhadap sejumlah aspek permainan. Perbaikan pressing, transisi dan konsentrasi menjadi perhatian utama, khususnya pada 10 menit awal dan 10 menit akhir pertandingan. “Sebelumnya kita evaluasi dan perbaiki pressing, transisi dan konsentrasi, khususnya 10 menit awal dan akhir,” jelasnya.
Hal senada disampaikan oleh Pelatih PFA Hermawan. Ia mengatakan kelolosan sudah dipastikan setelah tim memenangkan pertandingan penyisihan kedua. Pada laga penyisihan ketiga melawan Persebaya, tim pelatih sengaja memberikan kesempatan kepada sejumlah pemain yang sebelumnya belum memperoleh banyak menit bermain.
“Alhamdulillah kita lolos kemarin di penyisihan pertandingan kedua. Untuk pertandingan penyisihan ketiga lawan Persebaya, kita mencoba memainkan beberapa pemain yang kemarin belum dapat jam bertanding,” ujarnya.
PFA memasang target lebih tinggi dibandingkan pencapaian sebelumnya. Jika pada kelompok U-13 tim pernah menembus 10 besar Jawa Timur, pada kelompok U-15 kali ini PFA membidik posisi empat besar.
“Target selanjutnya jelas lebih dari apa yang kita capai di U-13, ketika kita sampai 10 besar dua tahun yang lalu. Di usia 15 ini mungkin targetnya lebih daripada itu. Kita berusaha untuk bisa masuk empat besar Jawa Timur,” katanya.

Untuk mewujudkan target tersebut, PFA melakukan evaluasi menyeluruh. Sektor pertahanan menjadi salah satu perhatian karena tim dinilai masih perlu bermain lebih aman dan rapi ketika menghadapi tekanan lawan.
“Yang jelas kita harus lebih bermain aman di belakang, harus lebih rapi lagi, khususnya di pertahanan. Kita juga harus memaksimalkan kerja sama untuk bisa lebih baik dalam segi penyerangan,” jelasnya.
Transisi permainan juga menjadi evaluasi. Hermawan menilai transisi saat menyerang sudah cukup baik, tetapi koordinasi ketika kembali bertahan masih perlu diperbaiki. “Yang jelas transisi menjadi perhatian. Transisi kita dalam menyerang kemarin cukup baik, tetapi di pertahanan masih kurang waktu. Itu evaluasi dari pertandingan terakhir melawan Persebaya,” ungkapnya.
Dengan sama-sama mengamankan tiket 16 besar, PS Karya Muda U-13 dan PFA U-15 kini menghadapi tantangan baru. Kedua tim diharapkan mampu memanfaatkan masa persiapan untuk memperbaiki kekurangan dan menjaga kondisi pemain demi mengejar target yang telah ditetapkan. ***
Penulis : Syamsul Akbar
Editor : Tim Bromo Info
