Tuesday, May 21, 2024
Depan > Kemasyarakatan > Program Zchicken, Baznas Berikan Pelatihan Pembuatan Fried Chicken

Program Zchicken, Baznas Berikan Pelatihan Pembuatan Fried Chicken

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Probolinggo bersama dengan Baznas Provinsi Jawa Timur memberikan pelatihan pembuatan fried chicken di ruang pertemuan Jabung 1 Kantor Bupati Probolinggo, Senin (20/3/2023).

Pelatihan pembuatan fried chicken ini merupakan program Zchicken dari Baznas RI. Program ini diberikan kepada 30 orang kaum dhuafa dari Kecamatan Kraksaan, Pajarakan, Dringu, Gending, Tiris dan Banyuanyar. Mereka dipandu oleh pelatih dari Baznas RI.

Dari program Zchicken ini, mereka mendapatkan bantuan masing-masing sebesar Rp 9 juta yang diberikan dalam bentuk barang mulai dari gerobak, sarana prasarana hingga bahan-bahan pembuatan fried chicken.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo Heri Sulistyanto didampingi Kabid Pendistribusian dan Pendayagunaan Baznas Provinsi Jawa Timur Abdul Kholik, Ketua Baznas Kabupaten Probolinggo H Ahmad Muzammil serta Sekretaris Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) Kabupaten Probolinggo Juwono Prasetijo Utomo.

Ketua Baznas Kabupaten Probolinggo H Ahmad Muzammil menyampaikan pelatihan pembuatan fried chicken ini merupakan program pemberdayaan ekonomi ummat melalui program Zchicken dari Baznas RI.

“Program Zchicken ini dilkukan sesuai dengan program zakat. Dimana zakat itu tujuan utamanya adalah mengentaskan kemiskinan. Dari program-program itu mungkin salah satunya dari Baznas RI dan Baznas Provinsi Jawa Timur kepada Baznas Kabupaten/Kota yang harus sinergi bagaimana untuk program tahun 2023 ini banyak diarahkan kepada pemberdayaan ekonomi ummat,” katanya.

Menurut Muzammil, program Zchicken ini dilakukan dalam rangka bagaimana supaya nanti di masyarakat itu muncul kaum dhuafa yang awalnya hanya usaha kecil-kecilan bsa terangkat usahanya sehingga menjadi sumber pendapatan keluarganya. Sehingga program ini tidak hanya dilaksanakan dan diberikan langsung habis, tetapi bisa berkelanjutan dalam rangka pemberdayaan ekonomi ummat.

“Kami dari Baznas Kabupaten Probolinggo mengharapkan bagaimana supaya program ini berjalan. Nantinya kita fasilitasi misalnya ada kegiatan-kegiatan Baznas maupun Pemkab Probolinggo. Nanti kami koordinasi dengan Bapak Sekda bagaimana supaya kegiatan di Pemkab Probolinggo itu sebagian kalau bisa belanjanya menggunakan produk program Zchicken yang memang murah meriah,” jelasnya

Muzammil mengharapkan nanti akan ada tindak lanjut dari Baznas Kabupaten Probolinggo. Seandainya nanti sudah berjalan, pihaknya juga mempunyai program serupa di tahun 2023. Sebab masih banyak kecamatan-kecamatan yang belum terjangkau. “Intinya yang belum itu harapannya nanti kita programkan sendiri dari Baznas Kabupaten Probolinggo,” tegasnya.

Sementara Kabid Pendistribusian dan Pendayagunaan Baznas Provinsi Jawa Timur Abdul Kholik mengungkapkan program Zchicken ini diberikan kepada 30 orang kaum dhuafa di Kabupaten Probolinggo. Semua harus disyukuri, karena kalau dibuat umum tentunya akan banyak yang daftar.

“Untuk Jawa Timur, program Zchicken ini diberikan kepada 10 kabupaten/kota. Karena sudah dibantu, kuncinya harus serius. Kalau sudah terpilih eman-eman kalau tidak dimanfaatkan. Harus tanggungjawab, semua hasil jualannya jangan digunakan untuk kebutuhan keluarga tetapi kulakan lagi,” ungkapnya.

Sedangkan Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Heri Sulistyanto mengaku bersyukur karena Kabupaten Probolinggo menjadi salah satu sasaran program Zchicken dari Baznas RI berupa pelatihan pembuatan fried chicken yang melibatkan 30 orang kaum dhuafa.

“Alhamdulillah, bantuan ini bisa diberikan secara lengkap. Selain dari bahan-bahan untuk dijual kembali, juga dilengkapi dengan gerobak untuk jualan dengan nilai total 1 orang akan menerima Rp 9 juta dan itu akan diberikan secara bertahap sesuai dengan perjalanan usaha mereka,” katanya.

Heri mengharapkan mudah-mudahan ini juga memberikan manfaat dan dampak bagi sebagian masyaraat yang ada di Kabupaten Probolinggo yang selama ini mungkin belum mau merintis usaha dan sebagainya.

“Ini kesempatan yang baik agar mereka tetap fokus, istiqomah, serius dan bertanggungjawab serta selalu berdzikir dan selalu ingat Allah SWT supaya mereka selalu dalam berusahanya selalu diberikan petunjuk, kemudahan dan kelancaran,” pungkasnya. (wan)