Thursday, June 17, 2021
Depan > Kemasyarakatan > Program PKW, Puluhan Orang Dilatih Membatik Pewarnaan Alami

Program PKW, Puluhan Orang Dilatih Membatik Pewarnaan Alami

Reporter : Wahed Efendi
KRAKSAAN – Sebanyak 20 orang berusia 15 hingga 27 tahun di Kabupaten Probolinggo mendapatkan pelatihan ketrampilan membatik khas Probolinggo dengan pewarnaan alami dalam program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) dari LKP Media Edukasi Cemerlang bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI.

Pelatihan yang dipusatkan di Rumah Produksi Batik Tulis Ronggo Mukti Kelurahan Sidomukti Kecamatan Kraksaan ini dilakukan selama 200 jam pelajaran dalam waktu 24 hari. Secara resmi, program PKW ini ditutup bersamaan dengan momentum peringatan Hari Batik Nasional tahun 2020, Jum’at (2/10/2020) pagi.

Penutupan ini dihadiri oleh Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan PNF Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Probolinggo Sulastri, Camat Kraksaan Ponirin, Lurah Sidomukti Alim Susilo serta Direktur LKP Media Edukasi Cemerlang Mahrus Ali.

Fokus dari pelatihan program PKW ini adalah pelatihan batik pewarna alami. Jadi mengambil pewarna-perwarna alami yang ada di sekitar Probolinggo. Materi yang diberikan secara umum diantaranya desain, menyanting, cara mewarnai, mencuci dan melorot dengan baik.

Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan PNF Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Probolinggo Sulastri mengatakan dengan adanya pelatihan membatik program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) khususnya di Kabupaten Probolinggo ini bisa melatih membatik pewarnaan alami bagi anak-anak atau yang tidak memperoleh kesempatan untuk melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi dan yang masih belum mempunyai peluang untuk bekerja.

“Mereka direkrut untuk dibekali ilmunya berupa ketrampilan membatik dengan harapan mereka itu diajari untuk bisa mendesain batik khas Kabupaten Probolinggo yang nantinya mampu berwirausaha,” katanya.

Menurut Sulastri, dengan keterampilan yang mereka miliki setidaknya mereka juga bisa membuka usaha-usaha kecil yang akan membantu perekonomian dari yang bersangkutan. “Mudah-mudahan dengan dilatih selama 24 hari ini, anak-anak bisa mengembangkan potensinya melalui karya-karyanya untuk bisa menjadi pembatik yang professional,” harapnya.

Sementara Camat Kraksaan Ponirin mengharapkan para peserta pelatihan membatik pewarnaan alami ini bisa menggali potensinya dan bisa menjadi wirausaha-wirausaha baru dan wirausaha-wirausaha muda yang menjadi harapan semua, terutama masyarakat Kabupaten Probolinggo.

“Ketika nanti pada waktunya mereka sukses juga akan membantu Pemerintah Kabupaten Probolinggo terutama dalam mewujudkan peningkatan perekonomian masyarakat,” ungkapnya.

Ponirin menegaskan bahwa kunci sukses dari pelatihan ini mereka harus belajar dan belajar terus dan menanamkan pada jiwanya itu bahwa nanti dialah yang pasti sukses dari yang lain. “Kalau itu ditanamkan pada dirinya masing-masing, maka tentunya mereka akan sukses dan berhasil semua menjadi seorang pembatik di Kabupaten Probolinggo,” tegasnya.

Sedangkan Direktur LKP Media Edukasi Cemerlang Mahrus Ali menyampaikan pelatihan membatik program PKW ini diikuti oleh anak-anak produktif berusia 15 hingga 27 tahun. Kriterianya dilakukan melalui pengumuman dan seleksi yang diakhiri dengan wawancara. Sehingga peserta yang terjaring benar-benar yang memiliki potensi agar outputnya bisa maksimal.

“Tujuan dari program PKW ini adalah untuk melatih peserta membatik warna alami khas Probolinggo. Sekaligus nanti kita membimbing rintisan usaha. Jadi setelah penutupan ini tidak selesai sampai disini. Namun kita akan tetap mendampingi mereka sampai betul-betul bisa mandiri,” katanya.

Mahrus mengharapkan semoga adik-adik yang sudah dilatih ini bisa menjadi wirausahawan yang tangguh, sukses, jujur dan amanah sehingga bisa meningkatkan perekonomian dirinya, keluarga dan bisa membantu perekonomian masyarakat sekitar. “Kalau ingin menjadi pembatik yang sukses, kuncinya mereka harus jujur, tangguh, tanggap dan selalu berusaha untuk belajar dan belajar lagi,” pungkasnya. (hed)

cww trust seal