Friday, December 3, 2021
Depan > Kemasyarakatan > PMI Serahkan Bantuan Hand Sprayer, Cairan Disinfektan dan Paket PHBS

PMI Serahkan Bantuan Hand Sprayer, Cairan Disinfektan dan Paket PHBS

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Probolinggo menyerahkan bantuan hand sprayer, cairan disinfektan dan paket Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) bagi santri pondok pesantren di Kabupaten Probolinggo.

Bantuan yang diserahkan diantaranya 33 buah handsprayer isi 10 liter, cairan disinfektan sebanyak 1 karton serta 7.000 paket PHBS dalam bentuk tas berisikan 3 buah masker dan 2 batang sabun untuk disebarkan kepada para santri pondok pesantren.

“Untuk saat ini pemberian bantuan handsprayer, cairan disinfektan dan paket PHBS ini memang sasarannya adalah lingkungan pondok pesantren. Sebab lingkungan pondok pesantren mampu menerapkan protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan COVID-19. Karena bagaimanapun juga pondok pesantren sangat rawan dalam penyebaran COVID-19,” kata Wakil Ketua PMI Kabupaten Probolinggo Ismail Pandji.

Selain itu jelas Ismail Pandji, PMI masih memiliki 120 dos paket PHBS yang akan dibagikan secara bertahap. Serta biskuit sebanyak 20 dos yang akan diberikan ke masyarakat melalui posyandu. “Biskuit ini kami berikan di posyandu untuk lebih meningkatkan gizi masyarakat agar daya tahan tubuhnya bagus dan meningkatkan imunitas tubuhnya,” jelasnya.

Ismail Pandji menerangkan pemberian bantuan sebagai upaya pencegahan COVID-19 ini bertujuan agar para santri yang ada di lingkungan pondok pesantren ikut mencegah terjadinya penularan COVID-19 dengan cara membersihkan bagian-bagian yang diyakini menjadi media penyebaran COVID-19. Seperti handle pintu serta tempat-tempat lain yang sering dipegang banyak orang dengan cara penyemprotan disinfektan untuk memperkecil penularan COVID-19.

“Disamping itu, kalangan santri juga harus lebih intent menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan pondok pesantren. Harapannya dengan adanya bantuan ini lingkungan pondok pesantren bisa zero dari COVID-19. Karena satu saja tertular, maka tentunya pondok pesantren akan tutup,” pungkasnya. (wan)