Monday, April 22, 2024
Depan > Pendidikan > PKBM Sumber Ilmu Gelar Diklatsar Guru PAUD Lokus Stunting se-Kecamatan Tiris

PKBM Sumber Ilmu Gelar Diklatsar Guru PAUD Lokus Stunting se-Kecamatan Tiris

Reporter : Syamsul Akbar
TIRIS – Sebanyak 32 guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dari 16 desa se-Kecamatan Tiris mengikuti pendidikan dan pelatihan tingkat dasar (diklatsar) guru PAUD lokus stunting di aula PKBM Sumber Ilmu Kecamatan Tiris, Senin hingga Jum’at (5-9/12/2022).

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Camat Tiris Andi Wiroso didampingi Analis Kebijakan Muda PAUD, PNF Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya) Kabupaten Probolinggo Massajo serta Kepala Desa Segaran Budi Utomo.

Kepala Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Fathur Rozi sangat mengapresiasi atas terselenggaranya Diklatsar bagi Guru PAUD lokus stunting se-Kecamatan Tiris yang dibiayai melalui Dana Desa Tahun 2022.

“Ikhtiar ini diawali dengan sosialisasi dan koordinasi yang intens usai Rembuk Stunting dan Audit Stunting bulan Juni 2022 lalu. Kini telah dapat terealisasi, tentu ini sangat membantu dalam peningkatan kapasitas dan model pengembangan inovasi pembelajaran plus pencegahan stunting yang menjadi target 14 % secara nasional tahun 2024,” katanya.

Menurut Rozi, hasil diklatsar ini diharapkan dapat mendiseminasikan kepada para guru PAUD lainya yang belum mendapatkan kesempatan mengikuti diklat. Ucapan terima kasih disampaikan atas support Kepala Desa dengan bimbingan Camat Tiris serta seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan ini.

“Harapannya praktik baik ini bisa diterima dan diikuti oleh kecamatan dan desa-desa lainnya sehingga peran OPD Dinas Dikdaya, satuan pendidikan dan para guru PAUD dapat berkontribusi dalam pemenuhan gizi sensitif. Walaupun demikian, Dinas Dikdaya juga secara konsisten menganggarkan Diklatsar guru PAUD lokus stunting setiap tahunnya sejak tahun 2019,” terangnya.

Sementara Camat Tiris Andi Wiroso selaku Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kecamatan Tiris menyampaikan bahwa kerjasama yang baik sangat diharapkan dalam menyukseskan percepatan penurunan stunting. Harapannya peserta diklat ini aktif membantu pembangunan desa dan memajukan pendidikannya.

“Semoga tahun depan lebih banyak lagi kegiatan dan peserta diklatsar yang dapat dibiayai melalui Dana Desa, dengan tetap mengikuti prosedur dalam penganggarannya,” ungkapnya.

Sedangkan Kepala Desa Segaran Budi Utomo yang juga sebagai Ketua Paguyuban Kepala Desa se-Kecamatan Tiris mengaku merasa terpanggil dan ikut mendorong kepala desa lainnya agar bersama-sama support peningkatan kapasitas guru PAUD dan memikirkan kesejahteraannya ke depan.

“Peran guru PAUD sangat strategis dan menjadi ujung tombak keberhasilan layanan pendidikan dan tumbuh kembang anak usia emas. Terima kasih atas dorongan dan bimbingan yang selalu aktif komunikasi serta berkoordinasi dengan kami Bapak Massajo selaku Analis Kebijakan Muda PAUD, PNF sehingga bisa memastikan kegiatan ini berjalan dengan lancar,” ujarnya.

Terpisah, Analis Kebijakan Muda Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Massajo menyampaikan Disdikdaya Kabupaten Probolinggo tentu memiliki peran dan tanggung jawab pendampingan dan bimbingan agar pelaksanaan diklat sesuai prosedur dan standar dalam penyelenggaraan sebagaimana Juknis yang diterbitkan oleh Dirjen GTK PAUD dan Dikmas.

“Mulai dari pretest-postest, 9 modul diklat dan strategi kebijakan Dinas Dikdaya, materi percepatan penurunan stunting dan pelaksanaan serta Pendampingan Tugas Mandiri dengan total pemenuhan 48 JP @ 45 menit. Ditambah dengan laporan hasil Tugas Mandiri peserta diklatsar sehingga pada akhirnya peserta yang dinyatakan lulus berhak mendapatkan sertifikat diklatsar yang diterbitkan oleh Dirjen GTK PAUD dan Dikmas,” katanya. (wan)