Wednesday, September 22, 2021
Depan > Pemerintahan > Pilkades Serentak Aman Covid-19, Pemilih, Petugas TPS dan Lokasi TPS Terapkan Prokes

Pilkades Serentak Aman Covid-19, Pemilih, Petugas TPS dan Lokasi TPS Terapkan Prokes

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak tahun 2021 di Kabupaten Probolinggo ini dilaksanakan di masa pandemi Covid-19. Oleh karena itu, Pilkades serentak ini harus aman Covid-19 dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes) baik bagi pemilih, petugas TPS (Tempat Pemungutan Suara) dan lokasi TPS.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto mengatakan penerapan prokes bagi pemilih diantaranya pemilih wajib memakai masker, dilakukan pengukuran suhu tubuh, mencuci tangan memakai air mengalir dan sabun/memakai handsanitizer saat datang dan akan meninggalkan TPS serta menjaga jarak.

“Selain itu, tidak berkerumun, memakai tinta tetes setelah memilih serta bagi pemilih yang bekerja di luar kota dan akan menggunakan hak pilihnya maka harus membawa hasil swab antigen,” katanya.

Selanjutnya penerapan prokes bagi petugas TPS Ugas, petugas wajib memakai masker, memakai face shield, memakai baju lengan panjang, secara berkala mencuci tangan memakai air mengalir dan sabun/memakai handsanitizer selama pemilihan berlangsung. “Serta, menjaga jarak serta tidak berkerumun,” tegasnya.

Sementara penerapan prokes di lokasi TPS terang Ugas, dilakukan dengan penyemprotan cairan disinfektan pada TPS secara berkala, mengatur jarak 1,5-2 meter pada bilik TPS, mengatur jarak 1,5-2 meter tempat duduk bagi petugas TPS, mengatur jarak 1,5-2 meter tempat duduk/antrian pemilih serta menjadwal jumlah pemilih yang datang ke TPS agar tidak terjadi kerumunan.

“Jika pemilik tidak hadir sesuai waktu yang telah ditentukan tetap dapat memberikan hak pilih di akhir waktu pemungutan suara, menyediakan bilik/ruangan khusus bagi pemilih yang memiliki suhu tubuh > 37,5 “ celsius serta tersedia pembatas transparan pada meja panitia pilkades untuk menghindari terjadi kontak langsung antara panitia dengan pemilih,” tegasnya.

Menurut Ugas, sanksi terhadap calon kepala desa, panitia pemilihan, pendukung dan unsur lain yang melanggar protokol kesehatan dilakukan sesuai dengan Peraturan Bupati Probolinggo Nomor 01 Tahun 2021 Tentang Pedoman Pencalonan, Pemilihan, Pengangkatan, Pelantikan dan Pemberhentian Kepala Desa, pasal 72.

Sanksi teguran lisan dikenakan kepada calon kepala desa, pendukung dan unsur lain yang terlibat oleh panitia pemilihan tingkat desa, teguran tertulis 1 dikenakan kepada calon kepala desa, pendukung dan unsur lain yang terlibat oleh panitia pemilihan kecamatan atas laporan panitia pemilihan tingkat desa.

“Teguran tertulis 2 dikenakan dikenakan kepada calon kepala desa oleh panitia pemilihan tingkat kabupaten atas laporan dari panitia tingkat kecamatan. Terakhir adalah sanksi diskualifikasi dikenakan kepada calon kepala desa oleh Bupati berdasarkan rekomendasi dari panitia pemilihan tingkat kabupaten,” pungkasnya. (wan)