Depan > Pemerintahan > Peringati HAKORDIA, Pemkab Gelar Doa Bersama dan Siraman Rohani

Peringati HAKORDIA, Pemkab Gelar Doa Bersama dan Siraman Rohani

Reporter : Hendra Trisianto
KRAKSAAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia (HAKORDIA) 2021 dengan menyelenggarakan kegiatan doa bersama dan siraman rohani, Kamis (9/12/2021) siang di ruang pertemuan Tengger Kantor Bupati Probolinggo.

Sesuai dengan isi surat edaran Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi Nomor 26 Tahun 2021 Tentang Himbauan Penyelenggaraan Kegiatan HAKORDIA Tahun 2021, kegiatan ini mengambil tema “Satu Padu Bangun Budaya Antikorupsi”.

Kegiatan doa bersama dan siraman rohani ini dibuka secara resmi oleh Inspektur Kabupaten Probolinggo Tutug Edi Utomo dan diikuti oleh seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo dan para Camat.

Hadir sebagai penceramah dalam kesempatan tersebut, salah satu pengurus Bahtsul Masail PCNU Kota Kraksaan yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Darut Tauhid Kecamatan Krejengan Kabupaten Probolinggo KH Muhammad Syakur, yang akrab dipanggil Gus Dewa oleh masyarakat Nahdliyyin.

Dalam kesempatan tausiah di depan para pejabat di lingkungan Pemkab Probolinggo itu, Gus Dewa menyampaikan untuk mencapai tema HAKORDIA ini, maka perlu adanya hijrah amanah yang mana hal ini adalah untuk kebarokahan dan kesejahteraan rakyat.

Makna hijrah menurut Khadimul Majelis Muhibbur Rasul ini adalah gerakan untuk keluar dari hal yang tidak baik menuju lebih baik atau dari yang sudah baik agar menjadi sesuatu yang lebih baik lagi.

“Marilah kita ilhami peristiwa hijrahnya Rasulullah Muhammad SAW dari Mekkah ke Madinah. Sejatinya beliau bukan hanya hijrah fisik saja, namun juga dilandasi keinginannya untuk lebih mensejahterakan umat Islam,” ungkapnya.

Selanjutnya Alumni Pondok Pesantren Lirboyo Kediri ini juga mengingatkan bahwa korupsi itu tidak hanya terkait uang saja, namun yang sering dilupakan para pegawai dan karyawan adalah korupsi waktu. Kelalaian dalam menjaga ketepatan waktu kerja inilah menurut Gus Dewa merupakan penyebab tidak berkahnya gaji, sehingga selalu merasa kurang.

“Di puncak peringatan HAKORDIA ini mari kita bersama jadikan pemompa semangat untuk hijrah menjadi pribadi yang lebih baik lagi dan lebih barokah lagi agar mampu membawa Kabupaten Probolinggo yang baldatun toyyibatun warobbur Ghofur,” tandasnya. (dra)