Sunday, September 26, 2021
Depan > Kesehatan > Percepat Penanganan Covid-19, Pemkab-PMI Semprotkan Disinfektan

Percepat Penanganan Covid-19, Pemkab-PMI Semprotkan Disinfektan

Reporter : Hendra Trisianto
KRAKSAAN – Sebagai upaya percepatan penanganan pandemi Covid-19 di tengah masyarakat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Jawa Timur menurunkan kendaraan khusus bermuatan 5.000 liter disinfektan (Gunner).

Kendaraan PMI yang sudah didesain secara khusus untuk melakukan penyemprotan disinfektan secara masif dengan metode pengkabutan ini akan beroperasi selama 2 (dua) hari di wilayah Kabupaten Probolinggo, Jum’at dan Sabtu ((30-31/7/2021). Diutamakan disepanjang jalur pantura dan sekitar fasilitas publik yang ditengarai memiliki transmisi virus yang sangat banyak dengan aktifitas masyarakat yang sangat padat.

Untuk hari pertama Jum’at (30/7/2021), mobil Gunner tersebut akan beroperasi di wilayah Kota Kraksaan dan sekitarnya serta diupayakan juga sampai di wilayah Paiton dan sekitarnya. Sedangkan untuk hari kedua, Sabtu (31/7/2021) akan difokuskan di wilayah Kecamatan Dringu dan diharapkan juga bisa mengakses wilayah Kecamatan Gending sampai Sumberasih. Jadi utamanya di daerah Pantura yang memang transmisinya sangat banyak dan aktifitas penduduk yang sangat padat.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo H Soeparwiyono saat memimpin kegiatan ini menyampaikan ucapan terimakasih kepada PMI yang memang selama ini telah beberapa kali menurunkan Gunner di wilayah Kabupaten Probolinggo. Diharapkan melalui kegiatan ini dapat membantu memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Mewakili Ibu Bupati selaku Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo kami sampaikan terima kasih kepada PMI Provinsi Jawa Timur yang telah membantu Pemkab Probolinggo selama dua hari kedepan dalam penanganan pandemi Covid-19 melalui penyemprotan disinfektan secara masif di tengah lingkungan masyarakat dan fasilitas umum, utamanya di wilayah zona merah penyebaran Covid-19,” katanya.

Memperhatikan dinamika saat ini di Jawa dan Bali, Sekda Soeparwiyono menuturkan keprihatinannya atas lonjakan kasus terkonfirmasi Covid-19 dengan angka kematian yang cukup tinggi. Pihaknya berharap pandemi Covid-19 segera berakhir, sehingga tidak berdampak lebih serius pada segala lini sektor.

“Oleh karenanya kita membutuhkan kebersamaan dengan segenap elemen masyarakat untuk melaksanakan protokol kesehatan 5M dengan disiplin dan ketat. Karena kuncinya hanya itu, jika kita bisa melaksanakan dengan baik dengan disertai kekuatan doa maka pandemi akan segera berakhir,” tegasnya.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo selaku Ketua PMI Kabupaten Probolinggo dr Shodiq Tjahjono menghimbau kepada masyarakat bahwa virus yang saat ini sudah berada di tengah masyarakat ini adalah varian delta yang sangat berbeda karakternya dengan sebelumnya. Virus ini cenderung lebih mudah masuk dan menyerang sistem pernafasan bagian bawah, sehingga memang fatalitasnya lebih tinggi.

“Oleh karena itu tidak ada yang lebih baik selain mencegah diri dan keluarga serta lingkungan kita dari penularan dengan cara penerapan protokol kesehatan 5M secara ketat dan disiplin. Karena kalau sampai terpapar maka resikonya sangat tinggi baik biaya maupun nyawa,” katanya. (dra)