KRUCIL – Upaya meningkatkan produksi dan kualitas kopi terus dilakukan para petani di Kecamatan Krucil. Bersama Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Perkebunan dari Balai Besar Perbenihan dan Pelindungan Tanaman Perkebunan (BBPPTP) Surabaya serta tim Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) BPP Kecamatan Krucil, Kelompok Tani (Poktan) Harapan Sepuluh Desa Bermi mengikuti kegiatan perawatan tanaman kopi, Selasa (23/6/2026).
Kegiatan tersebut difokuskan pada pengendalian hama penggerek buah kopi, pemangkasan tanaman, pembuatan rorak serta sanitasi kebun guna meningkatkan produktivitas kopi arabika yang menjadi komoditas unggulan Kecamatan Krucil.
POPT Perkebunan BBPPTP Surabaya Ika Ratmawati menjelaskan salah satu langkah penting yang dilakukan adalah pemasangan perangkap feromon untuk menekan populasi hama penggerek buah kopi (Hypothenemus hampei).

“Pemasangan feromon membutuhkan sekitar 25 perangkap dengan jarak antar perangkap 25 meter. Tujuannya untuk menangkap hama penggerek kopi jantan sehingga tidak dapat melakukan perkawinan dengan hama betina. Dengan cara ini populasi hama dapat ditekan dan kerusakan buah kopi bisa diminimalkan,” katanya.
PPL Kecamatan Krucil Monali menerangkan pemangkasan sangat penting untuk membentuk tajuk tanaman, meningkatkan penyerapan sinar matahari serta menjaga produktivitas tanaman.
“Ada tiga jenis pemangkasan yang perlu dilakukan meliputi pemangkasan bentuk pada tanaman muda, pemangkasan pemeliharaan untuk membuang cabang yang tidak produktif atau terserang hama serta pemangkasan peremajaan pada tanaman tua untuk merangsang pertumbuhan tunas baru,” terangnya.

Sementara Koordinator BPP Kecamatan Krucil Agus Styagung berharap kegiatan teknis seperti ini dapat diterapkan oleh seluruh petani kopi di wilayah Kecamatan Krucil guna meningkatkan hasil panen pada musim mendatang.
“Perawatan tanaman kopi harus dilakukan secara rutin dan tepat. Dengan penerapan teknologi budidaya yang baik, produktivitas maupun kualitas kopi Krucil dapat terus meningkat sehingga mampu memberikan nilai ekonomi yang lebih besar bagi petani,” ujarnya.
Sedangkan Ketua Poktan Harapan Sepuluh Desa Bermi Moh. Hasyim mengaku senang mendapatkan pendampingan dan edukasi teknis terkait perawatan kebun kopi. Masa setelah panen merupakan waktu yang tepat untuk melakukan berbagai perawatan tanaman.

“Pertengahan Juni hingga pertengahan Agustus merupakan waktu yang tepat untuk melakukan perawatan kopi sebagai persiapan munculnya bakal bunga. Kami siap menerapkan ilmu yang diberikan agar hasil panen kopi ke depan bisa lebih maksimal,” ungkapnya. ***
Penulis : Syamsul Akbar
Editor : Tim Bromo Info
