KRAKSAAN – Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kraksaan masa khidmat 2025-2029 resmi dilantik di ruang utama Gedung Islamic Center (GIC) Kraksaan, Minggu (23/8/2026) malam. Pelantikan pengurus baru tersebut menjadi momentum bagi GP Ansor Kraksaan untuk memperkuat kaderisasi, membangun kemandirian organisasi dan memperluas kontribusi kepada masyarakat.
Rangkaian kegiatan diawali dengan Sholawat “Mengetuk Pintu Langit” bersama Majelis Sholawat Syababunnur. Acara tersebut dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo Abd. Ghafur, perwakilan Forkopimda, sejumlah Kepala OPD Pemkab Probolinggo, Camat Kraksaan Puja Kurniawan serta Forkopimka Kraksaan.
Hadir pula Rais Syuriyah PCNU Kraksaan KH Abdul Wasik Hannan, Ketua Tanfidziyah PCNU Kraksaan KH Hafidzul Hakiem Noer, Ketua Pimpinan Wilayah (PW) GP Ansor Jawa Timur H. Musaffa Safril, Ketua PC GP Ansor Kraksaan Abd. Rahman bersama Ketua PC GP Ansor se-Tapal Kuda, jajaran pengurus Muslimat NU Kraksaan, Fatayat NU Kraksaan , IPNU-IPPNU Kraksaan serta pengurus PAC GP Ansor se-PC GP Ansor Kraksaan.

Prosesi pelantikan dipimpin Koordinator Wilayah Paspro PW GP Ansor Jawa Timur Misbahul Munir. Setelah prosesi pengukuhan, dilakukan penyerahan Surat Keputusan (SK) oleh Ketua PW GP Ansor Jawa Timur H. Musaffa Safril kepada Ketua PC GP Ansor Kraksaan Abd. Rahman.
Dalam pelantikan ini, PC GP Ansor Kraksaan juga melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman bersama dalam bentuk Memorandum of Understanding dengan Universitas Nurul Jadid (Unuja) Paiton.
Selain itu juga dilakukan launching website terpadu Sistem Informasi dan Administrasi Persuratan (SIAP) PC GP Ansor Kraksaan yang dipimpin oleh Rais Syuriyah PCNU Kraksaan KH. Abdul Wasik Hannan didampingi Ketua Tanfidizyah PCNU Kraksaan KH. Hafidzul Hakiem Noer, Ketua PW GP Ansor Jawa Timur H. Musaffa Safril dan Ketua PC GP Ansor Kraksaan Abd. Rahman.

Ketua PC GP Ansor Kraksaan Abd. Rahman menegaskan pengurus baru harus segera bergerak menjalankan roda organisasi. “Kaderisasi menjadi salah satu fondasi utama agar keberlangsungan GP Ansor tetap terjaga,” ujarnya.
Ia menilai sistem kaderisasi yang dilakukan PW GP Ansor Jawa Timur melalui Pelatihan Kepemimpinan Lanjutan (PKL) dan Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) secara rutin dapat menjadi contoh bagi kepengurusan di tingkat cabang.
“Saya kira apa yang dilakukan PW GP Ansor Jawa Timur sangat sistematis. Setiap bulan ada PKL dan PKD sebagai pintu awal kaderisasi untuk merekrut anggota baru GP Ansor maupun Banser,” lanjutnya.

Selain memperkuat jumlah kader, Rahman mengajak seluruh pengurus dan anggota untuk meluruskan kembali orientasi perjuangan organisasi. GP Ansor harus dikembangkan sebagai wadah pengabdian kepada Nahdlatul Ulama dan masyarakat. “Saya ingin GP Ansor memurnikan niat untuk berkhidmat. Jangan terlalu berpikir berafiliasi ke mana, tetapi besarkan dulu organisasinya dan rajut eksistensinya,” tegasnya.
Rahman juga menempatkan kemandirian organisasi sebagai agenda penting. Pembahasan mengenai penguatan kemandirian tersebut akan menjadi salah satu materi yang perlu dirumuskan dalam rapat kerja kepengurusan mendatang. Harapannya program GP Ansor Kraksaan ke depan tidak hanya berhenti pada kegiatan seremonial.
“Setiap program harus mempunyai manfaat yang dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat. Ke depan kita harap melakukan gerakan yang sifatnya substantif, kegiatan-kegiatan yang berdampak terutama kepada masyarakat,” harapnya.

Sementara Ketua PW GP Ansor Jawa Timur H. Musaffa Safril mengingatkan pengurus baru bahwa pelantikan bukanlah akhir dari sebuah rangkaian acara. Sebaliknya, pelantikan menjadi titik awal untuk membuktikan amanah organisasi melalui kerja nyata.
“Pelantikan ini adalah penegasan amanah yang diberikan kepada sahabat-sahabat sekalian. Pesta ini hanya berakhir pada malam hari ini, selebihnya besok sampai akhir periode panjenengan semua adalah wahana untuk membuktikan kepada kader Gerakan Pemuda Ansor,” ungkapnya.
Musaffa meminta PC GP Ansor Kraksaan segera menyusun rapat kerja dan menentukan program yang konkret. Karakter GP Ansor sebagai organisasi pergerakan harus diwujudkan melalui aktivitas yang nyata. “Ini organisasi pergerakan. Yang paling utama adalah panjenengan harus bisa bergerak. Kalau GP Ansor tidak bergerak, bukan organisasi pergerakan,” tegasnya.

Salah satu perhatian yang disampaikan Musaffa adalah penguatan kaderisasi berbasis pesantren. Pesantren mempunyai hubungan erat dengan tradisi keilmuan dan perjalanan Nahdlatul Ulama. Harapannya kaderisasi berbasis pesantren dapat dikembangkan sehingga para santri yang telah menyelesaikan pendidikan di pondok tetap mempunyai ikatan kuat dengan Ansor dan NU ketika kembali ke masyarakat.
“Ke depan kaderisasi harus ada yang berbasis pesantren. Saya berharap ada PKD atau kaderisasi yang berbasis pesantren, sehingga ketika santri kembali dari pondok pesantren, tidak lupa terhadap GP Ansor dan Nahdlatul Ulama,” jelasnya.
Selain kaderisasi, Musaffa mendorong pengurus cabang membangun jejaring dengan berbagai pihak. Kader di tingkat PAC hingga ranting perlu diberikan kesempatan untuk mengembangkan potensi melalui kerja sama dan kolaborasi. “Ketua Pimpinan Cabang harus punya energi untuk menyambungkan kader-kadernya kepada pihak manapun, memberikan ruang untuk bersinergi dan berkolaborasi,” tegasnya.

Musaffa juga mengingatkan bahwa usia muda harus menjadi energi untuk bergerak dan mengabdi. “Menjadi pemuda bukan hanya soal usia, tetapi soal keberanian dan semangat untuk berkhidmat,” urainya.
Ketua Tanfidziyah PCNU Kraksaan KH Hafidzul Hakiem Noer meminta pengurus GP Ansor memperkuat hubungan kelembagaan dengan PCNU Kraksaan. Sinergi tersebut dinilai penting untuk membangun kemandirian organisasi sekaligus memperbesar manfaat bagi masyarakat.
Ia menjelaskan bahwa nama GP Ansor memiliki makna historis yang kuat karena mengambil keberkahan dari para sahabat GP Ansor yang dikenal sebagai kelompok penolong dalam perjuangan Islam. “Kenapa dinamai Ansor? Karena mengambil keberkahan dari nama para sahabat Nabi, yaitu sahabat Ansor. Harapannya, pemuda-pemuda Ansor ke depan memiliki sifat seperti para sahabat Ansor, menjadi sosok penolong,” tegasnya.

Menurutnya, nilai tersebut harus diwujudkan melalui kontribusi nyata kepada umat dan dakwah Islam. “Pemuda-pemuda GP Ansor harus menjadi penolong umat, menjadi penolong agama, terutama menjadi penolong dakwah agama ke depannya,” lanjutnya.
Ia berharap PC GP Ansor Kraksaan dan PCNU Kraksaan terus saling mendukung dalam menjalankan agenda organisasi. “Saya berharap ke depan sahabat-sahabat bersinergi dengan PCNU Kraksaan untuk kemandirian dan kemajuan organisasi. Kita harus terus saling bersinergi dan saling support satu sama lain,” jelasnya.
Sedangkan Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Kabupaten Probolinggo Abd. Ghafur menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan sholawat dan pelantikan PC GP Ansor Kraksaan. Ia juga memberikan ucapan selamat kepada jajaran pengurus yang memperoleh amanah untuk periode 2025-2029.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Probolinggo, saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas terselenggaranya acara Sholawat Mengetuk Pintu Langit. Saya juga mengucapkan selamat atas pelantikan pengurus PC GP Ansor Kraksaan masa khidmat 2025-2029,” katanya.
Menurutnya, GP Ansor memiliki posisi strategis dalam memperkuat nilai kebangsaan, menjaga kebinekaan dan merawat persatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia. “Kaderisasi penting untuk memastikan kesinambungan perjuangan organisasi sekaligus mempersiapkan generasi muda yang mampu mengambil peran di tengah masyarakat,” jelasnya.
Ghafur menerangkan Pemkab Probolinggo juga membuka ruang kerja sama dengan GP Ansor dalam berbagai bidang. Beberapa di antaranya program kepemudaan, pengentasan kemiskinan, pendidikan, kesehatan serta penguatan UMKM. “Pemerintah Kabupaten Probolinggo siap mendukung dan berkolaborasi. Pintu kami terbuka untuk program-program kepemudaan yang menyejahterakan umat,” ujarnya.

Lebih lanjut Ghafur menambahkan rangkaian pelantikan dan sholawat tersebut diharapkan menjadi awal pengabdian baru PC GP Ansor Kraksaan. “Dengan penguatan kaderisasi, kemandirian serta kolaborasi lintas sektor, organisasi kepemudaan NU tersebut diharapkan semakin hadir melalui program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Probolinggo,” pungkasnya. ***
Penulis : Syamsul Akbar
Editor : Tim Bromo Info
