KRAKSAAN – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo melalui Tim Gizi terus memperkuat kualitas pencatatan layanan kesehatan ibu hamil melalui kegiatan pendampingan keterisian indikator pada aplikasi SIGIZIKESGA. Kegiatan ini dilaksanakan di Puskesmas Krucil dengan melibatkan para bidan sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan ibu di lapangan, Selasa (7/6/2026).
Pendampingan dilakukan secara langsung dan interaktif oleh Tim Gizi, mulai dari pemahaman indikator, teknis penginputan data hingga penyelesaian berbagai kendala yang dihadapi saat penggunaan aplikasi. Upaya ini bertujuan untuk memastikan setiap data layanan kesehatan ibu hamil tercatat secara lengkap, akurat dan terintegrasi dalam sistem.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kabupaten Probolinggo Sri Wahyu Utami mengatakan pendampingan ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas data kesehatan ibu.
“Melalui pendampingan ini, kami ingin memastikan para bidan memahami secara menyeluruh indikator yang harus diinput dalam aplikasi SIGIZIKESGA. Data yang lengkap dan akurat sangat penting sebagai dasar pengambilan kebijakan serta peningkatan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak,” ujarnya.
Sri Wahyu menjelaskan, pencatatan digital yang optimal akan memudahkan proses monitoring kesehatan ibu hamil secara berkelanjutan. Dengan demikian, setiap perkembangan kondisi ibu dapat terpantau dengan baik dan ditindaklanjuti secara cepat dan tepat.
“Sebagai hasil dari kegiatan ini, para bidan menunjukkan progres signifikan. Sebanyak 351 ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Krucil telah berhasil diinput ke dalam aplikasi SIGIZIKESGA. Capaian ini menjadi langkah awal yang positif dalam mewujudkan sistem pencatatan kesehatan ibu yang lebih tertib dan terintegrasi,” terangnya.
Sri Wahyu menambahkan, pihaknya berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkesinambungan di seluruh fasilitas layanan kesehatan di Kabupaten Probolinggo. “Kami berharap para bidan semakin terampil dan konsisten dalam melakukan pencatatan digital. Dengan data yang kuat, monitoring kesehatan ibu hamil akan lebih efektif dan pada akhirnya berdampak pada peningkatan kualitas layanan kesehatan di Kabupaten Probolinggo,” pungkasnya. ***
Penulis : Syamsul Akbar
Editor : Tim Bromo Info
