Monday, April 12, 2021
Depan > Kemasyarakatan > Pemkab Sosialisasikan AKL, AKAD dan AKAN

Pemkab Sosialisasikan AKL, AKAD dan AKAN

Reporter : Syamsul Akbar
MARON – Dalam rangka memberikan pemahaman tentang ketenagakerjaan bagi masyarakat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) memberikan sosialisasi Angkatan Kerja Lokal (AKL), Angkatan Kerja Antar Daerah (AKAD) dan Angkatan Kerja Antar Negara (AKAN) di Balai Desa Maron Wetan Kecamatan Maron, Selasa (3/3/2020).

Kegiatan ini diikuti oleh 100 orang peserta terdiri dari unsur perangkat desa, Ketua RT/RW, PKK, Karang Taruna, tokoh agama dan tokoh masyarakat yang ada di Desa Maron Wetan Kecamatan Maron. Narasumber berasal dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa Timur tentang mekanisme Pekerja Migran Indonesia yang prosedural dan Disnaker Kabupaten Probolinggo tentang kebijakan ketenegakerjaan.

Kepala Disnaker Kabupaten Probolinggo Hudan Syarifuddin mengatakan kegiatan ini mempunyai 3 (tiga) tujuan baik AKL, AKAD dan AKAN. Untuk AKL supaya masyarakat bisa memanfaatkan potensi lowongan kerja yang ada di Kabupaten Probolinggo. Karena kadang mereka ingin mencari pekerjaan yang dekat saja sebab tidak didukung oleh keluarganya bekerja jauh dari rumahnya.

“Sehingga mereka masih terkadang disuruh orang tua dan keluarganya untuk bekerja di lingkungan rumahnya. Oleh karena itulah kami ingin memotivasi masyarakat supaya bisa mendorong putra-putrinya bisa bekerja di lingkungan di wilayah Kabupaten Probolinggo,” katanya.

Untuk AKAD dilakukan supaya mereka lebih berani kembali untuk bisa bekerja di luar Kabupaten Probolinggo dengan cara legal. Sementara untuk AKAN supaya mereka berani untuk bekerja di luar negeri secara legal. Terlebih banyak sekali lowongan kerja yang cukup menjanjikan.

“Namun karena mereka sering mendapat informasi yang salah terkadang menjadi pekerja illegal. Disini kami memberikan informasi agar mereka bisa mendapatkan informasi yang tepat dalam mencari lowongan pekerjaan,” jelasnya.

Hudan meminta agar masyarakat yang ingin bekerja ke luar negeri untuk mencari informasi terkait lowongan kerja yang betul-betul sudah terdaftar. Karena sekarang setiap negara ada aturan hukum khusus yang sangat kuat dan jelas.

“Pemerintah Daerah tidak ingin nantinya para tenaga kerja kami terlantar di luar negeri karena diiming-imingi gaji tinggi dengan proses prosedur yang murah dan bisa ditangani oleh pihak ketiga tapi malah ini menyiksa mereka. Ini kelemahannya, ada iming-iming sesuatu yang mudah dan murah pasti mereka ambil,” terangnya.

Menurut Hudan, faktor utama yang menyebabkan mereka tidak mau bekerja keluar dari lingkungannya karena dorongan keluarga sendiri. Padahal saat anaknya sudah lulus mereka dididik dan dilatih. Awalnya mau bekerja ke luar daerah, tetapi karena dorongan orang tua mereka akhirnya bekerja seadanya di lingkungannya. Seperti mengolah lahan pertanian dan tukang kuli.

“Meskipun demikian kami tetap arahkan mereka untuk bisa bekerja di sektor formal. Sebab bekerja di sektor formal itu gajinya sudah banyak mengacu kepada UMK dan tingkat kesejahteraannya lebih terjamin,” tegasnya.

Melalui kegiatan ini Hudan mengharapkan masyarakat memiliki pola pikir yang berubah. Dengan adanya perubahan pola pikir itu mereka bisa mendorong putra putrinya ataupun mereka sendiri bisa memanfaatkan potensi yang ada. Bagi ibu-ibu bisa menyampaikan kepada tetangganya.

“Kami menghimbau kepada masyarakat bisa datang ke Disnaker Kabupaten Probolinggo untuk mendapatkan informasi terkait lowongan kerja. Ke depan kami akan membuat situs sendiri berupa website untuk mengumumkan lowongan kerja secara real time. Harapannya ini bisa bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan lowongan kerja,” pungkasnya.

Sosialisasi AKL, AKAD dan AKAN ini disambut dengan antusias oleh masyarakat Desa Maron Wetan Kecamatan Maron. Selama kegiatan banyak pertanyaan yang disampaikan oleh masyarakat. (wan)

cww trust seal