KRASKAAN – Pembinaan atlet disabilitas menjadi salah satu perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo. Komitmen tersebut mengemuka saat pengurus National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kabupaten Probolinggo beraudiensi dengan Wakil Bupati (Wabup) Probolinggo Fahmi AHZ di ruang kerja Wakil Bupati Probolinggo, Rabu (8/7/2026).
Audiensi tersebut sekaligus menjadi ajang perkenalan kepengurusan NPCI Kabupaten Probolinggo yang terbentuk pada Juli 2025 serta forum penyampaian program kerja organisasi dalam pengembangan olahraga disabilitas.
Ketua NPCI Kabupaten Probolinggo Hasan Basri menyampaikan pembinaan atlet disabilitas harus dilakukan secara berkelanjutan agar mampu mencetak atlet berprestasi yang siap mengikuti berbagai kejuaraan, termasuk Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Jawa Timur.
Menurutnya, keberlanjutan pembinaan membutuhkan dukungan dari pemerintah daerah, terutama dalam penyediaan anggaran agar proses latihan dan pengembangan atlet tidak terhenti.
“Pembinaan atlet harus dilakukan secara berkesinambungan agar mereka siap menghadapi berbagai kejuaraan. Dukungan pemerintah daerah sangat dibutuhkan supaya proses pembinaan dapat berjalan secara optimal,” ungkapnya.

Selain pembinaan olahraga, NPCI juga menyampaikan harapan agar pemerintah daerah ikut mengawal pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas, khususnya terkait pendataan kesejahteraan. “Masih terdapat penyandang disabilitas yang belum memperoleh hak maupun bantuan sesuai ketentuan,” tambahnya.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati (Wabup) Probolinggo Fahmi AHZ menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Probolinggo untuk memperkuat koordinasi dan sinergi dengan NPCI dalam mendukung pengembangan olahraga disabilitas sekaligus memperhatikan pemenuhan hak penyandang disabilitas. “Kami ingin olahraga disabilitas di Kabupaten Probolinggo terus berkembang dan mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi,” katanya.
Menurut Wabup Fahmi, pemerintah daerah akan melibatkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk mengawal berbagai kebutuhan penyandang disabilitas, baik dalam bidang olahraga maupun aspek kesejahteraan sosial.
“Kami akan terus bersinergi dengan NPCI agar pembinaan atlet disabilitas berjalan lebih baik sekaligus memastikan hak-hak penyandang disabilitas dapat terpenuhi sesuai ketentuan,” tambahnya.
Audiensi tersebut diharapkan menjadi langkah awal memperkuat kolaborasi antara Pemkab Probolinggo dan NPCI dalam menciptakan ekosistem pembinaan olahraga disabilitas yang berkelanjutan sekaligus mendorong lahirnya atlet-atlet paralimpik berprestasi dari Kabupaten Probolinggo. ***
Penulis : Syamsul Akbar
Editor : Tim Bromo Info
