Depan > Kemasyarakatan > Pemkab Gelar Workshop Internalisasi Koperasi

Pemkab Gelar Workshop Internalisasi Koperasi

Reporter : Syamsul Akbar
SUKAPURA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Koperasi dan Usaha Mikro menggelar workshop internalisasi koperasi di Hotel Nadia Kecamatan Sukapura, Selasa hingga Kamis (2-4/11/2021).

Kegiatan yang digelar dalam rangka peningkatan pemahaman dan pengetahuan perkoperasian serta kapasitas dan kompetensi SDM koperasi ini diikuti oleh 40 orang dari unsur koperasi di Kabupaten Probolinggo.

Selama kegiatan mereka mendapatkan materi Anggaran Dasar koperasi yang berjatidiri dari Ketua Dekopinda Kabupaten Probolinggo Joko Rohani Sanjaya, perubahan Anggaran Dasar koperasi dari Ketua PK-PRI Kabupaten/Kota Probolinggo Edy Supangkat serta pengesahan koperasi berbasis AHU Online Koperasi dari Notaris Pembuat Akta Koperasi (NPAK) Arlita Rahmawati.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo Anung Widiarto mengatakan koperasi sebagai badan usaha harus menerapkan tata laksana koperasi yang baik (good cooperative governance) dan sesuai jatidiri koperasi.

“Untuk menjadi koperasi modern yang tangguh, sehat dan mandiri, koperasi harus sehat organisasi, sehat usaha dan sehat keuangan. Untuk mewujudkan sehat organisasi, sehat usaha dan sehat keuangan, koperasi harus menerapkan dan menjalankan koperasi sesuai peraturan perkoperasian yang berlaku,” katanya.

Menurut Anung, saat ini banyak perubahan-perubahan peraturan perkoperasian yang mengharuskan koperasi untuk melakukan perubahan dan pembaharuan. Dengan ditetapkannya UU Nomor 11 tahun 2020 Tentang Cipta Kerja, PP Nomor 7 tahun 2021 Tentang Kemudahan, Perlindungan dan Pemberdyaan Koperasi dan UMKM serta peraturan-peraturan lainnya.

“Mandatory utama, UU Cipta Kerja adalah kemudahan, perlindungan dan pemberdyaan koperasi dan UMKM. Hal ini merupakan wujud nyata keberpihakan pemerintah kepada sektor koperasi dan UMKM yang merupakan pilar perekonomian nasional,” jelasnya.

Untuk itu jelas Anung, di tengah badai pandemi Covid-19, tantangan revolusi industri 4.0, koperasi harus inovatif dan adaptif serta mampu terus menjadi pilar perekonomian nasional untuk mewujudkan koperasi sebagai entitas bisnis yang sehat, tangguh, mandiri dan berdaya saing serta berdimensi sosial sebagaimana jati dirinya.

“Dengan membangun koperasi dengan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan, kemandirian dan ketangguhan koperasi sebagai badan usaha berbasis anggota,” terangnya.

Anung menambahkan untuk itu koperasi harus benar-benar out off the box (keluar dari kebiasaan), adaptif terhadap perubahan dan terus meningkatkan ketangguhan di tengah pandemi dan terus memperkuat daya saing ditengah persaingan global revolusi industri 4.0.

“Diharapkan dapat mewujudkan pembaharuan besar membangun tata laksana koperasi yang baik dari by person menjadi by system sebagai kemujudan tata laksana yang baik (good cooperative goverment),” pungkasnya. (wan)