Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Bagian Perekonomian dan SDA menggelar rapat koordinasi (rakor) kerja sama Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Probolinggo-Lumajang di Guest House Kraksaan, Rabu (1/2/2023).
Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Bupati (Wabup) Probolinggo Drs HA Timbul Prihanjoko, Plh Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Dewi Korina, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Ahmad Hasyim Ashari bersama sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait serta Direktur Perumdam Tirta Argapura Kabupaten Probolinggo Gandhi Hartoyo.
Rakor ini diawali dengan pembahasan draf Kesepakatan Bersama antara Pemerintah Provinsi JawaTimur, Pemerintah Kabupaten Probolinggo, Pemerintah Kabupaten Lumajang dan Pemerintah Kota Probolinggo Tentang Kerja Sama Pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Probolajang.
Pembahasan draf kesepakatan bersama ini dipimpin oleh Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Setda Kabupaten Probolinggo Jurianto. Masukan-masukan penyempurnaan disampaikan oleh Kabag Hukum Priyo Siswoyo, Kepala Bapelitbangda Santiyono, Kepala DPUPR Hengki Cahjo Saputra, Kepala DPKPP Oemar Sjarief, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Ahmad Hasyim Ashari serta Plh Sekretaris Daerah Dewi Korina.
Kemudian dilanjutkan dengan pemaparan oleh Direktur Perumda Air Minum Tirta Argapura Kabupaten Probolinggo Gandhi Hartoyo terkait dengan SPAM Mata Air Tancak, SPAM Mata Air Darungan dan MA Kebun Condong.
Wakil Bupati (Wabup) Probolinggo Drs HA Timbul Prihanjoko mengatakan masalah distribusi air ini menyangkut hajat hidup orang banyak. Oleh karena itu jangan sampai pemanfaatan sumber mata air ini akan berdampak tidak baik terhadap masyarakat yang ada di sekitar sumber mata air.
“Oleh karena itu, bagaimana sumber mata air ini jangan terlalu banyak diambil. Sebab perlu dipikirkan bagaimana keberlangsungan pertanian disana kalau terlalu banyak diambil sumber mata airnya,” katanya.
Dengan adanya SPAM Probolajang ini jelas Wabup Timbul, maka masalah ketersediaan air bersih di wilayah Dringu, Gending dan Gili Ketapang bisa terlayani dengan distribusi 300 liter per detik. “Ketersediaan air minum ini erat hubungannya dengan urusan perkembangan rumah,” jelasnya.
Namun demikian terang Wabup Timbul, perlu diupayakan untuk mencari sumber mata air baru untuk melayani kebutuhan air masyarakat, khususnya yang ada di wilayah barat Kabupaten Probolinggo. “Dengan demikian pemanfaatan sumber mata air ini tidak berfokus kepada satu sumber mata air,” tegasnya.
Sementara Plh Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Dewi Korina mengungkapkan Musrenbang akan dilaksanakan pada awal-awal tahun 2023. Oleh karena itu diharapkan semua harus bersama-sama berikhtiar dan mempersiapkan usulan pada pemerintah pusat dan provinsi baik melalui DAK maupun pembantuan.
“Kecukupan air bersih ini merupakan kewajiban dari pemerintah pusat juga. Intinya Pemerintah Daerah dengan APBD yang terbatas, walaupun dana sharing akan kita upayakan. Mari bersama-sama dikawal ke pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi agar mendapatkan perhatian,” ujarnya.
Menurut Plh Sekda Dewi, ada beberapa lembaga bantuan yang intens sekali kepada air bersih. Salah satunya dengan IUWASH. “Kalau ada kedekatan akan kita upayakan lagi agar bisa dibantu. Mumpung sekarang masih bulan perencanaan. DAU salah satunya untuk air bersih, tetapi sangat kecil. Sehingga harus mencari lagi anggaran di luar APBD,” tegasnya.
Sedangkan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Ahmad Hasyim Ashari menyampaikan salah satu latar belakang pemanfaatan SPAM adalah pemerintah menjamin hak setiap orang dalam mendapatkan air minum yang bersih dan sehat untuk kebutuhan pokok sehari-hari sehingga dalam pelaksanaannya, pengembangan SPAM menjadi tanggungjawab pemerintah.
“Kegiatan SPAM Probolajang merupakan salah satu proyek untuk mencapai target akses air minum dimana kegiatan SPAM Probolajang ini telah disusun sebagai readlines criteria oleh Pemprov Jatim,” pungkasnya. (wan)
