Thursday, February 29, 2024
Depan > Kemasyarakatan > Pemkab Gelar Rakor Antisipasi Penanganan Dampak El Nino

Pemkab Gelar Rakor Antisipasi Penanganan Dampak El Nino

Reporter : Syamsul Akbar
DRINGU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Bagian Perekonomian dan SDA menggelar rapat koordinasi (rakor) dalam rangka antisipasi penanganan dampak El Nino di Kabupaten Probolinggo pada Selasa (19/9/2023) di ruang pertemuan PRIC Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Probolinggo.

Kegiatan yang dipimpin oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo Ahmad Hasyim Ashari ini diikuti oleh unsur Inspektorat Daerah, BPPKAD, Bapelitbangda, Dinas Pertanian, Dinas Ketahanan Pangan, DKUPP, DPUPR, Dinas Perikanan, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perhubungan, Bagian Perekonomian dan SDA, Perum Bulog dan BPS Kabupaten Probolinggo.

Rakor ini digelar sebagai tindak lanjut dari Surat Menteri Dalam Negeri Nomor : 800.1.14/1767/IJ perihal Atensi Atas Pelaksanaan Monitorng dan Evaluasi Pengendalian Inflasi Daerah Minggu ke-I Agustus 2023 serta Arahan Bupati Probolinggo terkait Kesiapan Pemerintah Daerah dalam Menghadapi Antisipasi Dampak El Nino di Kabupaten Probolinggo.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo Ahmad Hasyim Ashari mengatakan dari rakor yang sudah dilakukan dapat disimpulkan bahwa Kabupaten Probolinggo siap menghadapi dan mengantisipasi fenomena El Nino.

“Stok ketersediaan gabah di gudang SRG Alassumur sejumlah 2.600 ton gabah atau setara dengan ±1.820 ton beras. Persediaan stok beras medium PSO di Gudang Bulog KC Probolinggo sejumlah 8.480 ton dan diperkirakan cukup hingga akhir tahun,” katanya.

Menurut Hasyim, perkiraan musim hujan dalam kondisi normal di Kabupaten Probolinggo akan terjadi pada minggu ke-2 bulan Nopember 2023. “Nantinya perlu untuk menambah luas tanam padi di periode 2 di tahun 2023-2024,” jelasnya.

Hasyim menjelaskan program untuk mengantisipasi fenomena El Nino adalah pelaksanaan pasar murah di 24 kecamatan dan Pulau Gili Ketapang serta peningkatan cadangan pangan daerah sebanyak 14 ton 6 kwintal gabah atau setara dengan ±8 ton beras untuk 876 KK penerima manfaat.

“Perum Bulog KC Probolinggo turut serta membantu Pemerintah Daerah dalam mengendalikan harga beras dengan Program Bantuan Pangan dan penyaluran beras SPHP,” pungkasnya. (wan)