Monday, March 4, 2024
Depan > Kesehatan > Sekda Ugas Buka Diseminasi dan Sosialisasi Renja Dinkes Tahun 2024

Sekda Ugas Buka Diseminasi dan Sosialisasi Renja Dinkes Tahun 2024

Reporter : Hendra Trisianto
KRAKSAAN – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto membuka secara resmi kegiatan diseminasi dan sosialisasi rencana kerja (renja) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo Tahun 2024, Selasa (19/9/2023) pagi di ruang pertemuan Tengger Kantor Bupati Probolinggo.

Kegiatan yang juga bersinergi dengan civitas Universitas Airlangga Surabaya melalui Program Pendampingan Tata Kelola Program Kesehatan di Dinas Kesehatan itu dihadiri oleh Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo dr Shodiq Tjahjono dan Ketua Tim Pendamping Unair Prof. Dr. Sri Sumarmi.

Dalam sambutan dan pengarahannya Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto mengapresiasi adanya program pendampingan dari tim ahli Unair terkait perencanaan dan strategi penyelesaian permasalahan kesehatan masyarakat yang masih ada di Kabupaten Probolinggo seperti stunting serta angka kematian ibu dan anak.

“Meskipun secara data trennya sudah menurun namun kita tidak boleh terlena. Saya mengharapkan Dinkes dan jajaran bisa memanfaatkan program pendampingan ini,” katanya.

Terkait penyusunan renja Dinkes untuk tahun 2024 kedepan, Ugas menegaskan agar efektifitas dan efisiensi anggaran diperhatikan. Mengingat anggaran yang begitu terbatas, pihaknya berharap agar setiap program kegiatan yang direncanakan betul-betul tepat sasaran dan memiliki dampak yang maksimal.

“Kunci rencana kerja yang baik adalah adalah kuatkan sinergi dengan di dukung data yang valid. Kemudian dengan ditunjang perencanaan yang optimal saya yakin program kerja pada Dinkes akan berjalan baik dengan hasil yang maksimal,” ungkapnya.

Sementara Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo dr Shodiq Tjahjono mengemukakan, selain angka kasus stunting dan kematian ibu dan bayi, beberapa isu strategis lain yang juga harus diperhatikan diantaranya data rumah tangga dengan akses sanitasi rendah, distribusi nakes belum maksimal dan prevalensi penyakit menular dan tidak menular yang masih cukup tinggi.

“Intinya semua yang kita rencanakan harus searah dengan indicator-indikator yang sedang kita hadapi ini. Buatlah kegiatan yang merujuk kepada isu strategis dan permasalahan yang kita hadapi,” jelasnya.

“Ingat meskipun prevalensi stunting menurun, namun ada yang harus kita perhatikan secara serius pada data stunting per golongan umur, yakni pada usia 0 bulan,” pungkasnya. (dra)