Monday, February 26, 2024
Depan > Kemasyarakatan > Pemkab Gelar Bimtek Enumerator Penggunaan Aplikasi SIDT

Pemkab Gelar Bimtek Enumerator Penggunaan Aplikasi SIDT

Reporter : Syamsul Akbar
PROBOLINGGO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Koperasi dan Usaha Mikro menggelar bimbingan teknis (bimtek) enumerator penggunaan aplikasi Sistem Informasi Data Tunggal (SIDT) Kabupaten Probolinggo di Hotel Bromo View Probolinggo, Rabu dan Kamis (13-14/4/2022).

Kegiatan yang dibuka oleh Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo Anung Widiarto ini diikuti oleh 62 orang petugas enumerator terdiri dari Badan Pusat Statistik (BPS), Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo serta perwakilan dari kecamatan se-Kabupaten Probolinggo.

Bimtek enumerator penggunaan aplikasi SIDT ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada para petugas enumerator tentang aplikasi SIDT KUMKM, sehingga memiliki kepercayaan diri untuk pendataan KUMKM di lapangan serta cara memanfaatkannya dalam proses pendataan KUMKM.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo Anung Widiarto mengatakan data itu penting, data itu mahal, tanpa data berbagai kebijakan dan program akan sulit ditetapkan. Karena data merupakan kerangka dasar dan pedoman, khususnya bagi pemerintah dalam menetapkan kebijakan pembangunan nasional agar kebijakan dan program tepat sasaran.

“Satu data Koperasi dan UKM (KUMKM) merupakan implementasi dari mandatory Undang-undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2020 Tentang Cipta Kerja melalui Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2021 Tentang Kemudahan, Perlindungan dan Pemberdayaan Koperasi dan UKM yang mengamanatkan terbangunnya satu data KUMKM berbasis elektronik untuk mewujudkan basis data Koperasi dan UKM yang terpadu dan menghasilkan data yang berkualitas, lengkap dan akurat serta representatif untuk memenuhi kebutuhan pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya,” katanya.

Menurut Anung, strategi implementasi data tunggal dilakukan dengan dua cara. Yakni, perbaikan tata kelola data UMKM dan pemanfaatan data terbuka dan perbaikan tata kelola mencakup penataan regulasi dan lembaga, standarisasi dan sinkronisasi data, peningkatan kapasitas, interopabilitas data.

“Adapun pemanfaatan data terbuka, akan disajikan dalam portal satu data, format terbuka dan memperluas pemanfaatan data dalam wujud Sistem Informasi Data Tunggal (SIDT). Pendataan berbasis SIDT yang saat ini dilakukan kepada seluruh sector usaha Koperasi dan UKM, non pertanian. Peranan enumerator sangat penting sebagai ujung tombak validasi dan akurasi data untuk mewujudkan satu data Indonesia sebagai pengelolaan data pembangunan,” jelasnya.

Anung menjelaskan data yang berkualitas akan menghasilkan pembangunan yang berkualitas dan sebaliknya pembangunan yang berkualitas akan menghasilkan data yang berkualitas.

“Untuk itu, kepada seluruh enumerator saya harap dapat benar-benar memberikan data akurat dan kekikian. Seluruh data KUMKM yang terintegrasi sangat dibutuhkan untuk pemulihan ekonomi nasional. Perlu diketahui bersama, Pemerintah Kabupaten Probolinggo melalui Dinas Koperasi dan Usaha Mikro mulai tahun 2020 secara bertahap telah membangun data Koperasi dan UKM berbasis sistem informasi geografis koperasi dan UKM One Touch KUMKM,” terangnya.

Lebih lanjut Anung mengharapkan data yang diperoleh dapat menjadi basis data utama bagi Pemerintah Kabupaten Probolinggo dalam menetapkan kebijakan, sebagai langkah nyata mewujudkan keperpihakan pemerintah kepada koperasi dan UKM.

“Untuk itu, manfaatkan momentum hari ini dengan sebaik-baiknya untuk dapat mengetahui tugas dan fungsi enumerator, sehingga dapat memberikan data yang berkualitas untuk mendukung pembangunan ekonomi Kabupaten Probolinggo dan upaya pemulihan ekonomi pasca pandemic Covid-19,” harapnya. (wan)