Sunday, May 19, 2024
Depan > Pemerintahan > Pemkab Gelar Audiensi Pembahasan Proyek Gravitasi Tancak dan Pelebaran Jalan Muneng-Patalan

Pemkab Gelar Audiensi Pembahasan Proyek Gravitasi Tancak dan Pelebaran Jalan Muneng-Patalan

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo bersama dengan Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Argapura Kabupaten Probolinggo menggelar audiensi tindak lanjut pembahasan proyek gravitasi Tancak dan pelebaran jalan jalur Muneng-Patalan di Guest House Kraksaan, Senin (20/2/2023).

Kegiatan yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto ini diikuti oleh Direktur Perumdam Tirta Argapura Kabupaten Probolinggo Gandhi Hartoyo, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo Ahmad Hasyim Ashari, Dewas Perumdam Tirta Argapura serta sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Probolinggo.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kabupaten Probolinggo Ahmad Hasyim Ashari menyampaikan kegiatan ini akan membahas beberapa permasalahan diantaranya pelebaran jalan jalur Muneng-Patalan yang berdampak kepada pipa PDAM.

“Pemasangan pipa di jalan jalur Muneng-Patalan harusnya berada pada kedalaman 1,5 meter. Tetapi disana kedalaman pipa hanya 0,5 meter. Tugas kita adalah memindahkan pipa supaya tidak berada di bawah jalan setelah dilakukan pelebaran,” ujarnya.

Selanjutnya jelas Hasyim berkaitan dengan kelanjutan proyek gravitasi Tancak yang dapat melayani masyarakat di 6 (enam) kecamatan. “Selain itu, ada usulan terkait beban penyusutan hutang yang tidak tertagih dan aset yang tidak digunakan untuk dilakukan penghapusan,” terangnya.

Sementara Direktur Perumdam Tirta Argapura Kabupaten Probolinggo Gandhi Hartoyo mengungkapkan perpipaan PDAM saat ini sudah sangat tua. Bahkan beberapa pipa kini posisinya berada di bawah jalan raya sehingga mempersulit ketika ada kerusakan.

“Contohnya pipa-pipa PDAM di wilayah Kecamatan Kraksaan ini sudah berumur puluhan tahun dan berada di bawah jalan raya. Selain itu kapasitasnya kurang maksimal, kalaupun dipaksa ditambah nantinya akan berpengaruh kepada pipa karena rata-rata menggunakan pipa PVC. Sementara banyak masyarakat yang menggantungkan kebutuhan air bersih kepada PDAM,” ungkapnya.

Terkait dengan sumber mata air Tancak, Gandhi menegaskan bahwa saat ini tidak berfungsi secara maksimal. Padahal jika dimaksimalkan, Tancak ini bisa melayani masyarakat di wilayah tengah dan barat.

“Di sisi lain, mata air Ronggojalu kurang begitu baik. Sebab selama ini masih mengandalkan kepada perpompaan menggunakan PLN. Sebab ketika mati lampu, maka suplay air menjadi terganggu,” jelasnya.

Menurut Gandhi, untuk progres sumber air Tancak ini harus segera dikawal agar bisa difungsikan semaksimal mungkin. Dengan gravitasi, beban listrik bisa terhapus dan pelayanan bisa maksimal. “Apabila Tancak ini bisa berfungsi, kami yakin PDAM akan mampu memberikan sumbangsih PAD (Pendapatan Asli Daerah) minimal Rp 1 miliar di tahun kedua,” tegasnya.

Mengenai rencana perbaikan pelebaran jalan jalur Muneng-Patalan terang Gandhi, pihaknya mengaku bersyukur karena pelaksana ada koordinasi dengan PDAM. Salah satunya, PDAM harus melakukan pemindahan pipa dengan seaman mungkin sehingga tidak berada di bawah jalan ketika sudah pelebaran.

“Sekedar masukan kepada pemerintah, ruas jalan Muneng-Patalan ini masuk jalan kelas 2 dengan tonase maksimal 8 ton. Tetapi nyatanya, banyak kendaraan yang tonasenya lebih dari 20 ton. Dan ini berpengaruh kepada pipa PDAM,” terangnya.

Sedangkan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto mengatakan pemindahan pipa pada pelebaran jalan jalur Muneng-Patalan merupakan solusi yang bisa dilakukan. Sebab jika mengandalkan perpipaan atau penggantian pipa tentunya masih ribet.

“Dari pembahasan ini, saya sudah ada gambaran. Sebenarnya ada solusi yang disampaikan oleh Direktur Perumdam Tirta Argapura. Jika PDAM mengandalkan perpipaan tentunya masih ribet. Mungkin solusinya pemindahan pipa dulu,” katanya.

Sekda Ugas meminta kepada Asisten Perekonomian dan Pembangunan untuk menangani secara langsung masalah sumber mata air Tancak. “Selama ini memang kurang maksimal, karena teman-teman ini masih berhati-hati dalam mengambil keputusan. Sebab kalau masih belum jelas maka harus hati-hati, termasuk regulasi yang mengaturnya,” terangnya.

Untuk penghapusan aset tidak terpakai dan penyusutan hutang tidak tertagih, Sekda Ugas meminta kepada Direktur Perumdam Tirta Argapura agar segera membuat surat kembali. Dari surat tersebut nantinya akan direspon dan diperdalam lagi.

“Penghapusan aset ini harus segera dilakukan. Jika tidak menyalahi aturan maka kita akan percepat. Kita tidak ingin masalah ini bertumpuk-tumpuk. Tolong untuk Tancak dan penghapusan aset ini dikawal selama tidak bertentangan dengan regulasi yang ada. Kalau perlu kita turun langsung untuk mempercepat prosesnya,” pungkasnya. (wan)