Thursday, February 29, 2024
Depan > Kemasyarakatan > Pemkab Berikan Pelatihan Teknis Pengoperasian Rice Transplanter AP4

Pemkab Berikan Pelatihan Teknis Pengoperasian Rice Transplanter AP4

Reporter : Mujiono
SUMBERASIH – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Probolinggo bekerja sama dengan PT. Yanmar Diesel Indonesia melakukan bimbingan dan pelatihan teknis pengoperasian mesin rice transplanter AP4 untuk penanaman bibit padi, Kamis (9/12/2021) di lahan pertanian Desa Mentor Kecamatan Sumberasih Kabupaten Probolinggo.

Pelatihan mesin tanam padi rice transplanter AP4 ini diikuti oleh Kelompok Tani Maju Jaya 1 Desa Pesisir, Kelompok Tani Sedap Malam 3 Desa Mentor, Kelompok Tani Sedya Mulya Desa Sidopekso, Kelompok Tani Cemara Desa Talkandang, Kelompok Ttani Sumber Waru di Desa Pabean dan Kelompok Tani Jaya Agung 2 Desa Sumberbendo. Materi dan praktek disampaikan Tim Teknis Nanang Sunaryo dan Didik dari PT. Yanmar Diesel Indonesia.

Dalam perkembangan teknologi pertanian mesin rice transplanter AP4 dilengkapi dengan adjuster ketinggian hidrolik otomatis yang memudahkan operasi lapangan, kopling samping yang meningkatkan kemampuan manuver unit di lapangan dan sistem OHV yang berfungsi untuk membuat mesin menjadi responsif dan mengurangi ketinggian sehingga menjadi lebih stabil. Sehingga dapat membantu sistem penanaman pada bibit padi semakin baik.

Sebagaimana teknologi alat pertanian rice transplanter tanam padi yang sudah lama diterapkan Amar Ma’ruf dari Kelompok Tani Sedap Malam 3 Dusun Bendungan Desa Mentor Kecamatan Sumberasih untuk penanaman bibit padi. “Rice transplanter sangat membantu produktivitas pertanian dan menghasilkan sistem tanam padi yang baik, efisien waktu dan efisien tenaga,” ujarnya.

Sementara Kepala DKPP Kabupaten Probolinggo Mahbub Zunaidi menjelaskan dengan dilaksanakannya pelatihan ini diharapkan dapat memberikan keterampilan dalam pengoperasian mesin rice transplanter untuk petani.

“Kegiatan ini merupakan solusi untuk mengatasi semakin sulitnya tenaga kerja buruh tanam. Dengan teknologi pertanian mengarah pada modernisasi, mekanisasi serta efisiensi produksi tanaman padi,” katanya.

Menurut Mahbub, inovasi teknologi dan mekanisasi pertanian yang terbukti mampu meningkatkan produktivitas pertanian. “Petani milenial memulai memanfaatkan teknologi tanam padi rice transplanter dalam menggarap lahan pertanian dengan waktu yang singkat, lebih efisien dan ekonomis,” tegasnya.

Sedangkan Nanang Sunaryo dari PT. Yanmar Diesel Indonesia menyampaikan mesin rice transplanter AP4 sudah lama tersedia di beberapa daerah dengan lahan pertanian yang luas di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Salah satunya Kabupaten Probolinggo termasuk daerah lahan pertanian yang luas dan memiliki produktivitas pertanian yang baik. Hanya saja mesin rice transplanter AP4 digunakan di Kabupaten Probolinggo hanya beberapa desa saja.

“Terdapat 30 unit yang ada di Kabupaten Probolinggo dan masih belum menggunakan rice transplanter AP4 sejak tahun 2016 dan sudah digunakan hanya 20%. Kenapa kelompok tani belum menggunakan alat rice transplanter AP4 hingga saat ini bukan karena alatnya, tetapi disebabkan kemauan para petani untuk memanfaatkan rice transplanter ini,” ungkapnya.

Hal-hal yang menyebabkan petani belum memanfaatkan ricet transplanter AP4 karena petani pemilik lahan belum menerima alat ini dan kelompok tani yang menerima belum mengenalnya. Sebenarnya alat ini sangat menjanjikan dan memiliki manfaat yang cukup besar dan memiliki nilai ekonomis.

“Para kelompok tani yang belum mengoperasikan mesin tanam padi rice transplanter agar dapatnya terus berlatih hingga mampu mengoperasikannya dengan maksimal. Disisi lain, terdapat keuntungan yang lebih apabila memanfaatkan rice transplanter AP4,” pungkasnya. (y0n)