Monday, December 6, 2021
Depan > Kemasyarakatan > Hasil Swab Positif, Warga Desa Curahsawo dan Alassumur Kulon Positif Virus Corona

Hasil Swab Positif, Warga Desa Curahsawo dan Alassumur Kulon Positif Virus Corona

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Probolinggo hingga Minggu (5/7/2020) malam merilis orang terkonfirmasi positif Corona Virus Disease (COVID-19) di Kabupaten Probolinggo bertambah 2 (dua) orang. Dua orang ini dinyatakan positif terinfeksi virus Corona karena hasil swab positif.

“Tambahan 2 (dua) orang terkonfirmasi positif COVID-19 ini merupakan Klaster Pelangi karena sumber penularannya terjadi secara horizontal dan tidak jelas dari mana. Yakni, laki-laki berusia 54 tahun dari Desa Curahsawo Kecamatan Gending dan perempuan berusia 44 tahun dari Desa Alassumur Kulon Kecamatan Kraksaan,” kata Juru Bicara Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Probolinggo dr. Anang Budi Yoelijanto.

Menurut Anang, untuk yang berasal dari Desa Curahsawo Kecamatan Gending ini awalnya merupakan PDP (Pasien Dalam Pengawasan) yang sedang menjalani perawatan di RSU Wonolangan Dringu. Yang bersangkutan memiliki keluhan sesak, batuk dan ada pneumolinya.

“Selanjutnya yang bersangkutan dilakukan pemeriksaan rapid test dan hasilnya reaktif. Kemudian dilakukan pemeriksaan swab melalui TCM (Tes Cepat Molekuler) di RSUD Waluyo Jati Kraksaan dan hasilnya keluar positif. Sehingga yang bersangkutan positif terinfeksi COVID-19,” jelasnya.

Sementara yang dari Desa Alassumur Kulon Kecamatan Kraksaan terang Anang merupakan istri dari kasus terkonfirmasi COVID-19 sebelumnya. “Kebetulan yang bersangkutan kondisinya sehat wal afiat,” terangnya.

Karena memiliki riwayat kontak erat dengan suaminya yang merupakan kasus 128 terkonfirmasi positif COVID-19 jelas Anang, maka yang bersangkutan dilakukan pemeriksaan swab dan hasilnya keluar positif hari ini dari BBTKL Surabaya.

“Saat ini yang bersangkutan sedang menjalani isolasi di rumah pengawasan Kabupaten Probolinggo dengan pengawasan ketat dari petugas medis Kabupaten Probolinggo,” tegasnya.

Baik yang sedang menjalani perawatan di RSU Wonolangan maupun isolasi di rumah pengawasan Kabupaten Probolinggo, Anang mengharapkan agar daya tahan tubuhnya bisa bagus agar hasil swabnya bisa dua kali negatif. “Sehingga bisa langsung dipulangkan untuk selanjutnya melakukan isolasi mandiri di rumahnya masing-masing selama 14 hari,” ungkapnya.

Anang menambahkan untuk trackingnya sudah dilakukan sebelumnya. Terlebih dari kasus yang sebelumnya masuk dalam kategori PDP (Pasien Dalam Pengawasan) dan dinyatakan reaktif rapid test. Demikian pula dari yang kontak langsung dari kasus terkonfirmasi positif COVID-19 sebelumnya. Tetapi nanti trackingnya masih akan diperdalam lagi.

“Yang pasti apapun nanti hasil dari tracking orang-orang yang pernah kontak erat dan dekat akan dilakukan pemeriksaan swab untuk mengetahui lebih jauh resiko penularan dari yang bersangkutan,” pungkasnya. (wan)