Thursday, February 22, 2024
Depan > Kemasyarakatan > Pemkab Berikan Pelatihan Peningkatan Vokasional Koperasi Konvensional

Pemkab Berikan Pelatihan Peningkatan Vokasional Koperasi Konvensional

Reporter : Syamsul Akbar
SUMBERASIH – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Koperasi dan Usaha Mikro memberikan pelatihan peningkatan vokasional koperasi konvensional, Selasa hingga Kamis (21-23/7/2020) di RM Rahayu Desa Banjarsari Kecamatan Sumberasih.

Kegiatan yang digelar dalam rangka peningkatan kualitas kelembagaan dan usaha koperasi dan UKM (Usaha Kecil dan Menengah) ini diikuti oleh 35 orang dari Koperasi Wanita (Kopwan) dari Kecamatan Sumberasih dan Tongas.

Selama 3 (tiga) hari, puluhan kopwan ini mendapatkan materi tentang Upskiling Jatidiri Koperasi dari Praktisi Koperasi Kabupaten Probolinggo Ismail Pandji dan Peningkatan Tata Kelola Koperasi yang Baik dari Ketua Dekopinda Kabupaten Probolinggo Joko Rohani Sanjaya.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo Anung Widiarto didampingi Kepala Bidang Kelembagaan Koperasi Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo Siti Khoiriyah.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo Anung Widiarto mengungkapkan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas SDM pengurus koperasi. “Serta meningkatkan tata kelola koperasi,” ungkapnya.

Menurut Anung, pelatihan ini sangat diperlukan mengingat Kabupaten Probolinggo memiliki potensi yang bagus dalam perkembangan dan kemajuan kopwan. Hal ini perlu dilaksanakan refresh dan refresh agar para pengurus dan pengawas kopwan mampu mengetahui regulasi-regulasi baru.

“Dengan adanya kegiatan ini kami berharap agar kopwan yang ada di Kabupaten Probolinggo bisa lebih maju dari sebelumnya. Karena pada dasarnya mereka sudah mendapatkan ilmu baru yang akan langsung disosialisasikan ke depannya,” jelasnya.

Anung mengingatkan kepada seluruh pengurus kopwan tentang kewajibannya dalam melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT). Sebab RAT ini merupakan sebuah ukuran tentang aktif dan tidaknya sebuah koperasi.

“Kalau ada koperasi yang selama dua tahun berturut-turut tidak melaksanakan RAT, maka koperasi tersebut masuk dalam kategori tidak aktif. Oleh karenanya, kopwan-kopwan ini harus melaksanakan RAT sesuai dengan regulasi yang sudah ada. Harapannya kopwan-kopwan yang ada di Kabupaten Probolinggo bisa menjadi koperasi yang aktif,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut Anung mengharapkan agar ada kolaborasi dan sinergitas antara koperasi dan UMKM. Sebab diantara keduanya sama-sama saling melengkapi dan membutuhkan. “Harapannya dengan adanya kolaborasi dan sinergitas, keberadaan koperasi dan UMKM di Kabupaten Probolinggo bisa semakin maju dan berkembang,” pungkasnya. (wan)