Friday, December 3, 2021
Depan > Kemasyarakatan > Protokol Kesehatan Baru, Konfirmasi Sembuh Tidak Perlu Menunggu Swab Negatif Dua Kali

Protokol Kesehatan Baru, Konfirmasi Sembuh Tidak Perlu Menunggu Swab Negatif Dua Kali

Reporter : Syamsul Akbar
KRAKSAAN – Juru Bicara Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Probolinggo dr. Anang Budi Yoelijanto mengatakan untuk protokol kesehatan dengan istilah baru belum dilakukan di Kabupaten Probolinggo.

“Cuma perlu untuk diinformasikan bahwa ada protokol baru yang dilaunching oleh Kementerian Kesehatan RI. Dimana ada perubahan mendasar, tidak hanya istilah tapi juga prosedur untuk evaluasi pasien terduga maupun konfirmasi,” katanya.

Menurut Anang, untuk istilahnya nanti tidak menggunakan ODR (Orang Dalam Resiko), ODP (Orang Dalam Pemantauan) dan PDP (Pasien Dalam Pengawasan) lagi, tetapi menggunakan orang dalam perjalanan, suspect porbable dan konfirmasi.

“Evaluasinya kalau dulu orang konfirmasi itu dinyatakan sembuh kalau sudah dievaluasi swabnya dua kali negatif. Kalau protokol kesehatan yang baru akan diisolasi selama 10 hari. Kalau sudah 10 hari atau 13 hari maka secara otomatis dianggap sembuh tidak perlu memakai swab evaluasi,” jelasnya.

Anang menegaskan semua ini berlaku untuk OTG (Orang Tanpa Gejala) dan suspect atau kalau yang dulu itu ODP dan PDP ringan. Baru yang dievaluasi swab itu adalah ODP dan PDP yang berat. Tapi Kabupaten Probolinggo sampai saat ini masih belum menerapkan karena sedang dalam pengkajian.

“Insya Allah dalam hari-hari ini kalau kita sudah pasti dan semuanya siap maka kita akan mengaplikasikan protokol kesehatan yang baru yang sudah dilaunching oleh Kementerian Kesehatan RI pada 13 Juli 2020. Karena itu tentu ada konsekuensi-konsekuensinya,” tegasnya.

Jadi nanti setelah dinyatakan suspect tambah Anang, maka akan dilakukan isolasi. Setelah 10 hari atau 13 hari maka akan disebutkan pindah ke sembuh. Intinya sama seperti biasanya. “Cuma yang berbeda itu hanyalah yang konfirmasi itu tidak perlu menunggu swab negatif dua kali. Karena setelah diisolasi selama 10 hari atau 13 hari secara otomatis dianggap sembuh,” pungkasnya. (wan)