Depan > Berita Terkini > Pemkab Berikan Pelatihan Inovasi Olahan Telur Asin

Pemkab Berikan Pelatihan Inovasi Olahan Telur Asin

Reporter : Syamsul Akbar
LECES – Sebagai pemberdayaan kelembagaan potensi dan pengembangan usaha mikro, Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) Kabupaten Probolinggo memberikan pelatihan inovasi olahan telur asin di Warung Ibu Nasek & Koffie Kecamatan Leces, Rabu dan Kamis (23-24/11/2022).

Kegiatan yang diikuti oleh 35 orang dari wilayah Kecamatan Leces ini dihadiri oleh Kepala DKUPP Kabupaten Probolinggo Anung Widiarto, Bambang Lasmono selaku suami dari almarhumah anggota DPRD Kabupaten Probolinggo Wijayanti Kusuma Dewi, motivator Elfaurid Aguswantoro serta narasumber Faisal Wahyudi selaku Owner INERI Suki Jember dan Sugeng Prasetya dari UKM Hanobi Kecamatan Leces.

Pelatihan inovasi olahan telur asin ini bertujuan menumbuhkan wirausaha baru, memberikan inovasi kepada masyarakat untuk produk baru, memberikan pemahaman kepada masyarakat dalam memanfaatkan potensi yang ada untuk dijadikan sebuah produk unggulan serta meningkatkan perekonomian masyarakat Kabupaten Probolinggo.

Kepala DKUPP Kabupaten Probolinggo Anung Widiarto mengatakan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) memegang peranan penting dalam memperbaiki perekonomian di Indonesia. Sebab memiliki kontribusi yang besar untuk pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

“Pemerintah terus berupaya mendorong pengembangan UMKM untuk mendongkrak petumbuhan perekonomian dan memaksimalkan potensi UMKM. Kecamatan Leces memiliki potensi yang tinggi dalam UMKM karena memiliki 4.494 UMKM yang terdiri dari UMKM kuliner, UMKM penjualan produk/barang dan UMKM jasa,” katanya.

Anung menjelaskan, dalam perkembangan UMKM perlu adanya kerja sama pihak internal yaitu pelaku usaha dengan pihak eksternal yaitu pemerintah untuk mengoptimalkan potensi dan meningkatkan perekonomian.

“Hal itulah yang mendorong dilakukannya pelatihan atau pembinaan untuk menumbuhkan wiarusaha baru. Kami mengharap masyarakat terus berinovasi untuk produk baru atau produk pengembangan,” jelasnya.

Menurut Anung, umumnya telur asin yang dibuat atau dipasarkan selama ini hanya dengan satu rasa yaitu rasa asin, sehingga dapat menimbulkan kebosanan konsumen. Untuk menghindari kebosanan kosumen ini dapat dibuat dengan memodifikasi dengan cara di asap. Sementara ini masih sedikit pelaku UMKM telur asin asap sehingga mereka tidak mampu melihat peluang dan kesempatan untuk memperluas pemasaran telur asin tersebut.

“Untuk memperluas pemasaran maka melakukan diversifikasi produk melalui pembuatan telur asin asap menjadi peluang bisnis baru yang menarik bagi produsen telur asin. Bukan hanya rasa yang tidak monoton dan bisa bervariasi namun juga inovasi bisnis yang menarik bagi para produsen telur asin tersebut,” tegasnya.

Sementara Bambang Lasmono, suami dari almarhumah anggota DPRD Kabupaten Probolinggo Wijayanti Kusuma Dewi meminta agar pelatihan inovasi olahan telur asin ini diikuti dengan sebaik-baiknya agar ilmu yang diperoleh benar-benar bisa diterapkan untuk menumbuhkan wirausaha baru.

“Semoga pelatihan inovasi olahan telur asin bisa memberikan manfaat yang sebesar-besarnya dalam rangka pemberdayaan ekonomi masyarakat. Ikutilah dengan sungguh-sungguh untuk menjadi seorang wirausaha baru di bidang olahan telur asin di Kabupaten Probolinggo,” ungkapnya. (wan)